JawaPos.com - Penutupan tempat pariwisata di Kabupaten Banyuwangi pada liburan tahun baru, termasuk Pantai Pulau Merah di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, membuat pengelola kehilangan pemasukan hingga puluhan juta rupiah.
Tidak hanya itu, sektor pendukung seperti warung, penjual keliling, penyedia layanan, dan homestay juga kehilangan pendapatan. Sebab, mereka tidak boleh buka dan dilarang menerima tamu. “Potensi keuntungan Rp 50 juta lebih dalam dalam sehari hilang,” terang ketua Pokdarwis Pulau Merah, Kecamatan Pesanggaran, Rakih.
Keuntungan Rp 50 juta yang melayang itu, terang dia, didapatkan dari perkiraan angka kunjungan di Pantai Pulau Merah pada liburan Tahun Baru 2019. Setiap tahun baru, jumlah pengunjung di Pulau Merah minimal 5.000 orang dengan tiket Rp 10 ribu per orang. “Itu dalam sehari, libur 1 Januari,” ujarnya.
Kerugian Rp 50 juta itu, jelas dia, dari tiket masuk saja, belum termasuk parkir kendaraan, atau penghasilan para pemilik warung dan lainnya. “Kalau pengunjung kita ambil 5.000 orang, itu tiket masuk dapat Rp 50 juta. Liburan tahun baru ini waktunya panen bagi pemilik warung, tapi tahun ini harus puasa,” ungkapnya.
Pengunjung di Pantai Pulau Merah selama pandemi Covid-19, terang dia, masih cukup tinggi. Saat diberlakukan kebiyaaan anyar, pengunjung juga sangat tinggi. “Pengunjung membeludak, terutama saat hari libur,” katanya.(sli/abi)