Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Blue Fire Jadi Destinasi Paling Menarik di Kawah Ijen

Syaifuddin Mahmud • Minggu, 1 Januari 2023 | 16:07 WIB
SEKARANG MEREDUP: Wisatawan melihat dari dekat api biru (blue fire). Pengunjung harus berhati-hati, salah melangkah bisa terperosok ke kawah.
SEKARANG MEREDUP: Wisatawan melihat dari dekat api biru (blue fire). Pengunjung harus berhati-hati, salah melangkah bisa terperosok ke kawah.
RADAR BANYUWANGI – Banyuwangi menyimpan segudang destinasi wisata yang layak dikunjungi pada libur tahun baru. Ada wisata pegunungan, pantai, hingga sungai. Salah satu destinasi favorit yang paling sering dikunjungi yakni Tempat Wisata Alam (TWA) Ijen. Wisatawan bisa menyaksikan keelokan kawah Ijen dengan blue fire-nya.

Kawah Ijen berada di perbatasan antara Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso. Destinasi Ijen memiliki suatu fenomena yang sangat unik, yakni terdapat api biru atau blue fire yang berasal dari terbakarnya gas sulfur gunung api Ijen. Gunung berapi tersebut berada di ketinggian 2.386 mdpl.

TWA Ijen dilengkapi dengan beragam fasilitas. Mulai dari warung makan, toilet, tour guide, lokasi parkir yang luas, dan juga pusat oleh-oleh. Tersedia pula jasa troli yang didorong oleh para penambang belerang bagi pengunjung yang tidak kuat mendaki.

Suhu di Ijen saat ini cukup ekstrem. Wisatawan harus menyiapkan jaket tebal dan peralatan mendaki lainnya. Bagi yang tidak kuat mendaki, cukup mendirikan tenda di kawasan Paltuding. Di sana pengunjung bisa membuat api unggun atau menikmati udara segar lereng Ijen.

Pengunjung bisa berangkat dari Banyuwangi kota pukul 22.00–23.00. Butuh waktu satu jam dari Banyuwangi menuju ke pos Paltuding. Tiba di pos ini tengah malam. Untuk bisa melihat blue fire atau sunrise di puncak, pengunjung disarankan mulai mendaki dari pos Paltuding pukul 02.00 dini hari.

Pada libur tahun baru, TWA Ijen diserbu pengunjung dari berbagai daerah. Wisatawan mancanegara juga menjadikan Ijen sebagai destinasi pilihan. Saking banyaknya pengunjung, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Banyuwangi melarang adanya perayaan malam pergantian tahun baru di TWA Ijen dengan menyalakan kembang api maupun petasan. Larangan tersebut untuk menjaga kelestarian ekosistem flora dan fauna di gunung tersebut.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah V Purwantono mengatakan, larangan menyalakan kembang api dan petasan semata untuk menjaga kelestarian ekosistem di TWA Ijen. ”Pesta kembang api kami larang supaya tidak mengganggu ekosistem yang ada di kawasan konservasi Gunung Ijen,” jelas Purwantono.

Wisatawan tidak perlu kecewa dengan larangan tersebut. Pendakian di kawasan TWA Ijen tetap dibuka seperti biasa. Namun, pengunjung baru diizinkan mendaki pada pukul 02.00. Saat malam pergantian tahun, wisatawan tetap berada di Paltuding (Pos 1).

Aturan ini diterapkan untuk mengantisipasi wisatawan nakal. BKSDA bersama pihak kepolisian akan melakukan penjagaan dan razia petasan. ”Dari aparat kepolisian dan TNI akan standby di posko bersama enam sampai delapan petugas dari BKSDA,” tegas Purwantono.

Pihaknya memberikan kesempatan bagi wisatawan untuk berlibur ke TWA Kawah Ijen. Namun, aturan untuk menjaga kelestarian alam diharapkan dapat dipatuhi. ”Kami harapkan masyarakat ikut menjaga kelestarian lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya dan tidak merusak alam,” pungkasnya. (ddy/aif/c1) Editor : Syaifuddin Mahmud
#Tahun Baru ##kawah ijen #wisata #weekend #liburan