RadarBanyuwangi.id – Geliat kunjungan wisatawan asing ke Taman Wisata Alam (TWA) Ijen mencapai puncaknya jelang akhir Agustus.
Dampaknya, puluhan hunian, baik homestay maupun hotel di kawasan sekitar Ijen, yaitu Desa Tamansari, Kecamatan Licin, mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Kepala Desa Tamansari M. Rizal Syahputra mengatakan, periode bulan Juli hingga Agustus memang menjadi puncak kunjungan atau high season wisatawan mancanegara tujuan TWA Ijen.
Sebagai desa yang berada paling dekat dengan Ijen, Tamansari menjadi tempat yang paling terdampak dari ramainya kunjungan wisatawan.
”Semua akomodasi, mulai hotel, homestay nyaris penuh. Bahkan ada hotel yang sebelumnya sepi, kini nyaris penuh. Kalau dipersentase okupansinya di atas 90 persen,” kata Rizal.
Di Desa Tamansari ada 53 homestay yang disediakan warga. Sebanyak 23 homestay masuk dalam kategori yang sudah sesuai dengan standardisasi yang ditetapkan.
Dampak dari ramainya kunjungan ke Ijen, imbuh Rizal, seluruh homestay tersebut terisi. Tak hanya itu, lenght of stay atau lama waktu menginap para wisatawan itu juga meningkat.
Sebelum pandemi Covid-19, biasanya wisatawan hanya menginap satu hingga dua hari saja. Kini wisatawan yang datang menginap rata-rata bisa tiga sampai lima hari.
Wisatawan yang menginap juga tidak hanya mengunjungi destinasi di sekitar Ijen dan Desa Tamansari. Banyak dari mereka yang berkunjung hingga ke Pulau Merah dan destinasi lainnya yang cukup jauh.
”Mereka ini berwisata keliling Banyuwangi, tapi menginapnya tetap di sini. Tidak tahu kenapa wisatawan asing lebih suka menginap di Tamansari, mungkin karena udaranya segar,” jelas Rizal.
Perubahan jadwal pendakian ke Kawah Ijen juga berdampak pada tambahan jumlah kunjungan. Meski tak terlalu signifikan, ketertarikan wisatawan asing ke Ijen masih cukup tinggi.
”Mereka masih bisa melihat view di Ijen meskipun tidak dapat melihat blue fire. Setelah ini biasanya mulai Oktober sampai Desember trennya berubah lagi. Giliran wisatawan domestik yang berkunjung ke Ijen,” tandas Rizal. (fre/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin