Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Disuguhi Ombak G-Land dan Eksotisnya Red Island

Syaifuddin Mahmud • Sabtu, 21 Mei 2022 | 16:18 WIB
TERBAIK KEDUA DI DUNIA: Keindahan ombak G-Land dijepret dari ketinggian 250 meter kemarin (19/5). Di lokasi ini akan berlangsung event selancar dunia atau World Surf League (WSL) pada 28 Mei hingga 6 Juni mendatang. (Ramada Kusuma/RadarBanyuwangi.id)
TERBAIK KEDUA DI DUNIA: Keindahan ombak G-Land dijepret dari ketinggian 250 meter kemarin (19/5). Di lokasi ini akan berlangsung event selancar dunia atau World Surf League (WSL) pada 28 Mei hingga 6 Juni mendatang. (Ramada Kusuma/RadarBanyuwangi.id)
BANYUWANGI - Menikmati destinasi wisata Banyuwangi dari udara menjadi sensasi tersendiri. Dengan menggunakan pesawat Piper Seneca V PA-34-220T, wisatawan bisa berkeliling menikmati panorama wisata Banyuwangi dari ketinggian 250 meter hingga 800 meter.

Kru Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa) Kamis (19/5) mendapat kesempatan terbang satu jam di atas langit Banyuwangi. Dari empat rute yang ditawarkan, kami memilih rute Djawatan–Pantai Wedi Ireng–Green Bay (Teluk Ijo)–Red Island (Pulau Merah)–Pantai Muncar, dan Pantai Plengkung (G-Land).

Besi terbang yang kami tumpangi jenis pesawat latih dengan empat penumpang yang dipiloti Kapten Imam Fadilah dan Co-Pilot Arif.  Start dari Bandara Banyuwangi dengan durasi terbang satu jam. Pesawat take-off pukul 12.00 dengan kecepatan angin 20 knot. Ini sungguh penerbangan yang bikin cemas karena angin berembus cukup kencang siang itu. ”Pasrah saja, gak usah panik. Banyak baca selawat,” ujar Gerda memberi semangat kepada fotografer Ramada Kusuma yang kelihatan cemas ketika pesawat hendak take-off.

Photo
Photo
GELIAT NELAYAN: Perahu nelayan berjejer rapi di Pelabuhan Ikan Muncar. Kecamatan Muncar dikenal sebagai penghasil ikan terbesar di Indonesia. (Ramada Kusuma/RadarBanyuwangi.id)

Turut dalam rombongan penerbangan adalah Direktur JP-RaBa Samsudin Adlawi, Pemimpin Redaksi (Pemred) Syaifuddin Mahmud, Manajer Event/Radar Banyuwangi TV Gerda Sukarno, dan fotografer Ramada Kusuma. Pesawat ringan milik Akademi Penerbang Indonesia (API) menyediakan kapasitas empat seat. Meski agak sempit, tempat duduknya cukup nyaman. Kami bisa berbincang langsung dengan pilot maupun co-pilot karena tidak ada penyekat.

Selama penerbangan, Co-Pilot Arif merangkap sebagai guide. Dia memandu titik-titik destinasi wisata yang dilintasi pesawat latih tersebut. Dengan ketinggian terbang 250 meter, sesekali jari telunjuk Arif mengarah ke  lokasi wisata yang dilewati. ”Itu destinasi wisata Djawatan. Dilihat dari atas pohonnya hijau sekali. Itu Gunung Srawet,” kata Arif ketika pesawat berada di atas Djawatan dan Gunung Srawet, Bangorejo.

Perjalanan pesawat kemudian dilanjutkan ke arah Pulau Merah. Pemandangan laut dengan ombak warna putih terlihat jelas dari udara. Bukit-bukit berdiri kokoh di tengah laut laksana Raja Ampat. Goncangan pesawat semakin kencang ketika melintasi dua bukit. ”Rasanya mak nyut. Kayaknya ada turbulensi sehingga guncangan pesawat semakin keras,” kata Syaifuddin yang duduk di samping Ramada Kusuma. Di depannya duduk Direktur JP-RaBa Samsudin Adlawi dan Gerda.

Gerda terlihat sibuk memainkan ponsel dan kamera besar untuk mengambil gambar video yang dianggap bagus. Demikian juga dengan Ramada yang sejak awal sibuk menjepret objek foto yang dianggap menarik. ”Ini pengalaman kedua saya mengambil gambar dari udara. Sebelumnya saya pernah naik helikopter mengitari langit Banyuwangi. Naik pesawat suaranya lebih tenang dibanding helikopter yang memekakkan telinga,” kata Ramada.

Tak terasa, perjalanan pesawat pun sampai di atas langit Pulau Merah dan tambang emas BSI. Dari udara terlihat jelas proses penambangan. Bukit yang ditambang terlihat krowak yang bertolak belakang dengan pemandangan hijaunya pepohonan di sekitarnya. ”Pulau Merah sungguh eksotik. Bukitnya mirip Raja Ampat. Deburan ombaknya  saling kejar-kejaran,” kata Ramada.

Photo
Photo
SATU JAM DI UDARA: (dari kanan) Direktur JP-RaBa Samsudin Adlawi, fotografer Ramada Kusuma, Pemred Syaifuddin Mahmud, dan tim digital Radar Banyuwangi TV Gerda Sukarno. (Ramada Kusuma/RadarBanyuwangi.id)

Dari Pulau Merah, Pilot Imam Fadilah mengarahkan pesawat menuju Pantai Plengkung. Dari atas terlihat jelas ombak G-Land yang sebentar lagi bakal digelar ajang selancar kelas dunia. Tower judge yang berdiri di tengah laut terlihat jelas. Demikian pula dengan deretan tiang listrik yang berdiri kokoh di dasar laut untuk pasokan listrik event WSL tersebut. ”Pantai Plengkung memang tiada duanya. Layak untuk event surfing kelas dunia,” kata Gerda.

Joy flight menggunakan pesawat latih dari Akademi Penerbang Indonesia (API) Banyuwangi sungguh penuh sensasi. Wisatawan diajak menikmati panorama wisata di kabupaten berjuluk the Sunrise of Java tersebut. ”Saya sangat berkesan bisa melihat suasana Banyuwangi dari atas ketinggian, termasuk destinasi wisata alam di Banyuwangi,” ungkap Syaifuddin Mahmud.

Meski tiupan angin cukup kencang, yakni 20 knot, pesawat Piper Seneca V masih cukup tangguh dan kuat melewati pegunungan, melewati air, hingga terbang malam hari. ”Anginnya sangat kencang, rasanya mau mabuk tapi sangat berkesan,” timpal Ramada.

Menurut Ramada, sensasi pengalaman berbeda yang tidak ditemui di daerah lainnya saat berlibur dengan melihat langsung Banyuwangi dari angkasa. ”Pemandangannya sangat indah, kebetulan pas melintas di atas G-Land deburan ombak berkejaran sangat terlihat jelas,” kata Ramada sembari menunjukkan hasil jepretannya.

Bagi wisatawan yang menginginkan pengalaman berlibur berkesan bisa mencoba joy flight tersebut. Tentu akan menjadi cerita yang tidak bisa dilupakan dan pengalaman berbeda. Selain bisa merasakan sensasi naik pesawat, juga melihat langsung bagaimana potret keindahan alam Banyuwangi dari udara.

Photo
Photo
UTAMAKAN KESELAMATAN: Pesawat latih milik Akademi Pilot Indonesia (API) jenis Piper Seneca V PA-34-220T siap membawa wisatawan keliling Banyuwangi dari udara. (Ramada Kusuma/RadarBanyuwangi.id)

Pilot pesawat Piper Seneca V Kapten Imam Fadilah mengatakan, pesawat yang dipakai terbang kemarin multiengine. Pesawat ini cukup nyaman menampung enam orang termasuk pilot. Pesawat ini menggunakan glass cockpit versi modern dilengkapi dengan Penglihatan Sintetik (SVS) atau Enhanced Vision Systems (EVS). ”Untuk bisa melihat destinasi wisata ternama di Banyuwangi hanya butuh waktu satu jam,” katanya.

Mengenai adanya guncangan saat naik pesawat, hal tersebut hal lumrah karena pesawat kecil dibanding pesawat komersial pada umumnya. Selain itu, karena memang cuaca atau tiupan angin hari itu cukup kuat dan kencang. Jika biasanya kecepatan angin di kisaran 17 knot, pada Kamis siang (19/5) kecepatan angin mencapai 20 knot. Namun, semuanya masih bisa teratasi. Pesawat bisa terbang dan mendarat dengan selamat. ”Bagi yang ingin mencoba, silakan datangi Akademi Penerbang Indonesia (API) Banyuwangi,” tandasnya.

Pengalaman pertama mencarter pesawat kemarin difasilitasi oleh Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Banyuwangi H Haris Yudi Helmi (HYH). Penerbangan sempat tertunda karena terbentur dengan jadwal libur panjang. Bagi media seperti JP-RaBa kesempatan mengambil gambar dari udara merupakan hal yang sangat istimewa. ”Foto-foto dan video tersebut akan menjadi bagian data yang mahal buat kami. Kehilangan momen atau kehilangan data ibarat musibah besar bagi sebuah media mainstream,” kata Sidrotul Muntaha, Manajer Iklan JP-RaBa yang menjalin kerja sama dengan H Yudi Helmi.

Setidaknya, ada empat pilihan rute untuk menjelajahi langit Bumi Blambangan. Semua rute yang dilalui merupakan destinasi wisata unggulan Banyuwangi.  Ada dua pilihan pesawat yang bisa dicarter, yakni Piper Seneca V PA-34 220T dengan enam penumpang termasuk pilot dan co-pilot dan Cessna 172 Skyhawk berisi 4 penumpang termasuk pilot dan co-pilot. Jangan khawatir dengan kemampuan pilot dan co-pilotnya. Mereka sudah memiliki jam terbang tinggi, yakni 15.000 jam.

Berikut pilihan rute untuk menjelajah langit Banyuwangi. Pilihan pertama, start Bandara BWX–Boom Beach–Ijen Crater–Ketapang–Gilimanuk–Tabuhan Island–Baluran–Waduk Bajulmati–North Moutains–Bandara Banyuwangi. Kedua, Bandara BWX–Djawatan–Wedi Ireng–Green Bay–Red Island–Pelabuhan Ikan Muncar–Bandara BWX. Pilihan ketiga, Bandara BWX–Djawatan–Fisherman Village–One Beach Stone–Silir Stopan–Red Island. Pilihan terakhir, Bandara BWX–Muncar –Cluring–Genteng–Boom Beach. (ddy/aif/c1) Editor : Syaifuddin Mahmud
#bandara banyuwangi #plengkung #banyuwangi dari udara #wisata dari langit #pulau merah #alas purwo #g-land