Banyak wisatawan yang membatalkan kunjungannya ke Banyuwangi.
Salah satunya di destinasi wisata Grand Watudodol (GWD).
Lima puluh persen tamu yang sebelumnya memesan tiket untuk rute perahu wisata tujuan Pulau Tabuhan dan Menjangan membatalkan kunjungannya.
”Banyak pengunjung yang sudah ngasih uang panjar (down payment/DP) akhirnya hangus.
Mereka membatalkan perjalanan wisata gara-gara kemacetan yang terjadi. Berita kemacetan tersebar ke mana-mana.
Akhirnya orang malas datang,” ujar Ketua Pokdarwis Banyuwangi Abdul Azis yang juga pengelola GWD.
Jumlah pengunjung ke GWD juga menyusut drastis.
Pada akhir pekan atau libur panjang, biasanya dikunjungi 800 hingga 1.000 wisatawan setiap harinya. Gara-gara kemacetan, hanya 300 pengunjung yang datang setiap harinya selama musim liburan.
”Saya rasa kemacetan panjang juga berimbas terhadap tempat wisata lainnya. Rekan-rekan pengusaha travel juga banyak yang meng-cancel perjalanan akibat kemacetan. Bukan cuma wisatawan yang mau ke Bali, yang ke Banyuwangi juga banyak yang membatalkan,” jelas Aziz.
Selama kemacetan berlangsung, pengelola GWD berinisiatif menyediakan jasa shuttle menggunakan kendaraan roda dua.
Beberapa anggota Pokdarwis diminta menjemput tamu yang terjebak kemacetan.
Ada yang menjemput ke Banyuwangi utara, ada juga yang menjemput di sekitar SPBU Farly. Kala itu kemacetan sudah cukup parah.
”Selama sepekan terjadi kemacetan, jumlah kunjungan wisatawan menurun drastis. Untung kemarin kami kedatangan tamu asing dari Nomaden Tourism,” tandas Aziz.
Editor : Syaifuddin Mahmud