Cara Menanam Terong dalam Pot di Lahan Sempit, Ini Kunci agar Rajin Berbuah

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 15:07 WIB
Cara menanam terong dalam pot di lahan sempit ternyata mudah. Simak tips memilih pot, media tanam, sinar matahari, penyiraman, dan suhu yang tepat. (Tangkap layar YouTube DIY Garden)
Cara menanam terong dalam pot di lahan sempit ternyata mudah. Simak tips memilih pot, media tanam, sinar matahari, penyiraman, dan suhu yang tepat. (Tangkap layar YouTube DIY Garden)

RADAR BANYUWANGI – Cara menanam terong dalam pot bisa menjadi solusi praktis bagi Anda yang ingin memanen sayuran sendiri meski tidak memiliki halaman luas. Dengan pot berukuran memadai, media tanam kaya nutrisi, paparan sinar matahari yang cukup, serta penyiraman yang tepat, tanaman terong tetap dapat tumbuh subur dan produktif di teras maupun halaman rumah.

Terong termasuk tanaman sayuran yang menyukai kondisi hangat dan banyak cahaya. Karakter tersebut membuatnya relatif cocok dibudidayakan di area terbatas, termasuk menggunakan pot atau wadah tanam.

Dilansir dari Balcony Garden Web, terong dapat ditanam dari benih maupun bibit. Bagi pemula, menggunakan bibit cenderung lebih praktis karena tanaman telah melewati fase awal perkecambahan. Namun, menanam dari benih juga dapat dilakukan selama kebutuhan suhu, kelembapan, air, dan cahaya terpenuhi.

Lantas, bagaimana cara menanam terong dalam pot agar tanaman tumbuh sehat dan mampu menghasilkan buah?

Mulai dari Benih atau Pilih Bibit

Langkah pertama adalah menentukan bahan tanam. Jika menggunakan benih, sekitar dua benih dapat ditanam pada setiap sel wadah persemaian.

Benih juga dapat langsung ditanam di dalam pot. Meski demikian, menyemai terlebih dahulu membuat proses pertumbuhan awal lebih mudah dipantau, terutama bagi pemula.

Terong membutuhkan kondisi hangat untuk membantu proses perkecambahan. Suhu siang sekitar 18 derajat Celsius atau lebih dapat mendukung perkecambahan benih.

Jika kondisi lingkungan masih terlalu dingin, persemaian dapat dilakukan di dalam ruangan. Setelah berkecambah dan mulai memiliki hingga empat daun sejati, bibit dapat dipindahkan ke pot yang lebih besar.

Pilih Pot yang Cukup Besar

Ukuran wadah menjadi salah satu faktor penting dalam cara menanam terong di rumah.

Tanaman terong dapat tumbuh cukup besar, dengan karakter yang menyerupai tanaman cabai dan tomat. Karena itu, jangan menggunakan pot yang terlalu kecil.

Secara umum, satu tanaman terong membutuhkan wadah dengan kapasitas tanah setidaknya sekitar lima galon atau kedalaman kurang lebih 12 inci. Namun, kebutuhan ruang dapat berbeda bergantung pada varietas yang ditanam.

Pot juga wajib memiliki lubang drainase yang cukup. Fungsinya untuk memastikan kelebihan air dapat keluar sehingga tidak menggenang di sekitar akar.

Drainase yang buruk dapat membuat media terlalu basah dan meningkatkan risiko gangguan pada akar.

Pastikan Terong Mendapat Banyak Sinar Matahari

Terong merupakan tanaman yang membutuhkan panas dan cahaya cukup banyak. Karena itu, letakkan pot di lokasi yang mendapatkan sinar matahari langsung.

Teras, halaman, atau area rumah dengan paparan matahari yang baik dapat menjadi pilihan. Sirkulasi udara juga perlu diperhatikan agar lingkungan tanaman tidak terlalu pengap.

Semakin optimal kebutuhan cahaya terpenuhi, semakin besar peluang tanaman tumbuh kuat dan menghasilkan buah dengan baik.

Gunakan Media Tanam yang Kaya Nutrisi

Tanaman terong membutuhkan nutrisi selama masa pertumbuhan. Karena itu, media tanam menjadi bagian yang tidak boleh diabaikan.

Gunakan tanah atau media tanam tanpa tanah yang mampu mempertahankan kelembapan sekaligus tetap memiliki drainase baik. Kompos atau pupuk kandang yang sudah matang dapat ditambahkan untuk membantu meningkatkan kandungan bahan organik dan nutrisi.

Media yang subur akan mendukung perkembangan akar. Sebaliknya, media yang terlalu padat atau miskin nutrisi dapat membuat pertumbuhan tanaman kurang optimal.

Siram Secukupnya, Jangan Sampai Tergenang

Penyiraman juga menjadi kunci dalam menanam terong di dalam pot.

Tanaman membutuhkan media yang lembap secara merata, terutama ketika cuaca panas. Namun, media tanam tidak perlu terus-menerus dalam kondisi basah.

Sebelum menyiram, periksa kondisi media tanam. Jika bagian atas mulai mengering, tanaman dapat disiram hingga air keluar melalui lubang drainase.

Yang perlu dihindari adalah penyiraman berlebihan yang membuat air menggenang. Kondisi terlalu basah dapat membuat akar kekurangan udara dan meningkatkan risiko pembusukan.

Jaga Tanaman Tetap dalam Kondisi Hangat

Selain cahaya, suhu lingkungan turut memengaruhi pertumbuhan terong.

Setelah ditanam, terong sebaiknya berada dalam kondisi hangat. Suhu yang terlalu rendah dapat memperlambat pertumbuhan tanaman.

Sebaliknya, kondisi hangat yang disertai paparan sinar matahari, media tanam yang subur, dan penyiraman tepat akan membantu tanaman berkembang lebih optimal.

Kunci agar Terong dalam Pot Rajin Berbuah

Menanam terong tidak harus menunggu memiliki kebun luas. Pot di teras atau sudut halaman pun dapat dimanfaatkan selama kebutuhan dasar tanaman terpenuhi.

Kuncinya terletak pada pot yang cukup besar, media tanam kaya nutrisi, sinar matahari yang memadai, penyiraman teratur, drainase baik, dan kondisi suhu yang mendukung.

Bagi pemula, menggunakan bibit dapat menjadi pilihan paling praktis. Setelah tanaman tumbuh kuat, perawatan berikutnya cukup berfokus pada keseimbangan air, nutrisi, cahaya, dan ruang bagi akar.

Dengan perawatan tersebut, lahan sempit bukan lagi alasan untuk tidak mencoba berkebun. Bahkan dari satu pot, tanaman terong berpeluang tumbuh subur dan menghasilkan buah untuk dipanen sendiri di rumah. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Sumber : Radar Solo
menanam terong terong dalam pot cara menanam terong budidaya terong tanaman terong