Daun Lidah Mertua Bisa Melilit Cantik, Begini Cara Membentuknya

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:00 WIB
Tanaman lidah mertua dapat dibentuk menjadi spiral dengan bantuan botol plastik dan tali lembut tanpa memaksa daun menekuk tajam. (BALCONYGARDENWEB)
Tanaman lidah mertua dapat dibentuk menjadi spiral dengan bantuan botol plastik dan tali lembut tanpa memaksa daun menekuk tajam. (BALCONYGARDENWEB)

RADAR BANYUWANGI – Lidah mertua atau snake plant yang biasanya tumbuh tegak ternyata bisa disulap menjadi tanaman hias berbentuk spiral. Caranya sederhana, cukup memanfaatkan botol plastik sebagai cetakan dan tali lembut sebagai pengikat, tetapi prosesnya membutuhkan kesabaran karena daun harus diarahkan secara bertahap agar tidak patah atau rusak.

Teknik membentuk lidah mertua menjadi spiral ini cocok untuk mempercantik sudut rumah, balkon, maupun taman dengan tampilan tanaman yang lebih unik. Kuncinya bukan memaksa daun mengikuti bentuk spiral dalam waktu singkat, melainkan memberi waktu agar daun beradaptasi dengan posisi barunya.

Metode tersebut sebagaimana dibagikan Balcony Garden Web, yang menekankan pentingnya memilih tanaman muda dengan daun yang masih cukup lentur.

Pilih Lidah Mertua yang Masih Muda

Tahap pertama adalah memilih tanaman yang sehat dan memiliki daun cukup panjang. Tanaman muda dengan tinggi sekitar 30–60 sentimeter lebih mudah dibentuk karena daunnya cenderung masih lentur.

Akan lebih baik jika daun secara alami sudah sedikit melengkung atau bergelombang. Beberapa jenis yang dapat dipertimbangkan antara lain Sansevieria trifasciata ‘Twisted Sister’, Sansevieria zeylanica, dan Sansevieria laurentii.

Sebelum mulai membentuknya, periksa kelenturan daun dengan sentuhan ringan. Daun yang masih fleksibel lebih aman diarahkan dibandingkan daun yang sudah sangat kaku.

Jangan memaksakan daun yang rapuh. Tekanan berlebihan bisa membuat daun terbelah atau meninggalkan bekas lipatan permanen.

Botol Plastik Jadi Cetakan Spiral

Setelah tanaman siap, siapkan botol plastik yang bersih dan kokoh. Diameter botol akan menentukan karakter spiral yang dihasilkan.

Botol berdiameter kecil membuat lilitan lebih rapat. Sebaliknya, botol yang lebih besar menghasilkan lengkungan spiral yang lebih lebar dan santai.

Letakkan botol secara tegak di tengah pot kosong. Kokohkan posisinya menggunakan media tanam, kemudian tanam lidah mertua muda di sekeliling botol.

Pastikan pot mempunyai lubang drainase yang baik. Jangan membuat tanaman terlalu padat karena akar tetap membutuhkan ruang untuk berkembang.

Untuk tanaman dewasa yang sudah membentuk rumpun rapat, sebaiknya jangan memaksakan botol masuk ke bagian tengah. Cara tersebut berisiko mengganggu akar. Pilihan lebih aman adalah menggunakan tanaman muda atau memisahkan anakan yang sehat.

Lilit Daun Perlahan, Jangan Dipaksa

Ini bagian terpenting. Arahkan daun panjang mengelilingi botol secara perlahan.

Pembentukan bisa dilakukan dari bagian luar menuju tengah. Jika ingin mendapatkan tampilan seperti anyaman atau kepang, beberapa daun dapat disilangkan secara longgar.

Setelah posisi daun sesuai, gunakan tali rami lembut, tali katun, atau pengikat khusus tanaman.

Jangan menggunakan satu ikatan yang terlalu kencang. Lebih aman memasang beberapa ikatan ringan di sejumlah titik agar tekanan tidak terkonsentrasi pada satu bagian daun.

Periksa juga kondisi daun secara berkala. Tali tidak boleh sampai menekan, menggores, atau melukai permukaan daun.

Yang perlu diingat, jangan mengejar bentuk spiral sempurna dalam sehari. Daun yang dipaksa mengikuti sudut tajam justru berisiko rusak.

Letakkan di Tempat Terang

Setelah daun diarahkan mengelilingi botol, letakkan tanaman di tempat dengan cahaya terang dan stabil.

Lidah mertua memang dikenal mampu bertahan dalam kondisi cahaya rendah. Namun, pencahayaan yang lebih baik membantu tanaman tumbuh kuat dan mengurangi kecenderungan daun tumbuh miring ke satu arah.

Proses pembentukan spiral membutuhkan waktu. Daun dapat memerlukan beberapa minggu hingga beberapa bulan untuk menyesuaikan diri, dengan sekitar satu hingga dua bulan sebagai perkiraan awal.

Selama proses tersebut, periksa tali setiap beberapa minggu. Jika ikatan mulai menekan daun, segera longgarkan atau atur ulang.

Jangan Terburu-buru Melepas Ikatan

Setelah sekitar satu bulan, coba longgarkan satu atau dua ikatan untuk menguji apakah daun sudah mampu mempertahankan bentuknya.

Jika daun langsung kembali ke posisi semula, jangan panik. Itu merupakan tanda bahwa tanaman masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi.

Satu bulan bukan batas waktu mutlak. Kemampuan daun mempertahankan bentuk dipengaruhi usia tanaman, ketebalan daun, serta tingkat kelenturannya.

Ketika daun sudah mampu mempertahankan bentuk spiral, seluruh ikatan bisa dilepas secara bertahap.

Botol juga dapat dikeluarkan. Tarik botol ke arah atas, bukan memutarnya di antara daun. Cara tersebut membantu mencegah bentuk spiral yang sudah terbentuk kembali rusak.

Setelah Spiral Jadi, Kembali ke Perawatan Normal

Setelah botol dan tali dilepas, lidah mertua bisa dirawat seperti biasa.

Gunakan media tanam yang cepat mengalirkan air. Penyiraman dilakukan ketika media benar-benar sudah mengering.

Lidah mertua menyimpan air pada daunnya sehingga tidak cocok berada dalam media yang terlalu basah. Air berlebih harus bisa keluar melalui lubang drainase.

Tanaman sebaiknya ditempatkan pada cahaya terang tidak langsung atau sinar matahari yang lembut. Pot dapat diputar sesekali agar pertumbuhan tidak terlalu condong ke satu arah.

Pemupukan juga cukup dilakukan secara ringan selama periode pertumbuhan aktif. Jangan berlebihan karena lidah mertua termasuk tanaman yang relatif lambat tumbuh dan tidak membutuhkan pupuk terlalu sering.

Daun yang menguning atau rusak dapat dipotong dari bagian pangkal. Permukaan daun juga sebaiknya dibersihkan secara berkala dari debu agar tampilannya tetap menarik.

Ukuran Botol Bisa Menentukan Karakter Spiral

Eksperimen dengan ukuran botol dapat menghasilkan bentuk yang berbeda. Botol kecil menghasilkan spiral lebih rapat, sementara botol besar memberikan lengkungan lebih lebar.

Tabung kardus juga dapat digunakan sebagai cetakan sementara untuk menghasilkan lengkungan yang lebih lembut. Namun, material tersebut jangan sampai terkena air secara langsung.

Untuk tampilan dekoratif, lidah mertua berbentuk spiral juga bisa dipadukan dengan tanaman lain. Misalnya, tanaman spider plant di sekitar pangkalnya dapat memberikan kontras antara daun lidah mertua yang tegak dan daun spider plant yang menjuntai.

Pada akhirnya, bentuk spiral tidak harus benar-benar sempurna. Justru bentuk yang sedikit tidak beraturan dapat memberikan kesan lebih alami.

Prinsip utamanya sederhana: arahkan daun secara perlahan, beri waktu untuk beradaptasi, dan jangan pernah memaksanya. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Sumber : Pontianak Post
snake plant lidah mertua spiral cara membentuk tanaman lidah mertua tanaman hias