Salah satu guide di Ijen, Lutfi mengatakan, saat ini suhu rata-rata di sekitar Paltuding mencapai 10 derajat Celsius. Saking dinginnya, banyak wisatawan asing yang mencari api unggun untuk menghangatkan tubuh sambil menunggu waktu mendaki. ”Dinginnya mulai pukul 2 malam sampai subuh,” ujar guide asal Desa Banjar itu.
Warga Desa Tamansari, Jam’an menambahkan, suhu di sekitar Kawah Ijen semakin dingin dalam sepekan terakhir. Bahkan, senin (4/7) kemarin suhu di sekitar Paltuding sempat mecapai 3 derajat Celsius. ”Embun yang menempel di dedaunan sempat mengkristal. Itu di kawasan Paltuding, di puncak mungkin lebih rendah lagi,” ujarnya.
Prakirawan BMKG Banyuwangi Beny Gumintar menjelaskan, secara global perubahan suhu dingin yang terjadi di jam-jam tertentu diakibatkan adanya low La Nina (La Nina rendah). La Nina mengakibatkan pemanasan di tengah Samudera Pasifik yang berdampak pada bergesernya awan-awan hujan ke daratan. Kondisi ini membuat hujan turun di beberapa tempat meski saat ini sedang musim kemarau.
Di sisi lain, kondisi tersebut menurunkan suhu udara di wilayah yang turun hujan. Suhu terendah biasanya akan terasa di tengah waktu peralihan setelah hujan turun dan matahari terbit. Biasanya, terjadi sekitar pukul 04.00 sampai 05.30. ”Seharusnya saat ini memang musim kemarau. Karena terjadi hujan di beberapa wilayah, suhunya menjadi turun. Makanya terasa dingin sekali,” kata Beny.
Beny mengatakan, kawasan Licin menjadi salah satu lokasi yang mengalami hujan lokal akibat dampak low La Nina, selain Kabat, Glenmore, Songgon, dan Rogojampi. Kondisi ini membuat suhu udara di sekitar kawasan Licin, termasuk Kawah Ijen turun drastis.
Dari perkiraan BMKG, imbuh Beny, suhu di sekitar wilayah Licin ke atas sekarang ini bisa mencapai di minus 10 derajat Celsius. ”Kita tidak bisa memprediksi karena tidak ada termometer yang terpasang di sana. Untuk waktunya kemungkinan setelah munculnya blue fire,” tandasnya. (fre/aif/c1) Editor : Syaifuddin Mahmud