Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Langkah Mudah Budidaya Kelapa Wulung untuk Pemula

Bayu Shaputra • Jumat, 9 Mei 2025 | 20:20 WIB
Menanam kelapa wulung (YouTube Alam99 Official).
Menanam kelapa wulung (YouTube Alam99 Official).

RadarBanyuwangi.id - Kelapa wulung, dikenal dengan warna serat sabutnya yang merah muda hingga ungu, merupakan varietas kelapa yang unik dan langka di Indonesia.

Selain keunikan warnanya, air kelapa wulung memiliki rasa yang sedikit pahit namun menyegarkan, serta mengandung nutrisi seperti glukosa, tanin, sukrosa mineral, asam amino, dan fruktosa.

Pemilihan dan Persiapan Bibit

Langkah awal dalam menanam kelapa wulung adalah memilih bibit berkualitas. Pilihlah benih dari pohon induk yang berumur 20 hingga 40 tahun dengan produktivitas tinggi.

Setelah itu, istirahatkan benih di tempat yang bersih, kering, dan tidak terkena sinar matahari langsung selama kurang lebih satu bulan.

Penyemaian Bibit

Setelah masa istirahat, semai benih pada polybag yang berisi media tanam subur. Lakukan penyiraman secara rutin dan pastikan bibit mendapatkan sinar matahari yang cukup.

Bibit biasanya siap dipindahkan ke lahan setelah berumur 6 hingga 12 bulan, dengan tinggi sekitar 90-100 cm dan memiliki sekitar 6 helai daun.

Pengolahan Lahan

Sambil menunggu bibit siap tanam, siapkan lahan dengan membersihkannya dari gulma dan sampah. Buat bedengan melingkar dengan diameter 200 cm untuk mencegah air hujan masuk ke area batang bibit.

Gali lubang tanam berukuran 60 x 60 x 60 cm hingga 100 x 100 x 100 cm. Jika tanah terlalu asam, tambahkan kapur dolomit untuk menetralkan pH tanah.

Penanaman

Tanam bibit dengan pola segitiga berjarak 9 x 9 x 9 meter untuk optimalisasi penyerapan sinar matahari. Waktu penanaman yang ideal adalah pada awal musim hujan.

Letakkan bibit pada lubang tanam, tutup dengan media tanam, dan lakukan penyiraman secukupnya.

  1. Penyiangan: Lakukan penyiangan pada piringan tanaman dengan lebar 1 meter pada tahun pertama, 1,5 meter pada tahun kedua, dan 2 meter pada tahun ketiga.
  2. Gunakan parang untuk membersihkan lahan dari parasit atau hama. Penyiangan dilakukan setiap 4 minggu pada musim hujan dan setiap 6 minggu hingga 2 bulan pada musim kemarau.
  3. Pemupukan: Pada bulan pertama, berikan pupuk urea sebanyak 100 gram dengan jarak 15 cm dari pangkal batang. Pemupukan selanjutnya dilakukan dua kali setahun, yaitu saat musim hujan berakhir (sekitar April atau Mei) dan saat musim hujan dimulai (sekitar Oktober atau November).
  4. Penyiraman: Selama musim kemarau, lakukan penyiraman secara teratur setiap tiga hari sekali, sebaiknya pada sore hari. (*)
Editor : Ali Sodiqin
#kelapa #bibit #berkualitas #Cara menanam kelapa wulung di pekarangan rumah #cara menanam