RADARBANYUWANGI.ID - Usai menyelesaikan masa panen, para petani kembali memulai musim tanam dengan menanam bibit padi di lahan persawahan.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga produktivitas lahan sekaligus memastikan ketersediaan beras bagi masyarakat tetap terjaga.
Sebelum proses penanaman dimulai, petani terlebih dahulu membersihkan sawah dari sisa-sisa tanaman hasil panen sebelumnya.
Setelah lahan siap dan dialiri air, bibit padi yang telah disemai dipindahkan ke petakan sawah agar dapat tumbuh secara optimal.
Kegiatan tanam padi umumnya dilakukan pada pagi hari.
Selain kondisi udara yang masih sejuk, intensitas sinar matahari yang belum terlalu terik membuat aktivitas di sawah lebih nyaman.
Para petani juga bekerja secara bergotong royong sehingga proses penanaman dapat diselesaikan lebih cepat di seluruh area persawahan.
Penanaman kembali setelah panen menjadi tahapan penting dalam menjaga kesinambungan produksi padi.
Dengan siklus tanam yang berjalan tepat waktu, hasil panen diharapkan tetap stabil sehingga mampu mendukung kebutuhan pangan masyarakat.
Di sisi lain, sektor pertanian padi masih menjadi sumber mata pencaharian utama bagi banyak keluarga petani.
Salah seorang petani mengatakan, proses tanam membutuhkan ketelitian, terutama dalam mengatur jarak antar tanaman.
Penataan yang rapi dinilai berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman hingga masa panen berikutnya.
"Menanam padi setelah panen harus dilakukan dengan teliti agar jarak antar tanaman rapi dan pertumbuhannya baik hingga masa panen berikutnya," ujarnya, Senin (13/7/2026).
Editor : Lugas Rumpakaadi