Radarbanyuwangi.id - Usai menjalani bulan suci Ramadhan dan merayakan Lebaran Idul Fitri 2026, banyak orang mulai merasakan kondisi finansial yang menipis. Hal ini tergolong wajar, mengingat berbagai kebutuhan seperti sahur, buka puasa, zakat, sedekah, mudik, belanja Lebaran, hingga pembagian THR kerap membuat pengeluaran membengkak.
Lonjakan pengeluaran ini juga diakui oleh Presiden Direktur ShopeePay Indonesia, Eka Nilam Dari. Ia mengungkapkan bahwa aktivitas transaksi digital meningkat signifikan selama Ramadhan hingga Lebaran.
Menurutnya, masyarakat kini semakin mengandalkan layanan keuangan digital, mulai dari mengirim THR hingga memenuhi kebutuhan harian seperti pembelian makanan berbuka dan berbagai voucher digital.
Baca Juga: Auto Glowing! 10 Moisturizer Terbaik 2026 yang Ampuh Atasi Kulit Kering
Namun, setelah Lebaran, terjadi penurunan transaksi. Hal ini diduga karena masyarakat mulai menahan pengeluaran dan fokus menata kembali kondisi keuangan mereka.
Menata keuangan setelah Lebaran bukan sekadar menghemat, tetapi juga menjadi momentum membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat dan terencana.
Berikut langkah-langkah yang bisa Anda lakukan untuk memulihkan kondisi keuangan secara bertahap:
1. Manfaatkan Promo dan Diskon Secara Cerdas
Meski ingin berhemat, kebutuhan sehari-hari tetap harus dipenuhi. Anda bisa menyiasatinya dengan memanfaatkan promo, diskon, atau cashback untuk kebutuhan seperti pulsa, transportasi, dan belanja harian.
Selain itu, gunakan sistem reward atau poin dari transaksi digital agar pengeluaran tetap memberi nilai tambah. Namun, tetap bijak hindari berutang. Jika terpaksa, pilih cicilan tanpa bunga agar arus kas tetap aman.
2. Susun Ulang Anggaran Bulanan
Langkah penting berikutnya adalah membuat ulang anggaran keuangan. Prioritaskan kebutuhan utama seperti makan dan kebutuhan rumah tangga tagihan listrik, air, dan internet. Cicilan atau utang, biaya pendidikan dan transportasi. Kurangi sementara pengeluaran yang bersifat konsumtif hingga kondisi keuangan kembali stabil.
3. Tahan Diri dari Belanja Tidak Mendesak
Setelah Lebaran, biasanya banyak promo besar yang menggoda. Namun, penting untuk menahan diri dari belanja impulsif. Biasakan bertanya sebelum membeli: ini kebutuhan atau hanya keinginan? Jika bukan kebutuhan mendesak, sebaiknya ditunda demi menjaga kondisi finansial.
4. Prioritaskan Melunasi Utang
Jika Anda memiliki utang dari kartu kredit, pinjaman online, atau keluarga, segera buat rencana pelunasan. Utang yang menumpuk bisa menjadi beban besar di kemudian hari. Prioritaskan pembayaran agar keuangan kembali ringan dan lebih terkendali.
5. Mulai Menabung Kembali dari Nominal Kecil
Menabung setelah banyak pengeluaran memang terasa berat, tetapi tetap penting untuk membangun kembali dana darurat. Mulailah dari jumlah kecil, seperti Rp10.000 per hari, Rp50.000 per minggu, atau 5–10% dari penghasilan.
Konsistensi jauh lebih penting daripada jumlah besar di awal. Mengatur keuangan pasca Ramadhan dan Lebaran 2026 adalah langkah penting untuk menjaga stabilitas finansial ke depan. Dengan disiplin, perencanaan matang, dan kebiasaan yang lebih bijak, kondisi keuangan Anda bisa pulih lebih cepat dan bahkan menjadi lebih sehat dari sebelumnya. Jangan tunda, mulai atur keuangan Anda hari ini sebelum masalah finansial datang di bulan berikutnya.(*)
Editor : Titin Wulandari