Beras Merah atau Beras Hitam? Panduan Memilih Beras Sehat Sesuai Kebutuhan dan Selera

Meivira Choirotul Aqila • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 13:32 WIB
Beras merah dan beras hitam memiliki perbedaan warna, tekstur, rasa, serta kandungan gizi yang dapat menjadi pertimbangan dalam memilih sumber karbohidrat. (Meivira untuk Radar Banyuwangi)
Beras merah dan beras hitam memiliki perbedaan warna, tekstur, rasa, serta kandungan gizi yang dapat menjadi pertimbangan dalam memilih sumber karbohidrat. (Meivira untuk Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI - Tren pola hidup sehat membuat masyarakat semakin memperhatikan jenis pangan yang dikonsumsi setiap hari.

Selain mengurangi makanan tinggi gula dan lemak, pilihan sumber karbohidrat juga mulai bergeser.

Beras merah dan beras hitam menjadi dua alternatif yang banyak dipilih karena dinilai memiliki kandungan gizi lebih beragam dibandingkan dengan beras putih.

Meski sama-sama termasuk beras utuh yang kaya serat, beras merah dan beras hitam tidak sepenuhnya sama.

Keduanya memiliki perbedaan dari sisi pigmen, kandungan antioksidan, karakter rasa, tekstur, hingga kandungan zat gizi tertentu.

Berbeda warna, berbeda pula kandungan senyawa alaminya

Warna merah pada beras merah berasal dari pigmen yang mengandung senyawa flavonoid.

Senyawa tersebut dikenal memiliki aktivitas antioksidan dan berperan dalam membantu melindungi sel tubuh dari paparan radikal bebas.

Sementara itu, beras hitam memiliki warna gelap keunguan yang berasal dari antosianin.

Senyawa ini merupakan salah satu jenis antioksidan yang banyak terdapat pada bahan pangan berwarna merah, ungu, dan biru.

Kandungan antosianin membuat beras hitam menarik bagi masyarakat yang ingin meningkatkan konsumsi pangan sumber antioksidan.

Perbedaan kandungan tersebut membuat keduanya memiliki keunggulan masing-masing.

Beras merah dapat menjadi pilihan praktis untuk konsumsi sehari-hari, sedangkan beras hitam dapat dipertimbangkan oleh masyarakat yang ingin memperoleh asupan antioksidan lebih tinggi dari sumber pangan alami.

Rasa dan tekstur menjadi pembeda yang mudah dirasakan

Perbedaan beras merah dan beras hitam tidak hanya terlihat dari warnanya.

Setelah dimasak, karakter keduanya juga cukup mudah dibedakan.

Beras merah umumnya mempunyai tekstur lebih pera dan sedikit lebih kasar ketika dikunyah.

Aroma bekatulnya juga cenderung lebih kuat, sehingga membutuhkan waktu untuk terbiasa bagi orang yang sebelumnya lebih sering mengonsumsi nasi putih.

Beras hitam memiliki tekstur yang cenderung lebih kenyal dan sedikit pulen.

Rasanya juga dapat terasa lebih gurih, sehingga bagi sebagian orang lebih mudah diterima sebagai pengganti nasi putih.

Perbedaan tersebut turut memengaruhi selera.

Sebagaimana pengalaman Puteri (26), tekstur dan rasa dapat menjadi pertimbangan utama dalam menentukan jenis beras yang paling nyaman dikonsumsi.

"Dulu aku kirain beras merah sama beras hitam itu sama aja, cuma beda warna. Tapi pas udah nyobain, rasanya beneran beda sih. Kalau beras merah tuh agak pera, nah kalau beras hitam pas dimakan rasanya lebih pulen sama gurih gitu. Dua-duanya bikin kenyang lebih lama kok, tinggal pas-pasin aja sama selera," ujar Puteri.

Sama-sama kaya serat, tetapi pilihan tetap perlu disesuaikan

Beras merah dan beras hitam sama-sama dapat menjadi bagian dari pola makan dengan asupan serat yang lebih baik.

Kandungan serat dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga berpotensi mendukung pengaturan pola makan.

Karena karakter gizinya, kedua jenis beras tersebut juga kerap dipilih oleh orang yang sedang mengatur asupan makanan.

Namun, anggapan bahwa salah satunya otomatis lebih baik untuk semua orang perlu dihindari.

Kebutuhan setiap individu berbeda dan pola makan secara keseluruhan tetap menjadi faktor yang penting.

Beras hitam memiliki keunggulan pada sejumlah kandungan mikronutrien, termasuk protein dan zat besi, sedangkan beras merah mempunyai kelebihan dari sisi ketersediaan.

Beras merah relatif lebih mudah ditemukan sehingga lebih praktis dijadikan pilihan untuk konsumsi rutin.

Bagi masyarakat yang memiliki kondisi medis tertentu, termasuk diabetes, pemilihan sumber karbohidrat sebaiknya tidak hanya berdasarkan warna atau tren.

Jumlah porsi, cara pengolahan, lauk pendamping, serta pola makan secara keseluruhan juga perlu diperhatikan.

Mana yang lebih cocok untuk konsumsi sehari-hari?

Bagi masyarakat Banyuwangi yang ingin mulai mengganti nasi putih, pilihan antara beras merah dan beras hitam dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kebiasaan makan.

Beras merah cocok bagi konsumen yang menginginkan sumber karbohidrat kaya serat dengan harga dan ketersediaan yang relatif lebih praktis.

Sementara itu, beras hitam dapat menjadi alternatif bagi mereka yang menyukai nasi dengan tekstur lebih kenyal dan ingin menambah variasi pangan yang mengandung antioksidan.

Tidak ada satu jenis beras yang mutlak paling baik untuk semua orang.

Memahami kandungan gizi, rasa, tekstur, serta kondisi kesehatan masing-masing akan membantu seseorang menentukan pilihan yang lebih tepat.

Dengan semakin beragamnya pilihan pangan, pola hidup sehat tidak harus berarti menghilangkan nasi dari meja makan.

Mengganti jenis beras, mengatur porsi, dan melengkapinya dengan sayur, protein, serta lauk bergizi dapat menjadi langkah sederhana untuk membangun pola makan yang lebih seimbang.

Editor : Lugas Rumpakaadi
beras hitam manfaat beras merah manfaat beras hitam pola makan sehat beras merah