RadarBanyuwangi.id - Menanam jahe di rumah kini menjadi tren yang digemari banyak orang. Selain mudah dan hemat, kegiatan ini juga memberikan manfaat kesehatan dan ekonomi. Dengan lahan terbatas sekalipun.
Anda bisa membudidayakan jahe menggunakan pot atau polybag. Berikut panduan lengkap menanam jahe di rumah yang praktis dan hasil melimpah.
Pemilihan Bibit Jahe
Pilih rimpang jahe yang segar, tidak keriput, dan memiliki mata tunas yang jelas. Potong rimpang menjadi beberapa bagian, pastikan setiap potongan memiliki minimal satu mata tunas.
Sebelum ditanam, rendam potongan rimpang dalam air hangat selama beberapa jam untuk merangsang pertumbuhan tunas.
Persiapan Media Tanam
Gunakan campuran tanah gembur, pupuk kandang, dan pasir dengan perbandingan 2:1:1. Jika menggunakan pot atau polybag, pastikan memiliki lubang drainase di bagian bawah untuk mencegah genangan air.
Diamkan campuran media tanam selama satu minggu sebelum digunakan untuk memungkinkan fermentasi alami.
Tanam potongan rimpang jahe sedalam 5–7 cm dengan mata tunas menghadap ke atas. Jika menggunakan polybag berukuran 40x50 cm.
Anda dapat menanam 3–5 potongan dalam satu polybag. Tutup lubang tanam dengan media tanam, namun jangan terlalu padat agar tunas dapat tumbuh dengan leluasa.
Perawatan Tanaman
Lakukan penyiraman secara teratur, terutama saat musim kemarau. Pastikan tanah tetap lembap namun tidak tergenang.
Pencahayaan
Letakkan tanaman di tempat yang mendapatkan sinar matahari tidak langsung selama 4–5 jam sehari.
Pemupukan: Berikan pupuk organik secara berkala untuk mendukung pertumbuhan.
Pengendalian Hama: Periksa tanaman secara rutin dan gunakan pestisida nabati jika diperlukan.
Panen
Jahe biasanya siap dipanen setelah 8–10 bulan, ditandai dengan daun yang mulai menguning dan batang mengering. Gunakan cangkul atau garpu untuk menggali rimpang dengan hati-hati agar tidak merusaknya. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi