Radarbanyuwangi.id - Di tengah kehidupan modern yang semakin dinamis, muncul sebuah ungkapan yang sering terdengar di kalangan ibu bekerja, “ibu bekerja itu tidak pernah benar-benar pulang dari kerja.”
Ungkapan ini bukan sekadar kiasan, melainkan gambaran nyata tentang bagaimana peran seorang ibu yang bekerja tidak berhenti di kantor. Sepulang dari pekerjaan formal, mereka masih melanjutkan “shift kedua” di rumah mulai dari memasak, mengurus anak, membersihkan rumah, hingga mendampingi anak belajar.
Dari deadline pekerjaan di kantor, langsung berpindah ke dapur. Dari rapat atau meeting, berlanjut menjadi guru, pengasuh, sekaligus manajer rumah tangga.
Baca Juga: Rahasia Tirakat Jawa yang Bikin Batin Tenang dan Hidup Berubah
Mitos atau Fakta?
Jika dilihat lebih dalam, pernyataan ini lebih condong ke fakta kehidupan sosial modern, bukan sekadar mitos. Ibu bekerja memang menjalani dua dunia sekaligus yaitu, dunia profesional di tempat kerja, dan dunia domestik di rumah. Keduanya sama-sama membutuhkan energi, fokus, dan tanggung jawab penuh. Itulah sebabnya banyak ibu bekerja merasa seolah tidak memiliki waktu benar-benar untuk diri sendiri.
Namun, penting untuk dipahami bahwa kondisi ini bukan berarti kelemahan, melainkan bentuk nyata dari multitasking dan tanggung jawab besar yang dijalani banyak perempuan. Banyak orang melihat hasil pekerjaan ibu di kantor, tetapi tidak selalu melihat “pekerjaan kedua” yang menunggu di rumah.
Kelelahan fisik dan mental sering muncul karena transisi peran yang sangat cepat tanpa jeda yang cukup. Dari pekerja profesional menjadi pengurus rumah tangga dalam waktu singkat, tanpa ruang istirahat yang ideal. Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini dapat memicu stres berkepanjangan, kelelahan emosional, menurunnya kualitas tidur hingga burnout.
Tips dan Trik Agar Ibu Bekerja Tidak Mudah Lelah
Agar keseimbangan hidup tetap terjaga, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan :
1. Buat Batas Waktu yang Jelas
Usahakan untuk menetapkan batas antara waktu kerja dan waktu rumah. Setelah jam kerja selesai, beri jeda 10-15 menit untuk “reset” pikiran sebelum masuk ke peran rumah tangga.
2. Jangan Ragu Minta Bantuan
Peran ibu bukan berarti harus dikerjakan sendiri. Libatkan pasangan atau anggota keluarga lain dalam pekerjaan rumah dan pengasuhan anak.
3. Prioritaskan yang Penting
Tidak semua pekerjaan harus selesai dalam satu hari. Belajar memilah mana yang prioritas bisa mengurangi tekanan mental.
Baca Juga: Pecah Tangis Bahagia! Al Ghazali dan Alyssa Daguise Resmi Sambut Putri Pertama, Namanya Jadi Sorotan
4. Luangkan Waktu untuk Diri Sendiri
Meski hanya 15-30 menit sehari, waktu untuk diri sendiri sangat penting untuk menjaga kesehatan mental. Bisa digunakan untuk istirahat, membaca, atau sekadar tenang tanpa gangguan.
5. Gunakan Bantuan Teknologi
Peralatan rumah tangga modern atau aplikasi pengatur jadwal bisa membantu mengurangi beban pekerjaan harian.
6. Jaga Kesehatan Fisik
Tidur cukup, makan teratur, dan olahraga ringan membantu tubuh tetap kuat menghadapi aktivitas ganda setiap hari.
Ungkapan bahwa ibu bekerja “tidak pernah benar-benar pulang dari kerja” menggambarkan realitas kehidupan yang dijalani banyak perempuan saat ini. Mereka tidak hanya bekerja di kantor, tetapi juga melanjutkan tanggung jawab besar di rumah.
Meski penuh tantangan, kondisi ini bisa lebih seimbang jika dikelola dengan baik melalui pembagian peran, manajemen waktu, dan perhatian terhadap kesehatan diri sendiri. Pada akhirnya, ibu bekerja bukan hanya soal ketahanan, tetapi juga tentang bagaimana menemukan ritme hidup agar tetap kuat tanpa kehilangan diri sendiri.(*)
Editor : Titin Wulandari