RadarBanyuwangi.id – Pada era 1980-an sampai 1990-an, Pantai Grajagan di Kecamatan Purwoharjo pernah menjadi ikon wisata di Banyuwangi.
Namun, belakangan ini situasinya sepi dan kurang diminati pengunjung. Mengapa?
Grajagan Banyuwangi,
raino wengi… sing tau sepi.
Lanang wadon kang nekani,
ngilangaken… susahe ati.
Lungguh ring pasir-pasiran,
sembur-semburan… geredoan.
Ambi mangan selodoran,
lanang wadon uber-uberan…
Kutipan lagu ciptaan A. Priyono yang dinyanyikan Vinda Aristatia itu pernah populer pada era 1990-an.
Lagu tersebut mengingatkan kita betapa saat itu Pantai Grajagan Banyuwangi benar-benar selalu ramai dikunjungi wisatawan.
Setiap hari, baik siang maupun malam, banyak wisatawan yang datang ke Pantai Grajagan.
Mereka bukan hanya menikmati keindahan pantai dan deburan ombak di pantai masuk Perhutani Banyuwangi Selatan tersebut.
Namun, para pengunjung yang datang siang dan malam tersebut juga bisa menikmati hiburan yang disajikan pengelola kala itu.
Sebab, bukan sesuatu yang baru jika pengelola Wisata Grajagan mendatangkan artis top ibu kota Jakarta, seperti almarhumah Nike Ardila dan sejumlah artis papan atas lain.
Setiap hari, jumlah pengunjung bisa dipastikan di atas 500 orang. Di momen tertentu, seperti hari Minggu dan hari libur, jumlah pengunjung bisa dipastikan mencapai ribuan orang.
Bahkan, pada liburan Idul Fitri jumlahnya bisa mencapai puluhan ribu orang.
Sehingga, pemandangan seperti macetnya kendaraan yang mengular hingga tiga kilometer sudah menjadi hal lumrah setiap tahun di sana.
Pada saat itu, Wisata Grajagan yang memiliki luas 329 hektare tersebut benar-benar menjadi ikon wisata Banyuwangi.
Bahkan, pada era 2006 sampai 2011, jumlah pengunjung yang datang ke Grajagan, meski tak seramai era 1990-an, juga terbilang masih tinggi.
Belakangan, luas kawasan wisata tersebut berkurang dan kini hanya menjadi 4,5 hektare.
Namun, memasuki tahun 2012 hingga sekarang, pengunjung yang datang ke Pantai Grajagan terus merosot.
Setiap hari jumlahnya hanya puluhan orang. Agar bisa sampai di angka seratus orang tampaknya sulit.
“Hari Minggu saja, jumlahnya paling banyak 200 orang yang berkunjung ke sini,” kata Yanto, salah satu pengelola penginapan di Pantai Grajagan.
Jumlah itu tentu sangat menurun drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, atau pada era 1990-an. Setiap hari tak ada lagi tumpukan pengunjung yang datang ke Pantai Selatan Jawa itu.
Apalagi, malam hari, kini nyaris tak ada kegiatan apa pun. Bahkan, sejumlah fasilitas seperti pentas pertunjukan dan tempat bermain kini sudah kurang terawat.
“Sekarang kalau malam nggak ada kegiatan sama sekali,” tutur Yanto.
Sepinya kunjungan wisata ke Pantai Grajagan tersebut karena beberapa sebab, di antaranya ratusan hektare lahan yang dulu dijadikan tempat wisata, sekarang dikembalikan lagi menjadi hutan.
Selain itu, tempat wisata baru di Banyuwangi banyak bermunculan. Itu diduga juga menjadi penyebab utama berkurangnya jumlah pengunjung ke lokasi wisata yang dibuka Menteri Kehutanan RI, M. Sujarwo, pada tahun 1987 itu.
Lalu, apa upaya yang dilakukan untuk mengembalikan kejayaan Pantai Grajagan? Yanto yang pernah mengelola Wisata Grajagan pada tahun 2006 hingga 2011 itu mengaku belum memiliki jawaban.
“Saya nggak tahu bagaimana caranya,” pungkasnya. (c1/bay)
Editor : Ali Sodiqin