RADARBANYUWANGI.ID – Momen Idul Adha identik dengan melimpahnya daging kurban di hampir setiap rumah. Namun, tidak sedikit masyarakat yang masih salah dalam menyimpan daging sehingga kualitasnya cepat menurun, berubah warna, bahkan rusak meski sudah dimasukkan ke freezer.
Padahal, menyimpan daging kurban agar tahan lama sebenarnya tidak harus menggunakan vacuum sealer atau alat mahal. Dengan teknik sederhana dan penanganan yang tepat, daging tetap bisa awet hingga satu sampai tiga bulan tanpa mengubah tekstur maupun rasa secara signifikan.
Kesalahan paling umum yang masih sering dilakukan masyarakat adalah langsung mencuci daging sebelum disimpan. Kebiasaan tersebut justru mempercepat pertumbuhan bakteri karena permukaan daging menjadi lembap.
Air yang menempel pada daging membuat proses pembekuan tidak maksimal dan meningkatkan risiko pembusukan, bahkan saat disimpan dalam suhu dingin.
Karena itu, langkah pertama yang dianjurkan adalah tidak mencuci daging sebelum masuk freezer. Jika terdapat noda darah atau kotoran, cukup dibersihkan menggunakan tisu dapur kering dan bersih.
Selain itu, daging sebaiknya tidak terlalu lama berada di suhu ruangan. Idealnya, daging langsung disimpan maksimal 30 menit setelah diterima agar kualitas tetap terjaga.
Potong Sesuai Porsi Sekali Masak
Penyimpanan daging dalam ukuran besar juga menjadi salah satu penyebab kualitas cepat menurun. Sebab, daging harus dicairkan berulang kali setiap akan digunakan.
Cara terbaik adalah memotong daging sesuai kebutuhan sekali memasak, misalnya 300 hingga 500 gram per bungkus. Teknik ini membuat daging lebih praktis digunakan sekaligus menjaga kualitas bagian lain yang belum dipakai.
Masyarakat juga dianjurkan memisahkan jenis potongan seperti iga, has, sengkel, maupun jeroan agar lebih mudah saat akan diolah.
Jeroan perlu mendapat perhatian khusus karena memiliki daya tahan lebih pendek dibanding daging merah biasa.
Bungkus Rapat agar Tidak Freezer Burn
Tanpa vacuum sealer, tantangan terbesar dalam penyimpanan daging adalah udara yang terperangkap di dalam kemasan. Kondisi itu bisa memicu freezer burn, yaitu permukaan daging mengering, berubah warna, dan kehilangan rasa.
Namun, masalah tersebut bisa diatasi dengan plastik wrap dan kantong zip atau plastik tebal biasa.
Daging cukup dibungkus rapat menggunakan plastik wrap hingga minim celah udara. Setelah itu, masukkan ke kantong plastik dan keluarkan udara sebanyak mungkin sebelum ditutup rapat.
Jika tidak memiliki kantong zip, masyarakat bisa menggunakan plastik biasa yang dilapisi dua kali agar lebih aman.
Jangan Lupa Beri Label Tanggal Penyimpanan
Kesalahan lain yang kerap terjadi adalah menyimpan daging tanpa label. Akibatnya, banyak orang lupa kapan daging mulai disimpan dan bagian mana yang harus lebih dulu digunakan.
Padahal, label sederhana sangat membantu menjaga kualitas stok daging di freezer.
Cukup tuliskan jenis daging dan tanggal penyimpanan pada secarik kertas, lalu tempel menggunakan selotip di bagian luar plastik.
Metode penyusunan FIFO atau first in first out juga penting diterapkan, yakni daging yang lebih dulu masuk freezer harus digunakan lebih dulu.
Suhu Freezer Harus Stabil
Selain cara membungkus, suhu freezer menjadi faktor penting agar daging tetap awet dalam jangka panjang. Suhu ideal freezer untuk menyimpan daging berada di angka minus 18 derajat Celsius atau lebih rendah.
Membuka freezer terlalu sering juga sebaiknya dihindari karena membuat suhu di dalam ruang pendingin naik turun dan memengaruhi kualitas pembekuan.
Daging yang masih panas atau hangat juga tidak dianjurkan langsung dimasukkan ke freezer karena dapat menaikkan suhu ruang penyimpanan secara keseluruhan.
Dengan teknik penyimpanan yang benar, masyarakat tidak hanya bisa menjaga kualitas daging kurban lebih lama, tetapi juga mengurangi risiko pemborosan bahan makanan selama Idul Adha. (*)
Editor : Ali Sodiqin