Berdasar data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), dari sepuluh destinasi dengan jumlah kunjungan tertinggi, jumlah pengunjung sejak hari ”H” sampai H+7 Idul Fitri mencapai 227.047 orang.
Sementara itu, minat wisatawan berkunjung ke pantai selama libur Lebaran terbilang tinggi. Tidak kurang dari 101.640 orang berkunjung ke sejumlah pantai di kabupaten the Sunrise of Java sejak hari H Lebaran hingga H+7 Idul Fitri.
Bahkan, angka tersebut masih bisa bertambah lantaran data dimaksud hanya diambil dari lima destinasi pantai, seperti Pantai Marina Boom, Pantai Cacalan, Pantai Grand Watudodol (GWD), Pantai Pulau Merah, dan Pantai Gumuk Kantong.
Sekretaris Disbudpar Banyuwangi Choliqul Ridha mengatakan, angka jumlah kunjungan wisatawan ke Banyuwangi masih bisa bertambah. Sebab, masih banyak pengelola destinasi wisata yang belum melaporkan jumlah kunjungan. ”Kita ambil data yang paling tinggi dulu,” ujarnya, Selasa (2/5).
Ridha menambahkan, dibandingkan tahun lalu, angka kunjungan wisatawan tahun ini meningkat cukup signifikan. Pencabutan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) menjadi salah satu faktor pemicu peningkatan jumlah wisatawan.
Masih menurut Ridha, destinasi pantai menjadi primadona karena dianggap cocok sebagai tempat wisata keluarga. Terlebih, Banyuwangi memiliki banyak pantai sehingga membuat wisatawan punya banyak alternatif untuk berwisata. ”Wisata pantai mayoritas diisi wisatawan domestik. Mereka mencari tempat wisata keluarga. Yang paling tinggi (jumlah kunjungan) tanggal 27 Maret,” tuturnya.
Ridha menuturkan, selain menambah pendapatan asli daerah (PAD), dampak peningkatan jumlah wisatawan secara langsung dirasakan pelaku UMKM. Khususnya mereka yang beroperasi atau menjajakan produknya di destinasi wisata. ”Perputaran uang di destinasi yang paling tinggi di warung. Terutama yang menyediakan menu kuliner,” pungkasnya. (fre/sgt/c1) Editor : Ali Sodiqin