Uang Saku Pelajar Sering Habis Sebelum Pulang? Ini Kebiasaan yang Bisa Dicoba

Desila Aini Hidayah • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 11:56 WIB
Pelajar dapat belajar mengatur uang saku melalui kebiasaan sederhana, seperti mencatat pengeluaran dan membedakan kebutuhan dengan keinginan. (Desi untuk Radar Banyuwangi)
Pelajar dapat belajar mengatur uang saku melalui kebiasaan sederhana, seperti mencatat pengeluaran dan membedakan kebutuhan dengan keinginan. (Desi untuk Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI - Uang saku yang dibawa pelajar untuk kebutuhan sehari-hari terkadang habis sebelum waktunya. Pengeluaran kecil seperti membeli jajanan, minuman, atau barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan sering kali dilakukan berulang kali tanpa disadari.

Kondisi tersebut tidak selalu disebabkan oleh jumlah uang saku yang kurang. Cara menggunakannya juga ikut menentukan seberapa lama uang tersebut dapat bertahan.

Karena itu, belajar mengatur uang sejak sekolah dapat menjadi kebiasaan sederhana yang bermanfaat. Pelajar tidak harus langsung menerapkan pengelolaan keuangan yang rumit. Beberapa langkah mudah bisa dicoba dalam aktivitas sehari-hari.

Bedakan kebutuhan dan keinginan

Langkah pertama adalah membedakan sesuatu yang memang dibutuhkan dengan barang yang hanya ingin dibeli.

Sebelum mengeluarkan uang, pelajar dapat bertanya kepada diri sendiri apakah barang tersebut benar-benar diperlukan. Jika hanya tertarik karena melihat jajanan atau barang yang sedang disukai, pembelian dapat ditunda.

Kebiasaan berhenti sejenak sebelum membeli dapat membantu mengurangi pengeluaran yang sebenarnya tidak diperlukan.

Membawa bekal dan tumbler

Membawa bekal dari rumah menjadi salah satu cara sederhana untuk mengurangi pengeluaran selama berada di sekolah. Begitu pula dengan membawa tumbler sehingga tidak harus sering membeli minuman.

Kebiasaan tersebut juga dilakukan Khia. Ia memilih membawa bekal dan tumbler sebagai bagian dari caranya menghemat uang saku.

“Kalau aku menghematnya selain menyisihkan uangnya, aku juga sering membawa tumbler dan bekal ke mana pun untuk menghemat,” ujar Khia, salah satu pelajar di SMKN 1 Banyuwangi.

Dengan membawa makanan dan minuman sendiri, uang yang biasanya digunakan untuk membeli jajanan dapat disimpan untuk kebutuhan lain. Kebiasaan ini tidak harus dilakukan setiap hari, tetapi dapat diterapkan beberapa kali dalam seminggu.

Bawa uang sesuai kebutuhan

Membawa seluruh uang yang dimiliki ketika bepergian dapat membuat pengeluaran menjadi lebih sulit dikendalikan.

Sebaliknya, membawa uang secukupnya sesuai kebutuhan dapat membantu membatasi keinginan untuk membeli berbagai hal. Jika terdapat uang yang tersisa setelah kegiatan selesai, uang tersebut dapat disimpan.

Cara sederhana ini sekaligus membantu pelajar mengetahui bahwa tidak semua uang yang dibawa harus dihabiskan.

Catat pengeluaran setiap hari

Pengeluaran kecil sering kali tidak terasa ketika dilakukan satu per satu. Namun, jika dikumpulkan dalam beberapa hari, jumlahnya dapat menjadi cukup besar.

Pelajar dapat mulai mencatat setiap uang yang digunakan. Tidak perlu menggunakan aplikasi khusus. Catatan sederhana di buku atau ponsel sudah cukup.

Dari catatan tersebut, dapat terlihat pengeluaran yang paling sering dilakukan. Jika sebagian besar uang ternyata digunakan untuk jajanan atau minuman, kebiasaan tersebut bisa mulai dikurangi.

Tentukan batas untuk jajan

Jajanan merupakan salah satu pengeluaran yang mudah dilakukan secara spontan. Berbagai pilihan makanan dan minuman dapat membuat seseorang membeli lebih banyak daripada rencana awal.

Untuk mengatasinya, pelajar dapat menentukan batas pengeluaran. Misalnya, menetapkan untuk hanya membeli satu camilan dalam sehari.

Batas tersebut bukan berarti melarang diri untuk membeli makanan yang disukai. Tujuannya adalah agar keputusan membeli tetap berada dalam kendali dan tidak dilakukan hanya karena tergoda.

Sisihkan uang yang masih tersisa

Jika setelah kebutuhan terpenuhi masih terdapat sisa uang, sebagian dapat disimpan.

Jumlahnya tidak perlu besar. Menyisihkan uang sedikit demi sedikit dapat menjadi latihan untuk membangun kebiasaan menabung.

Uang yang terkumpul nantinya dapat digunakan untuk kebutuhan yang lebih penting. Dengan begitu, pelajar tidak selalu bergantung pada uang saku berikutnya ketika membutuhkan sesuatu.

Tetap beri ruang untuk membeli sesuatu yang disukai

Mengatur uang saku bukan berarti harus berhenti membeli makanan atau barang yang disukai.

Pelajar tetap dapat menggunakan sebagian uang untuk kesenangan selama pengeluarannya sudah diperhitungkan. Yang penting, pembelian tersebut tidak membuat seluruh uang saku habis.

Dengan memberikan batas yang jelas, kegiatan menghemat uang juga tidak terasa seperti larangan untuk menikmati sesuatu.

Kebiasaan kecil bisa menjadi latihan mengelola uang

Mengatur uang saku pada dasarnya merupakan latihan untuk memahami cara menggunakan uang secara bertanggung jawab.

Pelajar dapat memulainya dari hal-hal sederhana, seperti membedakan kebutuhan dan keinginan, membawa bekal dan tumbler, membawa uang secukupnya, mencatat pengeluaran, membatasi jajan, serta menyimpan sebagian uang yang tersisa.

Kebiasaan tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk oleh pelajar di Banyuwangi. Tidak perlu langsung melakukan perubahan besar. Yang lebih penting adalah konsistensi dalam mengetahui ke mana uang digunakan.

Tujuan mengatur uang saku bukan sekadar membuat uang bertahan lebih lama. Kebiasaan tersebut juga dapat membantu pelajar belajar membuat prioritas, menahan pembelian yang tidak perlu, dan mempersiapkan uang untuk kebutuhan yang lebih penting.

Dengan memahami batas antara kebutuhan dan keinginan sejak sekolah, pelajar memiliki bekal sederhana untuk belajar mengelola keuangan dalam kehidupan sehari-hari.

Editor : Lugas Rumpakaadi
uang saku pelajar tips menghemat uang cara mengatur uang saku pelajar banyuwangi literasi keuangan pelajar