Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Menyaksikan Puncak Gunung Agung Bali dari Bukit Malimbu Lombok, Gili Trawangan Juga Terlihat di Seberang Laut

Ali Sodiqin • Rabu, 23 Agustus 2023 | 00:00 WIB
EKSOTIS: Dua pelanggan koran Jawa Pos Radar Banyuwangi Rahmat Sudiono (kiri) dan KH Astro Junaidi foto dengan latar belakang laut biru dari atas Bukit Malimbu, Lombok Barat.
EKSOTIS: Dua pelanggan koran Jawa Pos Radar Banyuwangi Rahmat Sudiono (kiri) dan KH Astro Junaidi foto dengan latar belakang laut biru dari atas Bukit Malimbu, Lombok Barat.

RadarBanyuwangi.id – Menikmati pantai tidak melulu bermain pasir, berenang, maupun snorkling. Di Lombok, kita bisa melihat keindahan laut dan pantai dari atas bukit.

Beberapa destinasi utama wisata Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, juga bisa kita saksikan dari tempat ini.

Bukit Malimbu namanya. Terletak di Kecamatan Senggigi, Lombok Barat, NTB. Tempat ini menjadi surga bagi penyuka fotografi, terutama para pemburu sunset.

Dari kawasan bukit ini, wisatawan bisa menikmati angle terbaik Pantai Malimbu, Pantai Satangi, dan Gunung Agung di Pulau Bali.

Tiga gili di Lombok Utara, yakni Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno juga bisa kita nikmati dari seberang lautan.

Bukit ini berjarak sekitar 24 kilometer dari pusat Kota Mataram. Butuh 1-2 jam perjalanan menggunakan mobil. Sebelum mencapai Bukit Malimbu, wisatawan bisa menikmati keindahan jalanan berkelok tajam, menurun, dan bahkan menanjak.

Di kanan dan kiri terdapat bukit menjulang dengan jurang yang curam. Hempasan ombak air laut pun terdengar nyaring.

“Ini benar-benar anugerah alam yang luar biasa,” ujar Drs KH Astro Junaidi, pelanggan Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa).

Astro dan sejawatnya, Rahmat Sudiono, adalah pelanggan JP-RaBa beruntung mendapat wisata gratis ke Pulau Lombok, beberapa waktu lalu. Astro dan Sudiono terlihat menikmati jalanan berkelok tajam dari kawasan Pantai Senggigi menuju Pelabuhan Bangsal.

“Sungguh luar biasa. Ini benar-benar tempat wisata. Andai di Alas Purwo dibangun jalan seperti ini, mungkin pariwisata Banyuwangi bakal lebih maju,” sahut Yoyon, sapaan karib Sudiono.

Satu-satunya akses jalan menuju Gili Trawangan ini memang benar-benar mulus. Di pinggir kanan dan kiri aspal hotmik, masih dicor beton. Tembok dan pagar pembatas di jalur-jalur berbahaya juga dibangun.

Meski semua kelokan termasuk jalur tengkorak, namun wisatawan tetap merasa aman meski melaju dengan kecepatan 60-70 km/jam.

Di Bukit Malimbu, pelancong tidak perlu membayar tiket. Cukup memberi uang parkir bagi yang membawa mobil. Tempat parkirnya cukup luas.

Pengunjung Bukit Malimbu yang membawa motor kebanyakan tidak memanfaatkan lokasi parkir. Cukup duduk di atas motor masing-masing, mereka bisa mengabadikan keindahan laut dari atas Bukit Malimbu.

Panorama yang bisa dinikmati dari Bukit Malimbu adalah Pantai Satangi, Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air yang terlihat dari kejauhan, serta Pantai Malimbu di bawahnya.

Bahkan, jika cuaca sedang cerah, wisatawan bisa menyaksikan puncak Gunung Agung di Pulau Bali. Perpaduan sempurna antara gunung, pantai, dan pepohonan rindang.

“Makanya, jika berlibur ke Lombok bisa melihat Bali. Tapi, jika berlibur ke Bali belum tentu bisa melihat Lombok,” tutur Suprianto alias Otonk, warga lokal.

Spot paling bagus di tempat ini ada pada sore hari. Posisi Bukit Malimbu yang menghadap arah barat, sangat cocok bagi pemburu sunset. Menjelang matahari hendak terbenam itulah saat-saat paling tepat bagi fotografer untuk mengabadikan momen.

Puas di Bukit Malimbu, wisatawan bisa bergeser ke Vila Hantu di Lombok Utara. Lokasinya cukup dekat. Hanya lima menit dari Bukit Malimbu. Vila ini terletak persis di atas Pantai Setangi. Pemandangan dari atas vila ini super eksotis.

Disebut Vila Hantu, karena tempat ini sebenarnya hendak dibangun vila. Namun distop Pemkab Lombok Utara karena persoalan izin. Sehingga, bangunan setengah jadi itu dibiarkan terbengkalai dan tak terurus.

Dulu, bangunan ini belum ada namanya, tidak ada penjaga, tidak ada tukang parkir, dan tidak ada warung.

Namun, setelah ramai wisatawan yang menjadikan spot alternatif menghabiskan waktu senja, plus banyaknya foto yang diunggah di media sosial, warga sekitar pun memanfaatkan momen ini untuk mengais rezeki.

Bahkan, warga juga membuat tangga bambu agar pelancong bisa naik ke atap bangunan. “Karena vila ini asalnya terbengkalai dan kotor, warga pun memberi nama Vila Hantu sampai sekarang ini,” pungkas Otonk. (als)

Editor : Ali Sodiqin
#vila #hantu #pulau bali #media sosial #pantai #gili trawangan #gunung agung #lombok barat