Hingga pukul 11.00, terlihat hanya ratusan pengunjung yang datang. Mereka ada yang bermain di pantai, dan tidak sedikit yang melihat gua bekas pertahanan penjajah Belanda. “Kalau dilihat dari jumlah kendaraan yang parkir, masih belum tembus 200 orang,” cetus Sekretaris Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Gumuk Kantong, Syamsul Arifin.
Menurut Arifin, pengunjung yang sepi ini sudah biasa terjadi saat libur Lebaran. Apalagi, libur Hari Raya Idul Fitri tahun ini sedikit lebih Panjang. “Pengunjung biasanya mulai membeludak di hari ketiga Lebaran atau pada Senin (24/4),” ujarnya.
Pada hari pertama dan kedua Lebaran, jelas dia, warga biasanya masih melakukan tradisi silaturahmi dnegan melakukan kunjungan ke rumah kerabat dan saudara. “Baru pada hari ketiga Lebaran, masyarakat banyak yang berwisata,” katanya.
Mengantisipasi membludaknya pengunjung, jelas dia, Pokdarwis sudah menyiagakan petugas parkir. Selain itu, destinasi wisata ini akan menutup apabila pengunjung sudah melebihi kapasitas. “Kalau overload, sementara kami tutup untuk pengunjung yang baru datang,” terangnya.
Arifin menyebut, pengunjung di Pantai Gumuk Kantong ini pernah overload, yaitu saat libur tahun baru 2023 pada Minggu (1/1). Saat itu, pengunjung tembus angka 5000 orang. “Saat itu pernah kami tolak pengunjung yang datang, tapi tetap memaksa masuk, akhirnya tetap kami layani,” dalihnya.
Jumlah pengunjung yang sempat membludak di awal tahun itu, jelas dia, tidak terprediksi oleh Pokdarwis Gumuk Kantong. “Saya sendiri kaget, karena tiba-tiba pengunjung banyak yang datang,” imbuhnya.
Pada libur Lebaran tahun ini, masih kata dia, Pokdarwis tidak menaikkan tarif masuk ke lokasi wisata. Pengunjung hanya dibebani tarif sebesar Rp 10 ribu per sepeda motor, dan Rp 20 ribu per mobil. “Tarifnya tetap, mempertimbangkan dari fasilitas wisata yang ditawarkan di sini,” cetusnya.
Ketua Asosiasi Pokdarwis Banyuwangi, Abdul Azis mengatakan, para pengelola destinasi wisata sudah melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk menyambut libur Lebaran ini, mulai dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Kesehatan, hingga aparat kepolisian. “Ada juga pos penjagaan termasuk dari kepolisian,” jelasnya.
Kesiapan pengelola destinasi wisata ini, jelas dia, sangat penting, apalagi saat ini sudah tidak ada pembatasan kegiatan masyarakat. “Prediksi kenaikan pengunjung bisa di atas 50 persen, atau bahkan di atas 100 persen,” imbuhnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan kunjungan ini, pihak pengelola sudah menyiapkan strategi. Jumlah pengunjung akan disesuaikan dengan kapasitas setiap destinasi wisata. “Nanti akan diterapkan semacam sistem buka tutup. Jika sudah penuh, maka destinasi wisata akan ditutup dulu,” pungkasnya.(gas/abi) Editor : Agus Baihaqi