Dari kota Banyuwangi hanya berjarak 10 kilometer dan bisa ditempuh menggunakan sepeda motor maupun kendaraan roda empat. Setelah direvitalisasi, ada banyak hal baru dan jauh lebih keren di AWT dibandingkan sebelumnya. Ya, revitalisasi AWT kini telah dirampungkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Destinasi ini diharapkan akan menjadi daya tarik baru bagi pariwisata Banyuwangi.
Bupati Ipuk Fiestiandani meninjau destinasi yang berlokasi di Desa Tamansuruh tersebut. Dia berkeliling lokasi melihat hasil pengerjaan revitalisasi AWT. Termasuk meninjau gugusan rumah khas suku Oseng dan sejumlah fasilitas lainnya, seperti toilet hingga kolam. Selain itu, landscape yang berpadu dengan kawasan pertanian membuat suasana makin indah dan sejuk.
Bupati Ipuk mengatakan, revitalisasi AWT sudah rampung. Dia pun berterima kasih kepada pemerintah pusat yang terus mendukung pengembangan Banyuwangi. ”Semoga hadirnya AWT dengan wajah baru ini bisa lebih memacu pemulihan ekonomi di Banyuwangi,” ujarnya.
AWT merupakan destinasi seluas 10,5 hektare (ha) yang terletak di Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah. Revitalisasi AWT mengusung konsep Desa Oseng, sebuah desa wisata yang menyuguhkan keotentikan budaya asli suku Oseng yang merupakan masyarakat asli Banyuwangi.
Nuansa khas otensitas budaya Oseng sangat terasa. Gugusan rumah Oseng yang dikelilingi taman bunga menghiasi kawasan tersebut. Pengunjung bakal disuguhi pemandangan pegunungan Ijen dan Selat Bali dari ketinggian sekitar 450 mdpl. Eksotisme pemandangan tersebut bisa dirasakan saat pengunjung berada di aula besar yang dikelilingi kolam air di tengah kawasan tersebut.
AWT didesain menjadi destinasi yang memadukan antara kearifan lokal dengan pemanfaatan teknologi. Selain menyuguhkan atraksi budaya dan kegiatan adat Oseng secara rutin, lokasi ini ke depannya akan dilengkapi perpustakaan digital dan ruang aktivitas Smart Kampung, sebuah program digitalisasi desa yang digagas Banyuwangi.
”Bangunan fisiknya sudah selesai, lanskapnya nanti menjadi pekerjaan pemkab. Ini akan terus kita kerjakan dan sempurnakan bersama dinas-dinas terkait. Harapan kami, seiring penyerahan oleh Kementerian PUPR, pengerjaan lanskapnya juga sudah selesai,” kata Ipuk.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PU Cipta Karya Perumahan dan Permukiman (CKPP) Banyuwangi Danang Hartanto mengatakan, meski telah rampung kawasan AWT masih di bawah kewenangan Kementerian PUPR. ”Saat ini masih dalam tahap pemeliharaan oleh pihak ketiga. Dijadwalkan Mei 2023 baru diserahkan kepada Pemkab Banyuwangi,” ungkapnya.
Meski demikian, kata Danang, Bupati Ipuk telah menginstruksikan jajaran OPD terkait untuk ambil bagian dalam proses penyiapan kawasan tersebut. ”Kami bagi tugas. Misalnya, Dinas Pertanian akan menyiapkan lanskap, Dinas PU-CKPP pemeliharaan fasilitas, dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk pemeliharaan kebersihannya,” kata dia.
Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi M. Khoiri menambahkan, pihaknya telah mulai melakukan penataan lanskap secara bertahap. ”Penanaman pohon yang berumur panjang seperti kelapa dan ketepeng sudah kita lakukan. Taman bunga dan buah akan segera kita kerjakan simultan,” pungkasnya. (sgt/aif/c1) Editor : Syaifuddin Mahmud