Cara Sambung Tomat dengan Pokak agar Lebih Kuat, Ini Teknik Grafting dan Perawatannya

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Sabtu, 10 Oktober 2026 | 11:25 WIB
Cara menyambung pucuk terong pokak dengan tomat. (Tangkapan layar Instagram @heri.uswanto, TikTok @Hanif Agro, dan TikTok @tiwi)
Cara menyambung pucuk terong pokak dengan tomat. (Tangkapan layar Instagram @heri.uswanto, TikTok @Hanif Agro, dan TikTok @tiwi)

RADAR BANYUWANGI - Tomat mudah layu saat terserang penyakit tular tanah? Teknik sambung pucuk dengan pokak atau cempokak bisa menjadi alternatif untuk menguji ketahanan tanaman, asalkan kedua tanaman kompatibel dan proses penyambungan dilakukan dengan benar. Metode grafting ini menggabungkan pucuk tomat sebagai batang atas dengan pokak (Solanum torvum) sebagai batang bawah yang memiliki sistem perakaran kuat.

Teknik sambung tomat dengan pokak dapat dilakukan menggunakan pisau tajam steril, pengikat plastik, dan sungkup transparan. Kunci keberhasilannya terletak pada ketepatan pertemuan jaringan kambium, kondisi tanaman saat disambung, serta pengaturan kelembapan selama masa pemulihan.

Bagi petani dan pekebun rumahan, metode ini menarik untuk dicoba sebagai upaya meningkatkan ketahanan tanaman terhadap gangguan tertentu dan memperpanjang masa produktif. Namun, sambungan tomat dan pokak tidak otomatis berhasil atau kebal terhadap penyakit layu fusarium. Tingkat keberhasilannya bergantung pada kecocokan kedua tanaman, teknik penyambungan, serta kondisi budidaya.

Mengenal Teknik Grafting Tomat dengan Pokak

Sambung pucuk atau grafting merupakan teknik perbanyakan vegetatif dengan menyatukan dua bagian tanaman. Batang bawah atau rootstock berfungsi menyediakan sistem perakaran, sedangkan batang atas atau scion merupakan bagian yang akan membentuk tajuk dan menghasilkan buah.

Dalam teknik ini, tanaman pokak atau cempokak (Solanum torvum) digunakan sebagai calon batang bawah, sementara pucuk tomat (Solanum lycopersicum) menjadi batang atas.

Pokak dikenal memiliki perakaran yang kuat dan digunakan sebagai batang bawah pada sejumlah praktik budidaya tanaman dari kelompok terung-terungan. Meski demikian, kecocokan pokak dengan tomat perlu diuji karena keduanya merupakan spesies berbeda. Ketahanan terhadap layu fusarium juga bergantung pada jenis patogen, varietas, dan kondisi lingkungan.

Alat dan Bahan untuk Sambung Tomat

Sebelum memulai penyambungan, siapkan perlengkapan berikut:

Pilih batang yang tidak terlalu muda atau terlalu tua. Batang harus cukup kuat untuk menahan sambungan, tetapi masih aktif tumbuh sehingga jaringan dapat menyatu.

6 Langkah Sambung Tomat dengan Pokak

1. Siapkan batang bawah pokak

Pilih pokak yang sehat dan sedang tumbuh aktif. Usia sekitar dua hingga tiga bulan setelah semai dapat dijadikan perkiraan awal, tetapi ukuran batang dan kondisi tanaman lebih penting daripada umur semata.

Potong bagian atas pokak pada ketinggian yang sesuai, misalnya sekitar 10 sentimeter dari permukaan media. Sesuaikan dengan ukuran bibit dan bagian batang yang cukup kokoh.

Belah bagian tengah batang secara vertikal sedalam sekitar dua sentimeter. Gunakan pisau steril dan pastikan sayatan rapi agar batang atas dapat masuk dengan baik.

Hindari menyentuh permukaan sayatan dengan tangan karena kontaminasi dapat meningkatkan risiko pembusukan.

2. Siapkan pucuk tomat sebagai batang atas

Pilih pucuk tomat yang sehat, tidak layu, dan bebas gejala penyakit. Potong bagian pucuk dengan panjang yang sesuai, lalu kurangi sebagian daunnya untuk menekan kehilangan air.

Bentuk pangkal batang tomat menyerupai pasak atau huruf V dengan dua sisi sayatan yang rata. Panjang sayatan sekitar 1,5–2 sentimeter dapat digunakan sebagai panduan, menyesuaikan diameter batang.

Lakukan pemotongan dengan satu gerakan bersih menggunakan pisau tajam. Sayatan yang kasar atau berulang dapat merusak jaringan dan menghambat penyatuan.

Penggunaan bawang merah sebagai bahan perangsang tumbuh tidak wajib. Bukti bahwa olesan bawang merah pada luka sambungan dapat meningkatkan keberhasilan teknik ini masih terbatas, sehingga kebersihan alat dan ketepatan penyambungan lebih penting untuk diprioritaskan.

3. Satukan batang tomat dan pokak

Masukkan pangkal pucuk tomat berbentuk V ke dalam belahan batang pokak. Pastikan kedua bagian terpasang stabil dan tidak mudah bergeser.

Hal paling penting adalah mempertemukan jaringan kambium pada batang atas dan batang bawah. Kambium merupakan jaringan aktif yang berperan dalam pembentukan jaringan baru saat proses penyatuan berlangsung.

Jika diameter kedua batang berbeda, jangan memaksakan posisi tepat di tengah. Usahakan jaringan kambium bertemu pada setidaknya satu sisi.

Pertemuan jaringan yang tepat meningkatkan peluang penyatuan, sedangkan celah yang terlalu besar dapat membuat sambungan kehilangan kelembapan dan gagal berkembang.

4. Ikat sambungan dengan rapat

Gunakan pita sambung atau plastik lentur untuk menjaga kedua batang tetap menempel. Ikat dari bagian bawah menuju atas secara rapi jika metode pengikatan yang digunakan memungkinkan.

Ikatan harus cukup kuat untuk mencegah batang bergeser, tetapi tidak terlalu kencang hingga meremukkan jaringan.

Pastikan area sambungan terlindungi dari air yang menggenang. Namun, hindari anggapan bahwa sambungan harus dibuat kedap udara sepenuhnya. Yang terpenting adalah menjaga jaringan tetap lembap tanpa menciptakan kondisi terlalu basah yang memicu pembusukan.

5. Pasang sungkup transparan

Tutup bagian pucuk tomat menggunakan sungkup plastik transparan untuk membantu mempertahankan kelembapan udara dan mengurangi penguapan.

Letakkan tanaman di tempat teduh dengan cahaya tidak langsung. Hindari sinar matahari terik karena suhu di dalam sungkup dapat meningkat dan membuat pucuk kehilangan air lebih cepat.

Periksa kondisi tanaman setiap hari. Jika sungkup terlalu panas atau bagian dalamnya terus-menerus basah, atur ventilasi agar tidak terjadi penumpukan panas dan kelembapan berlebihan.

6. Rawat selama 2–3 minggu

Masa pemulihan awal biasanya berlangsung sekitar dua hingga tiga minggu, tetapi waktu penyatuan dapat berbeda-beda bergantung pada kondisi tanaman dan lingkungan.

Selama periode tersebut, jaga media tetap lembap, bukan tergenang. Jangan terlalu sering membuka sungkup atau menggerakkan sambungan karena jaringan yang baru menyatu masih rentan.

Jika pucuk tetap segar dan tunas baru mulai berkembang, buka sungkup secara bertahap. Setelah tanaman mampu beradaptasi dengan kelembapan lingkungan, tingkatkan paparan cahaya secara perlahan.

Jangan langsung memindahkan tanaman ke tempat yang terkena matahari terik sebelum pertumbuhannya stabil.

Kapan Waktu Terbaik Menyambung Tomat dengan Pokak?

Penyambungan sebaiknya dilakukan pada pagi hari sebelum suhu meningkat atau sore hari ketika sinar matahari tidak terlalu terik.

Pagi hari menjadi pilihan yang baik karena tanaman umumnya belum mengalami tekanan panas berlebihan. Hindari penyambungan ketika tanaman sedang layu akibat kekeringan atau mengalami stres karena suhu tinggi.

Kondisi cuaca juga perlu diperhatikan. Pada musim hujan, lindungi tanaman dari hujan deras dan kelembapan berlebihan. Saat musim kemarau, pastikan media tidak kering dan sungkup tidak menimbulkan panas berlebih.

Keberhasilan tidak ditentukan oleh jam atau musim saja. Kebersihan alat, kondisi batang, dan kecocokan kedua tanaman tetap menjadi faktor utama.

Tanda Sambungan Tomat Berhasil atau Gagal

Pemeriksaan dapat mulai dilakukan setelah sekitar tujuh hari, tanpa membongkar atau menarik sambungan.

Tanda sambungan berpotensi berhasil:

Tanda sambungan berpotensi gagal:

Daun yang sedikit layu pada awal proses belum tentu menandakan kegagalan. Namun, jika pucuk terus mengering atau membusuk, kemungkinan sambungan tidak berhasil menjadi lebih besar.

Apakah Tomat Sambung Pokak Bisa Tahan Layu Fusarium?

Sambung tanaman menggunakan batang bawah yang tahan terhadap patogen tertentu merupakan salah satu pendekatan yang dapat membantu mengurangi risiko penyakit tular tanah. Akan tetapi, efektivitasnya bergantung pada kecocokan batang bawah dan batang atas serta jenis patogen yang menyerang.

Karena pokak dan tomat merupakan spesies berbeda, kompatibilitas sambungan perlu dipastikan melalui pengujian. Sambungan yang tampak hidup pada minggu pertama belum tentu mampu mendukung pertumbuhan dan produksi buah dalam jangka panjang.

Pekebun sebaiknya menguji beberapa tanaman terlebih dahulu dan membandingkannya dengan tomat tanpa sambungan. Amati tingkat kelangsungan hidup, pertumbuhan, gejala penyakit, pembungaan, dan hasil buah.

Perlu diingat, layu pada tomat tidak selalu disebabkan fusarium. Gangguan akar, bakteri, drainase buruk, dan kekurangan air juga dapat menimbulkan gejala serupa. Identifikasi penyebab yang tepat tetap diperlukan sebelum menyimpulkan bahwa teknik sambung berhasil mengendalikan penyakit.

Perawatan Tomat Setelah Sambungan Menyatu

Setelah tanaman pulih, lakukan perawatan lanjutan agar pertumbuhannya tidak terganggu.

Adaptasi sinar matahari. Kenalkan tanaman pada cahaya matahari pagi secara bertahap sebelum ditempatkan di area budidaya utama.

Penyiraman terukur. Jaga media tetap lembap dan pastikan drainase berjalan baik. Hindari genangan yang dapat merusak akar.

Pengendalian tunas pokak. Buang tunas yang tumbuh dari batang bawah di bawah titik sambungan agar tidak bersaing dengan tajuk tomat.

Pemberian pupuk. Setelah tanaman pulih dan tumbuh aktif, berikan pupuk sesuai kebutuhan tomat, kondisi media, dan petunjuk pemakaian.

Pelepasan pengikat. Periksa ikatan secara berkala. Kendurkan atau lepaskan ketika batang membesar dan sambungan telah cukup kuat, agar pengikat tidak melukai batang.

Pemantauan penyakit. Amati perubahan warna daun, kondisi pangkal batang, dan pertumbuhan tanaman. Sambungan tidak menggantikan kebutuhan akan sanitasi, drainase baik, dan pengelolaan penyakit terpadu. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Batang bawah pokak Cara sambung pucuk Sambung tomat Grafting tanaman tomat Layu fusarium tomat