BLIMBINGSARI – Untuk menunjang pendapatan selama pandemi Covid-19, nelayan Pantai Blimbingsari mulai mengembangkan budi daya ikan melalui keramba apung. Peluncuran dilakukan Minggu (13/2) di Pantai Blimbingsari.
Selain menjadi budi daya ikan, rumah apung tersebut diharapkan bisa menjadi daya tarik wisatawan, khususnya penghobi mancing. Gagasan mendirikan keramba apung tersebut muncul karena impitan ekonomi imbas pandemi Covid-19. Gara-gara pandemi, penghasilan nelayan menurun drastis.
Selama ini, nelayan Blimbingsari mencari ikan hingga ke laut lepas dan Selat Bali. Beratnya medan yang ditempuh nelayan, menginisiasi Pemerintah Desa Blimbingsari mendirikan keramba ikan dan rumah apung. Tujuannya untuk memberikan tambahan penghasilan bagi kelompok nelayan.
Selama ini hasil menangkap ikan tidak imbang dengan yang dikerjakan. Pengeluaran tidak sebanding dengan hasil yang diperoleh. Kadang pulang melaut hanya dapat satu sampai tiga kilogram ikan. ”Dengan adanya budi daya keramba ikan dan rumah apung, bisa menjadikan sumber pendapatan baru bagi nelayan,” ujar Kepala Desa Blimbingsari Muhbiruddin.
Keberadaan keramba ikan tersebut juga diharapkan bisa menjadi destinasi wisata baru di Pantai Blimbingsari. Sehingga bisa meningkatkan kunjungan wisatawan ke Pantai Blimbingsari. ”Kalau makin banyak wisatawan yang datang, tentu akan berbelanja dan menikmati kuliner ikan bakar di pantai ini,” katanya.
Dengan hadirnya keramba ikan, masyarakat bisa memanfaatkan untuk budi daya ikan jenis kerapu, kakap, dan lobster. Pengunjung bisa menikmati spot baru sembari memancing ikan. Pengunjung tidak perlu memancing sampai ke tengah laut dengan naik perahu. ”Cukup di atas rumah apung, sudah bisa memancing dan mendapatkan ikan,” kata Muhbiruddin.
Komandan Pos TNI AL Blimbingsari Letda Laut (P) Triyono berharap keberadaan keramba ikan dan rumah apung tersebut mampu meningkatkan perekonomian nelayan. Tidak hanya dari sektor perikanan, tetapi juga dari sektor pariwisata.
”Semoga pendapatan nelayan bisa bertambah dengan adanya keramba ikan dan rumah apung ini. Mereka tidak hanya memancing dan menebar jaring di tengah laut, tetapi bisa mendapatkan pemasukan tambahan,” harap Triyono.
Editor : Ali Sodiqin