Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jemaah Umrah Al Haram Ziarah Wizatama Mengambil Start Umrah Sunah di Masjid Hudaibiyah

Rahman Bayu Saksono • Selasa, 15 Agustus 2023 | 20:00 WIB
UMRAH KEDUA: Belasan jemaah Al Haram Ziarah Wizatama setelah ambil miqat di Masjid Hudaibiyyah, perbatasan Jeddah - Makkah.
UMRAH KEDUA: Belasan jemaah Al Haram Ziarah Wizatama setelah ambil miqat di Masjid Hudaibiyyah, perbatasan Jeddah - Makkah.

RadarBanyuwangi.id – Meski sudah selesai menjalankan umrah wajib, jemaah PT Al Haram Ziarah Wizatama mengoptimalkan ibadah selama menetap di Makkah.

Kali ini, mereka menjalankan umrah sunah dengan mengambil miqat (start) dari Masjid Hudaibiyah.

Sebagian jemaah mengaku mendapat kesempatan langka karena bisa tinggal di Kota Suci Makkah. Karena itu, mereka menggunakan kesempatan ini sebaik mungkin untuk menjalankan ibadah.

Hal ini juga difasilitasi oleh PT Al Haram Ziarah Wizatama Tour dan Travel. Dengan waktu yang masih tersedia, pihak Al Haram memberikan kesempatan kepada jemaah yang ingin memperbanyak umrah.

Meski begitu, keputusan akhirnya tetap di tangan para jemaah sendiri. Karena ibadah umrah juga membutuhkan kondisi fisik yang mendukung.

Untuk jemaah yang masih kuat dan sehat, Al Haram memberikan kesempatan kepada mereka untuk umrah secara mandiri.

‘’Kami sebagai mutawif tetap mendampingi pelaksanaan umrah secara mandiri,’’ ujar mutawif sekaligus Tour Leader (TL) umrah Al Haram Ziarah Wizatama, Ustad Maksud Abdul Hanan.

Kali ini, Ustad Maksud memandu 13 orang jemaah untuk menjalani umrah secara mandiri.  Dengan mengendarai taksi, 13 orang jamaah beserta satu orang mutawif pun berangkat mengambil miqat (start umrah) dari Masjid Hudaibiyah.

Masjid yang berlokasi antara Makkah dan Jeddah ini cukup terkenal dalam sejarah kebudayaan Islam. ‘’Jarak dari Masjidilharam ke Masjid Hudaibiyah sekitar 25 Kilometer,’’ ujar Ustad Maksud.

Sementara itu, umrah mandiri tersebut konsekuensinya harus dibiayai sendiri oleh jemaah. Meski begitu, biaya yang dikeluarkan hanya untuk sewa taksi.

‘’Kami membayar sendiri kendaraan, hanya sekitar 300 Riyal,’’ tutur Abdissalam Achmad Badjideh, 48, jemaah umrah Al Haram Ziarah Wizatama yang tinggal di Jalan Borobudur I Banyuwangi itu,

Begitu tiba di Masjid Hudaibiyah, 13 jemaah bersama mutawif langsung berwudu dan menjalankan salat sunah. Mereka juga sempat melihat-lihat masjid bersejarah tersebut. Bangunan masjid ini tidak terlalu luas.

Luas bangunannya tidak lebih dari 1000 meter persegi. Meski begitu, posisinya sangat mudah dijangkau dengan bermacam jenis kendaraan. Karena letaknya memang persis di pinggir jalan lama menuju Kota Jeddah.

Ustad Maksud menceritakan, Masjid Hudaibiyah cukup populer dalam sejarah kebudayaan Islam. Di masjid itu pula, pernah terjadi perdamaian antara Rasulullah SAW dengan orang-orang kafir Makah.

Pada masa itu, Perjanjian Hudaibiyah berlaku 10 tahun. Perjanjian ini ditulis oleh Ali bin Abi Thalib RA. Namun setelah perdamaian berjalan dua tahun, kaum kafir Makkah melanggar perjanjian tersebut.

Setelah menjelaskan sejarah Perdamaian Hudaibiyah, mutawif kembali memandu rombongan untuk menjalani rangkaian umrah sunah.

Mereka berniat umrah, pun kembali menuju Masjidilharam untuk menjalani tawaf mengelilingi Kakbah.

Selanjutnya, mereka melakukan salat sunah, kemudian dilanjutkan dengan sa’i di antara Shofa dan Marwah. Akhirnya, umrah mandiri kali ini ditutup dengan tahalul. (bay)

Editor : Ali Sodiqin
#Start #jeddah #jemaah #Perjanjian #mandiri #masjid #Umrah #pt al haram ziarah wizatama #masjidilharam