KABAT, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Meski destinasi wisata sudah resmi dibuka, Antogan waterpark masih tutup. Sepi pengunjung dan minimnya sumber air diduga menjadi penyebab wisata pemandian yang berada di Desa Bunder, Kecamatan Kabat, itu belum kunjung dibuka.
Sebenarnya, akses menuju lokasi objek wisata ini cukup mudah. Lokasinya juga tidak terlalu jauh dari Jalan Raya Kabat. Kondisi jalan pun sudah diaspal.
Namun, pantauan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi di lokasi tersebut Jumat lalu (15/10), tidak ada aktivitas dari pengelola wisata. Kolam renang yang tersedia tidak terisi dengan air dan banyak daun berguguran tidak dibersihkan.
Warga Desa Bunder, Slamet Riyadi menuturkan, sudah lama tempat wisata itu tidak beroperasi. Pemasukan dari hasil penjualan tiket masuk dinilai tidak mencukupi kebutuhan biaya operasional. ”Sepi pengunjung, daripada rugi mungkin lebih baik ditutup. Kemarin juga ada masalah sumber airnya kecil,” ujarnya.
Tempat ini memiliki sejarah yang kental dalam perjuangan rakyat Banyuwangi melawan penjajah Belanda. Banyak lorong persembunyian yang berada di antara batu-batu besar yang mengelilingi air terjun Antogan.
Selain itu, Antogan juga dikenal sebagai tempat bertapanya Rempeg Jogopati, pemimpin perang Puputan Bayu saat berperang melawan VOC yang saat itu mulai menduduki Bumi Blambangan.
Editor : Rahman Bayu Saksono