Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Wisata Antogan Kesulitan Air

Rahman Bayu Saksono • Sabtu, 24 Maret 2018 | 14:15 WIB
wisata-antogan-kesulitan-air
wisata-antogan-kesulitan-air


KABAT - Di tengah maraknya promosi wisata Banyuwangi, objek wisata air Antogan di Desa Bunder, Kecamatan Kabat, justru malah seperti hilang ditelan bumi. Padahal, tempat wisata legendaris itu saat ini sudah banyak berbenah. Beberapa objek dan fasilitas tambahan pun ditambahi.



Sebenarnya, akses menuju lokasi objek ini dari Jalan Raya Kabat cukup mudah. Di samping jalan yang sudah diaspal, juga jalur menuju lokasi tidak terlalu jauh. Namun, pantauan koran ini di lokasi tersebut menunjukkan kondisi yang cukup sepi.



Kepala Desa Bunder Samirin mengungkapkan, sejak dua tahun belakangan ini kondisi Antogan memang malah sepi. Padahal, pengelola sudah melakukan peningkatan dengan membangun sejumlah kolam di dalamnya. Informasi yang dia ketahui, hal ini karena ada kendala air yang tidak bisa dipompa untuk memenuhi kolam yang lain. ”Ya, sudah dua tahunan ini sepertinya sepi,” ucapnya.



Masih menurut Samirin, kepemilikan objek tersebut merupakan pribadi dan bukan milik desa. Informasi yang dia ketahui, pihak pengelola berkeinginan mengalih-tangankan objek tersebut. ”Desa tidak ikut-ikut. Kabarnya sudah mau dijual,” ucapnya.



Hal tersebut dikuatkan Camat Kabat Susanto Wibowo. Menurutnya, lokasi tersebut dimiliki perorangan dan pihaknya kesulitan jika harus ikut mempromosikan. Sumber air yang ada dianggap kurang memenuhi jumlah. ”Kita mau promosikan itu milik perorangan dan kabarnya airnya kurang,” ucapnya.



Sementara itu, Misbah Hadi, 40, salah satu pihak pengelola Antogan mengungkapkan, setelah dilakukan pembangunan, pihaknya justru mengalami kendala terkait manajemen air. Sumber air yang ada dianggap terlalu kecil dan sulit disalurkan ke kolam lainnya. ”Airnya memang kecil,” ucapnya.



Kendati demikian, kata dia, objek tersebut masih dibuka dan masih bisa digunakan untuk menggelar kegiatan dengan jumlah masa besar. ”Masih dibuka. Kemarin ada kegiatan,” jelasnya. (*)



Editor : Rahman Bayu Saksono
#kabat