Tak Perlu Dibuang, Buket Bunga Wisuda Bisa Disulap Jadi Hiasan Rumah

Mayang Dwi Febrianti • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:14 WIB
Buket bunga yang mulai mengering dapat diolah kembali menjadi dekorasi rumah bernuansa hangat dan estetik. (Mayang untuk Radar Banyuwangi)
Buket bunga yang mulai mengering dapat diolah kembali menjadi dekorasi rumah bernuansa hangat dan estetik. (Mayang untuk Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI - Buket bunga segar kerap menjadi pilihan hadiah untuk berbagai momen penting, mulai dari wisuda, ulang tahun, hingga perayaan pribadi.

Namun, ketika bunga mulai layu, tidak sedikit penerima hadiah yang merasa sayang untuk membuangnya.

Kondisi tersebut mendorong munculnya cara kreatif untuk mempertahankan nilai sentimental buket melalui pengolahan bunga kering.

Di Banyuwangi, tren menjadikan bunga kering sebagai bagian dari dekorasi rumah dapat menjadi pilihan sederhana bagi masyarakat, khususnya anak muda yang menyukai penataan interior bernuansa estetik.

Bunga yang semula hanya menjadi simbol ucapan selamat dapat diubah menjadi elemen dekoratif yang memiliki nilai kenangan sekaligus mempercantik ruangan.

Salah satu cara yang mudah dilakukan adalah mengeringkan bunga setelah kesegarannya berkurang.

Bunga kemudian dapat ditata kembali menggunakan tali rami untuk menghasilkan dekorasi gantung di dinding.

Pilihan lainnya adalah memasukkannya ke dalam vas keramik dengan warna bernuansa tanah atau menempatkan bagian bunga tertentu di dalam wadah kaca transparan.

Kreasi lain yang menarik adalah pressed flower frame atau bunga kering dalam bingkai kaca.

Teknik ini dapat dilakukan dengan memisahkan mahkota atau kelopak bunga secara perlahan, kemudian memipihkannya sebelum disusun di dalam bingkai.

Penataan dapat dibuat sederhana maupun membentuk komposisi tertentu sesuai selera.

Selain memberikan tampilan minimalis, bingkai bunga kering memiliki fungsi penting dalam menjaga bunga tetap terlindungi.

Posisi bunga yang pipih membuatnya lebih mudah ditempatkan sebagai hiasan dinding, sedangkan permukaan kaca membantu mengurangi paparan debu secara langsung.

Bagi sebagian orang, nilai utama dekorasi bunga kering bukan sekadar keindahan, melainkan kenangan yang melekat pada bunga tersebut.

Buket dari hari kelulusan, misalnya, dapat diubah menjadi pajangan yang terus mengingatkan pemiliknya pada sebuah pencapaian.

“Sayang banget kalau buket bunga wisuda cuma dibuang gitu aja. Pas dicoba dipilah bunganya terus dipajang di figura kaca, hasilnya malah bikin kamar makin estetik tanpa perlu repot ngerawat tiap hari,” ujar Ana, salah satu penggemar dekorasi rumah DIY.

Perawatan bunga kering juga relatif sederhana.

Dekorasi sebaiknya ditempatkan di area dengan kelembapan rendah, seperti meja belajar, rak ruang tamu, maupun sudut kamar tidur yang tidak terkena udara lembap secara berlebihan.

Bunga dapat dibersihkan secara berkala menggunakan kuas berbulu lembut atau alat pembersih udara bertekanan rendah.

Bunga kering juga tidak memerlukan penyiraman seperti tanaman hidup.

Karena itu, dekorasi ini cocok bagi penghuni rumah yang menginginkan sentuhan alami tanpa menambah rutinitas perawatan harian.

Pemanfaatan buket bunga yang sudah tidak segar menjadi dekorasi dapat menjadi bentuk sederhana dari penggunaan kembali barang yang masih memiliki nilai.

Selain mengurangi potensi bunga berakhir sebagai sampah, cara ini memungkinkan sebuah hadiah untuk memiliki masa hidup yang lebih panjang sebagai bagian dari interior rumah.

Dengan sedikit kreativitas, buket yang sebelumnya hanya bertahan beberapa hari dapat berubah menjadi pajangan yang menyimpan cerita jauh lebih lama.

Bagi masyarakat Banyuwangi yang ingin menghadirkan suasana rumah bernuansa hangat dan personal, bunga kering dapat menjadi salah satu pilihan dekorasi yang mudah dibuat dan disesuaikan dengan karakter ruangan.

Editor : Lugas Rumpakaadi
dekorasi rumah Banyuwangi dried flowers pressed flower frame DIY dekorasi bunga Bunga kering