RadarBanyuwangi.id - Di tengah maraknya gaya hidup serba instan, layanan buy now pay later (BNPL) atau yang lebih dikenal sebagai PayLater menjadi solusi cepat bagi masyarakat untuk berbelanja tanpa harus langsung membayar. Namun, kemudahan ini bisa menjadi pedang bermata dua jika tidak disikapi secara bijak.
Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), baki debit BNPL di Indonesia per Maret 2025 mencapai Rp31,6 triliun, dengan 72 persen di antaranya disalurkan oleh sektor perbankan.
Bahkan, jumlah rekening pengguna PayLater perbankan naik menjadi 24,56 juta akun, dari 23,66 juta pada periode sebelumnya.
Angka ini mencerminkan pertumbuhan tahunan sebesar 32,18 persen hanya dalam tiga bulan pertama tahun 2025.
Angka tersebut menunjukkan betapa pesatnya tren konsumsi digital yang kini menjadi dinamika baru dalam perilaku keuangan masyarakat.
Agar tidak terjebak dalam ketergantungan PayLater, berikut beberapa langkah praktis yang bisa diterapkan.
1. Kenali Dulu Fungsi PayLater
PayLater seharusnya digunakan untuk kebutuhan yang bersifat darurat atau benar-benar penting, bukan sekadar memenuhi keinginan sesaat.
Hindari menjadikan layanan ini sebagai alat belanja rutin, apalagi untuk barang-barang konsumtif yang tidak mendesak.
2. Buat Anggaran Belanja Bulanan yang Ketat
Susun anggaran pengeluaran setiap bulan dan alokasikan pos khusus jika memang ingin menggunakan PayLater.
Pastikan nominalnya tidak melebihi 30 persen dari total pendapatan bulanan, agar keuangan tetap seimbang dan risiko gagal bayar bisa diminimalisir.
3. Batasi Jumlah Platform PayLater
Hindari mendaftarkan diri di banyak penyedia layanan PayLater sekaligus. Semakin banyak akun yang dimiliki, semakin besar pula potensi utang yang tersembunyi dan sulit dilacak secara keseluruhan. Pilih satu atau dua yang paling relevan dan terjangkau bunganya.
4. Cek dan Bayar Tagihan Tepat Waktu
Selalu cek tagihan secara berkala dan usahakan membayar sebelum jatuh tempo. Keterlambatan membayar bukan hanya dikenakan denda, tetapi juga dapat merusak skor kredit dan mempersulit pengajuan pinjaman di masa depan.
5. Evaluasi Pola Konsumsi Digitalmu
Tanyakan pada diri sendiri, apakah transaksi ini benar-benar perlu? Lakukan evaluasi bulanan terhadap seluruh transaksi PayLater yang telah dilakukan.
Dari situ, kamu bisa melihat apakah mulai tergantung secara psikologis terhadap kemudahan “beli sekarang, bayar nanti”.
6. Gunakan Fitur Kontrol Batas Kredit
Beberapa aplikasi PayLater menyediakan fitur pembatasan penggunaan atau credit limit. Aktifkan fitur ini agar pengeluaran tidak melebihi batas wajar. Ini adalah langkah pencegahan dini yang cukup efektif.
7. Utamakan Menabung Sebelum Berutang
Tanamkan kebiasaan menabung terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membeli barang mahal.
Dengan menunda pembelian dan mengumpulkan dana, kamu melatih diri untuk hidup sesuai kemampuan dan terhindar dari tekanan finansial akibat utang konsumtif.
Lonjakan pengguna PayLater mencerminkan kemajuan teknologi finansial sekaligus menjadi peringatan akan gaya hidup konsumtif yang semakin tak terkendali.
Terapkan strategi bijak dalam penggunaan PayLater agar dapat memanfaatkan kemudahan layanan ini tanpa harus terjebak dalam ketergantungan finansial yang merugikan di masa depan. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi