Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Food Forest Jadi Solusi Ketahanan Pangan dan Iklim, Sistem Bertani Ala Hutan Mulai Dilirik Warga Kota

Lugas Rumpakaadi • Jumat, 24 April 2026 | 06:51 WIB
Ilustrasi food forest. (Pexels/Erik Karits)
Ilustrasi food forest. (Pexels/Erik Karits)

RADARBANYUWANGI.ID - Di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap ketahanan pangan dan dampak pemanasan global, konsep food forest atau hutan pangan mulai menarik perhatian pegiat lingkungan, khususnya di kawasan perkotaan. Sistem ini dinilai mampu menjadi alternatif pertanian berkelanjutan yang tidak hanya produktif, tetapi juga ramah lingkungan.

Berbeda dari kebun konvensional yang cenderung monokultur, food forest mengadopsi pendekatan yang meniru ekosistem hutan alami. Sistem ini dirancang dengan struktur berlapis, mulai dari pohon tinggi, semak, tanaman perenial, penutup tanah, hingga tanaman merambat yang saling mendukung.

Seorang ahli dari platform regeneratif @5thworld_com menjelaskan bahwa konsep ini bukan sekadar menanam tanaman secara acak. “Sebuah food forest adalah taman yang dirancang secara rumit untuk meniru ekosistem hutan alami, menampilkan lapisan pohon, semak, tanaman perenial, penutup tanah, hingga tanaman merambat yang beragam,” ujarnya dalam sebuah unggahan video edukasi.

Pendekatan tersebut memungkinkan pemanfaatan lahan secara optimal. Setiap lapisan tanaman memiliki fungsi berbeda, mulai dari peneduh, pengikat nitrogen, hingga penghasil buah dan sayur. Hasilnya, satu area lahan dapat menghasilkan berbagai jenis pangan sekaligus tanpa harus bergantung pada input kimia berlebih.

Secara ekologis, food forest juga memberikan dampak positif. Sistem ini mampu meningkatkan kesuburan tanah secara alami serta mendukung keanekaragaman hayati. Dalam jangka panjang, ekosistem yang terbentuk bahkan dapat memulihkan dirinya sendiri tanpa intervensi intensif manusia.

Keunggulan lain dari hutan pangan adalah kemampuannya menghasilkan panen sepanjang musim. Dengan kombinasi tanaman yang beragam, siklus produksi tidak terputus, sehingga pemilik lahan dapat menikmati hasil secara berkelanjutan sekaligus menciptakan lanskap yang estetis.

Menariknya, konsep ini tidak memiliki aturan baku yang kaku. Setiap orang dapat menyesuaikan desain food forest sesuai kondisi lingkungan dan tujuan masing-masing. “Tidak hanya ada satu cara untuk melakukannya. Food forest dapat disesuaikan sepenuhnya dengan iklim atau geografi apa pun, serta disesuaikan dengan tujuan unik Anda sendiri,” tambahnya.

Fleksibilitas tersebut membuka peluang besar bagi Indonesia sebagai negara tropis. Dengan keanekaragaman hayati yang melimpah, konsep food forest berpotensi diterapkan baik di pekarangan sempit perkotaan maupun lahan luas di pedesaan.

Ke depan, hutan pangan dinilai dapat menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan kemandirian pangan berbasis ekologi. Tidak hanya menjawab tantangan produksi pangan, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam menjaga keseimbangan lingkungan.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#food forest #hutan pangan #iklim #krisis #ekosistem