BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi - Setelah ditutup karena imbas pandemi, Pantai Marina Boom kembali dibuka. Tempat wisata pantai yang terdekat dari pusat kota Banyuwangi ini, punya keterikatan sejarah yang kuat terkait wisata dengan masyarakat Bumi Blambangan.
Hasil pantauan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, nyaris setiap hari pengunjung berdatangan ke objek wisata yang berlokasi di Kelurahan Kampung Mandar, Kecamatan Banyuwangi ini. Terutama di pagi, sore, dan malam hari.
Salah satu pengunjung, yakni Tirta mengatakan, dirinya sengaja datang ke Pantai Boom menjelang matahari terbenam. ”Saya lihat di Instagram teman saya, pemandangan Pantai Boom ini sangat indah saat langit sudah gelap,” ujar warga asal Surabaya tersebut.
Ya, Pantai Marina Boom tidak hanya menawarkan panorama lanskap pantai yang indah di siang hari. Lebih dari itu, di destinasi wisata yang satu ini pengujung juga bisa berfoto ria di jembatan ikonik serta gedung tua yang berlokasi di kawasan pantai tersebut. Bahkan, di malam hari, jembatan serta gedung tua itu semakin eksotis berkat temaram lampu aneka warna.
Lebih dari itu, Pantai Boom juga menawarkan nilai plus lain yang mungkin belum diketahui banyak orang. Destinasi wisata yang satu ini menyimpan nilai historis yang sangat kuat tentang keterikatan Banyuwangi dengan Kota Broome, Australia.
Banyuwangi dan Australia, tepatnya Benua Kanguru bagian barat itu, pernah terkoneksi pada awal abad 18 silam. Itu terjadi karena Banyuwangi dan Kota Broome berada dalam satu jalur telegram bawah laut yang dibangun Inggris mulai dari Eropa hingga Australia.
Kantor operator telegram di Banyuwangi dan Broome memiliki kesamaan arsitektur. Nama Banyuwangi juga tertera dengan jelas di dokumen kontrak pemasangan kabel bawah laut dengan tajuk ”Banyuwangie and Australia Western Cable”. Dokumen ini masih tersimpan dengan rapi di museum Kota Broome.
Editor : Rahman Bayu Saksono