General Manager Ijen Geopark Abdillah Baraas mengatakan, catatan tersebut harus segera dipenuhi. Minimal sebelum revalidasi dilakukan UNESCO pada 2026 nanti. Abdillah mengatakan, public transport cukup diperlukan karena lokasi antara geosite satu dan lainya cukup jauh.
Selain sebagai penghubung lokasi antar-geosite, public transport juga diperlukan di wilayah kota. Sebab, di kota Banyuwangi juga menjadi lokasi penting bagi geopark yang menyimpan banyak sejarah. ”Ada beberapa catatan, salah satunya public transport. Ini yang sepertinya harus segera dipenuhi,” jelas Abdillah.
UNESCO juga menggarisbawahi peran Ijen Geopark agar lebih aktif di forum internasional. Selain itu, UNESCO juga meminta visibilitas Ijen Geopark diperbanyak. Sehingga, wisatawan yang datang melihat dan membaca bagaimana kawasan Ijen benar-benar layak menjadi bagian global geopark.
”Seperti di Alas Purwo. Perlu diperbanyak plang berisi keterangan tulisan. Tidak semua wisatawan bisa mendengarkan cerita, mereka memilih membaca. Ini juga yang akan direvalidasi pada 2026 nanti,” tegasnya.
Abdillah juga mengingatkan, ada banyak geopark yang tidak diperpanjang status global geopark-nya karena berbagai hal. Pihaknya berharap status Ijen Geopark sebagai anggota UGG bisa terus terjaga. ”Kita yang harus berupaya memenuhi standarnya. UNESCO juga memberi kesempatan kepada kita untuk belajar ke jaringan global geopark lainnya di dunia,” tandasnya. (fre/aif/c1) Editor : Syaifuddin Mahmud