Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Dari Kulit Binatang hingga Weighted Blanket: Sejarah Panjang Selimut

Bayu Shaputra • Sabtu, 17 Mei 2025 | 04:00 WIB
Selimut tidur (Ilustrasi AI).
Selimut tidur (Ilustrasi AI).

RadarBanyuwangi.id - Kasur tentu perlu selimut yang tepat untuk kenyamanan, tetapi selimut itu sendiri memiliki sejarah panjang yang mencerminkan evolusi teknologi tekstil dan budaya tidur manusia.

Dari lembaran rambut dan kulit binatang di era Paleolitik, hingga kain wol anyaman di Mesir Kuno pada 3.400 SM, masyarakat kuno sudah memanfaatkan selimut untuk kehangatan dan simbol status.

Abad Pertengahan menampilkan selimut bulu berlapis sebagai tanda kemewahan kaum bangsawan, sedangkan Revolusi Industri abad ke‑19 memperkenalkan selimut kapas massal dan mesin anyam mekanis.

Era modern menambah inovasi bahan sintetis, serat mikro, hingga selimut berbobot (weighted blanket) untuk terapi stres.

Sejarah selimut mencerminkan perpaduan kebutuhan fungsional melindungi dari dingin dan menjaga kebersihan dengan nilai sosial dan estetika yang terus berkembang hingga kini.

Awal Mula: Dari Paleolitik hingga Mesir Kuno

Manusia prasejarah pada era Paleolitik (lebih dari 10.000 SM) menggunakan kulit binatang dan tumpukan daun sebagai selimut sederhana untuk menahan dingin semalam.

Catatan tertulis tertua tentang selimut ditemukan di Mesir Kuno sekitar tahun 3.400 SM, di mana kaum bangsawan tidur di ranjang kayu dengan lapisan kain wol dan linen yang dijahit sebagai selimut mewah.

Peran Sosial Abad Pertengahan

Selimut di Abad Pertengahan Eropa bukan hanya alat pemanas, melainkan simbol status: bangsawan menggunakan lapisan bulu angsa tebal dan permadani sutra, sementara rakyat biasa hanya mampu menggunakan jerami dan kain kasar.

Kehadiran selimut berlapis juga meningkatkan kualitas tidur bagi para bangsawan, yang sering tidur di ruang terpencil untuk menghindari udara dingin kastil berangin.

Revolusi Industri dan Produksi Massal

Masuk abad ke‑19, mesin anyam mekanis dan penemuan pembukaan kapas otomatis memicu produksi selimut kapas massal, menjadikannya terjangkau bagi lebih banyak orang.

Di Inggris, selimut wool berlapis dikenal sebagai “Hudson’s Bay point blanket” dan diekspor ke koloni, menjadi komoditas dagang penting pada pertengahan 1800-an.

Inovasi Bahan Abad ke‑20

Pada 1930-an, pengepakan busa karet pertama kali diaplikasikan ke selimut, meningkatkan elastisitas dan daya tahan dibanding kapas biasa.

Memory foam dikembangkan NASA pada 1966 untuk menyerap tekanan, lalu diadaptasi menjadi selimut terapetik yang meredam nyeri otot bagi atlet dan pasien terapi fisik.

Tren Modern dan Terapi Tidur

Era 21 menambahkan selimut berbobot (weighted blanket) dengan isi biji kaca atau plastik, yang memberikan tekanan mendalam (deep pressure stimulation) untuk meredakan stres dan insomnia.

Serat mikro sintetis, fleece, dan bahan “cooling” (gel-infused) juga umum digunakan untuk menyesuaikan suhu tubuh, ideal bagi penderita hot flashes atau tidur di iklim tropis. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Sejarah panjang selimut dari masa ke masa #sejarah #kulit #weighted blanket #selimut