RADARBANYUWANGI.ID - Rutinitas yang padat, tuntutan pekerjaan, hingga berbagai persoalan kehidupan kerap membuat seseorang mengalami kelelahan, baik secara fisik maupun mental.
Di tengah kondisi tersebut, menghabiskan waktu di alam terbuka menjadi salah satu cara sederhana yang dinilai efektif membantu memulihkan kembali kebugaran tubuh sekaligus menjaga kesehatan psikologis.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa lingkungan alami memiliki efek pemulihan yang menyeluruh.
Berada di kawasan dengan pepohonan, udara segar, serta suasana yang tenang mampu membantu menurunkan kadar hormon kortisol yang berkaitan dengan stres.
Selain itu, kondisi tersebut juga membantu menenangkan sistem saraf sehingga tubuh menjadi lebih rileks dan emosi lebih stabil.
Lingkungan yang jauh dari kebisingan perkotaan maupun paparan layar gawai juga memberikan kesempatan bagi otak untuk beristirahat.
Kondisi itu dinilai mampu mengembalikan fokus yang menurun akibat aktivitas sehari-hari, sehingga seseorang dapat berpikir lebih jernih dalam mengambil keputusan maupun menyelesaikan berbagai persoalan.
Manfaat berada di alam tidak hanya dirasakan dari sisi kesehatan mental.
Aktivitas di ruang terbuka juga memberikan dampak positif terhadap kesehatan fisik.
Paparan sinar matahari membantu proses pembentukan vitamin D, sedangkan udara segar dan senyawa alami yang dilepaskan pepohonan dipercaya berkontribusi dalam meningkatkan daya tahan tubuh.
Di sisi lain, alam juga menjadi ruang yang mendukung proses refleksi diri.
Suasana yang tenang membuat seseorang lebih mudah menerima keadaan, mengelola emosi, sekaligus menemukan motivasi baru untuk melanjutkan aktivitas sehari-hari.
Pengalaman tersebut juga dirasakan Niken Salindry.
Menurutnya, setiap kali berada di alam terbuka, ia memperoleh sudut pandang baru dalam menjalani kehidupan.
"Ya, saya merasakan itu. Berada di alam membuat saya sadar bahwa hidup memang harus terus berjalan. Meski lelah, kita tetap harus semangat mencari pengalaman dan sensasi baru. Salah satunya dengan menikmati dan bermain di alam yang luas ini," ujar Niken Salindry, Jumat (10/7/2026).
Untuk memperoleh manfaat tersebut, seseorang tidak harus melakukan perjalanan ke lokasi wisata yang jauh.
Berjalan santai di taman, hutan kota, maupun ruang terbuka hijau selama sekitar 120 menit dalam sepekan sudah cukup memberikan dampak positif bagi kesehatan fisik dan mental.
Kebiasaan sederhana itu dapat menjadi langkah awal untuk mengurangi tingkat stres, menjaga keseimbangan hidup, sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan di tengah padatnya rutinitas sehari-hari.
Editor : Lugas Rumpakaadi