LICIN – Fenomena suhu dingin yang melanda hampir seluruh Indonesia juga mulai menyerang Banyuwangi. Tak terkecuali kawasan Tempat Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen. BKSDA menyebutkan, suhu di kawan tersebut sempat mencapai suhu 7 derajat Celsius.
Kepala BKSDA Wil V Jatim Sumpena mengatakan, dalam seminggu terakhir suhu terdingin di Kawah Ijen mencapai 8 hingga 7 derajat Celsius. Padahal, sebelumnya suhu terdingin di sana mencapai 10 derajat Celsius dengan suhu rata-rata sekitar 16 derajat Celsius. Dengan penurunan suhu ini, menurutnya BKSDA hanya bisa melakukan imbauan agar para pendaki maupun pengunjung bisa menggunakan pakaian yang disesuaikan dengan kondisi suhu.
Namun, walaupun kondisi cukup dingin, sumpena mengatakan jika para pengunjung tetap stabil. Di hari-hari weekend seperti Sabtu dan Minggu, rata-rata pengunjung ke TWA mencapai 1.000-an orang. Sedangkan di hari-hari biasa jumlah pengunjung mencapai 200 sampai 300 orang.
”Kita hanya bisa memberikan imbauan saja kepada para pengunjung. Kondisi memang sangat dingin tapi semuanya masih stabil,” tegasnya.
Sementara itu, Prakirawan BMKG Banyuwangi Ibnu Haryo mengatakan, dalam bulan Juli hingga Agustus kondisi cuaca di Banyuwangi berada di kisaran 23 sampai 31 derajat Celsius. Selain karena memang berada dalam tren cuaca dingin, kondisi angin timur dari Australia yang berdampak kepada nyaris semua wilayah di Indonesia turut memengaruhi dinginnya cuaca di Banyuwangi.
”Angin kering yang berasal dari Australia ini membuat panas bumi menjadi mudah terlepas. Sehingga suhu dingin yang terasa. Puncaknya nanti di bulan Agustus dan September,” imbuh Ibnu.
Sedangkan untuk kawasan TWA Ijen, Ibnu menambahkan, suhu rata-rata di siang hari bisa mencapai 14 derajat Celsius. Sedangkan untuk malam hari kondisi suhu rata-rata 12 derajat Celsius.
Meski kondisi Ijen cukup dingin, Insta salah seorang pengunjung yang diwawancarai JP RaBa mengaku tidak mempermasalahkannya. Pengunjung yang sudah tiga kali mendaki Kawah Ijen itu mengaku pernah mengalami kondisi Ijen yang jauh lebih dingin.
”Ini masih bisa ditahan dinginya, saya dulu pernah ke Ijen malam hari suhunya sekitar 5 derajat Celsius, tapi masih tetap kuat. Yang penting jaketnya tebal dan jangan lupa kaus tangan, kaus kaki, dan penutup kepala,” ujar wanita asal Singojuruh itu.
Editor : Rahman Bayu Saksono