Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Air Mata Meleleh saat Tawaf Perpisahan, Jemaah Umrah Al Haram Ziarah Wizatama Akhirnya Kembali ke Tanah Air

Rahman Bayu Saksono • Sabtu, 19 Agustus 2023 | 22:00 WIB
LENGKAP: Jemaah umrah Al Haram Ziarah Wizatama di Bandara Internasional Juanda, Surabaya.
LENGKAP: Jemaah umrah Al Haram Ziarah Wizatama di Bandara Internasional Juanda, Surabaya.

RadarBanyuwangi.id – Rangkaian perjalanan ibadah umrah pada akhirnya harus berakhir. Sebelum meninggalkan Kota Makkah, jemaah Al Haram Ziarah Wizatama melaksanakan tawaf wada atau tawaf perpisahan.

Tawaf wada dilakukan dengan berjalan mengelilingi Kakbah sebanyak tujuh kali. Sama seperti tawaf biasanya.

Namun, karena ini adalah tawaf perpisahan, suasana hati jemaah umrah Al Haram Ziarah Wizatama bercampur aduk. Merasa bahagia sekaligus sedih karena harus meninggalkan Tanah Suci.

Sebelum tawaf perpisahan ini dilaksanakan, jemaah berkumpul terlebih dahulu. Mereka sudah melakukan persiapan sejak pukul 03.00 dini hari waktu setempat. Semua berkumpul di depan gate 3. Jemaah laki-laki diwajibkan mengenakan kain ihram sejak dari hotel.

”Jemaah akan salat Tahajud dan selanjutnya salat Subuh di lantai empat Masjidilharam. Di sini jika ada yang batal wudu, ada tempat wudu yang disediakan,” jelas Ustad Maksud Abdul Hanan, Tour Leader (TL) sekaligus mutawif Al Haram Ziarah Wizatama Tour dan Travel.

Suasana Masjidilharam memang masih padat. Karena itu, mutawif mengatur strategi agar jemaah bisa optimal beribadah. Begitu setelah salat Subuh, jemaah pun turun ke lantai dasar area tawaf.

Sebelum melaksanakan tawaf perpisahan, jemaah dikawal mutawif untuk mendekat ke Kakbah. Secara perlahan, jemaah akhirnya bisa mencium Kabah secara bergiliran dengan dikawal mutawif.

”Alhamdulillah, kami bisa mencium Kakbah, memegang rukun Yamani, pintu Kakbah, dan mendekat ke Hijr Ismail,” tutur Citra Pujirahayu, jemaah asal Kelurahan Tamanbaru, Kecamatan Banyuwangi.

Suasana sangat padat di sekitar Kakbah, mereka pun tak bisa menghindari berdesakan dengan jemaah dari seluruh penjuru bumi.

Walaupun berdesakan-desakan, hampir semua jemaah Al Haram Ziarah Wizatama mengaku sangat terharu. Air mata mengalir dengan sendirinya. Setiap kali melewati Multazam, air mata kembali meleleh.

Masing-masing jemaah Al Haram Ziarah Wizatama punya pengalaman spiritual masing-masing. Seperti yang dialami Abdul Aziz, jemaah asal Kecamatan Glenmore.

Lelaki yang juga Ketua PC ISNU Banyuwangi itu mengaku tidak mau kehilangan momentum di Masjidilharam. Dia berusaha sekuat tenaga untuk berusaha mendekati Hajar Aswad meski tempat itu dipadati kerumunan jemaah.

”Alhamdulillah, ini momentum tak terlupakan. Tetapi setelah selesai, ternyata baju ihram yang bagian atas sudah lepas entah ke mana,” tuturnya.

Sementara itu, selesai melaksanakan tawaf perpisahan, jemaah pun kembali ke hotel untuk makan siang dan salat Duhur.

Setelah kumpul di lobi, mereka memulai perjalanan pulang sekitar pukul 13.00. Bus pun mengangkut mereka menuju Kota Jeddah yang berjarak sekitar 60 kilometer dari Kota Makkah.

Sebelum masuk Bandara Internasional Jeddah, jemaah sempat mampir ke pasar murah Corniche Commercial Center, Jeddah.

Suhu udara di kawasan bisnis tersebut sedang panas-panasnya siang itu, yakni sekitar 45 derajat Celsius. Meski begitu, suhu panas tak mengurangi semangat jemaah untuk belanja.

Apalagi, pasar murah tersebut bisa menerima pembayaran dengan uang rupiah. Apalagi, nama toko di kawasan ini banyak yang dilabeli dengan kata ”murah”. Misalnya Toko Ali Murah, Toko Ghani Murah, Toko Sultan Murah, dan sebagainya.

Selain itu, ada juga yang mampir ke Bakso Mang Oeding di kawasan tersebut. Beberapa jemaah sempat membeli kurma muda di sini, karena diperkirakan masih bisa dinikmati di Tanah Air belasan jam kemudian.

”Walaupun rasa baksonya tidak seperti di Indonesia, lumayan untuk tombo kangen,” ujar seorang jemaah.

Usai belanja, rombongan pun bergerak menuju Bandara King Abdul Aziz, Jeddah. Mereka tiba di bandara sekitar pukul 19.00 Waktu Arab Saudi. Sambil menunggu proses boarding di Internasional Airport Hajj Terminal, seluruh jemaah bisa beristirahat.

Mereka juga menikmati makan malam kotak khas Indonesia dari pihak Al Haram, yakni ayam goreng sambal dan puding.

Jemaah juga tidak perlu membawa koper kabin karena semua koper diserahkan kepada pihak travel. Jemaah hanya cukup membawa tas tenteng. ”Inilah kelebihan pihak Al Haram Ziarah Wizatama,” ujar Ustad Maksud Abdul Hanan.

Setelah proses boarding selesai, pesawat Lion Air JT075 tujuan Surabaya terbang pada pukul 23.30 WAS. Jadwal penerbangan sesuai dan tidak ada delay.

Akhirnya, pesawat mendarat di Bandara Internasional Juanda, Surabaya pukul 14.30 WIB. Jemaah turun dan menjalani proses pengecekan imigrasi sambil menunggu koper.

Selanjutnya, jemaah melanjutkan perjalanan dengan bus Blue Bird Group menuju Banyuwangi. Mereka kembali dimanjakan dengan makan malam prasmanan di Restoran Mbak Sri, Probolinggo.

Ini untuk mengobati kerinduan dengan masakan asli tanah air. Jemaah akhirnya tiba di titik penjemputan terakhir di Masjdi Baiturrahman, Genteng sekitar pukul 02.30. (bay/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#jeddah #Umrah #Multazam #kakbah #koper #pt al haram ziarah wizatama #bandara #makkah #tanah suci #tawaf wada