Tradisi ini tidak jarang dilakukan dengan cara nekat. Termasuk dengan menempuh jarak jarak ratusan bahkan ribuan kilometer jauhnya.
Seolah tanpa bisa dibendung lagi, semangat berlebaran di kampung halaman menjadi harga mati.
Untuk menuntaskan dahaga selama setahun merantau, banyak pemudik yang kemudian memilih ragam tranasportasi mulai umum hingga kendaraan pribadi.
Dibekali mindset kendaraan pribadi lebih fleksibel dan irit secara ongkos sering menjadi pilihan.
Tidak terkecuali pilihan sepeda motor sebagai tunggangan bagi pemudik untuk menuju kampung halaman.
Meskipun secara teknis motor diciptakan bukan untuk perjalanan jauh. Keberadaannya sudah keluar dari pakem saat lebaran tiba.
Sepeda motor dipilih untuk kendaraan mudik. Meski kerap diimbau untuk tidak menggunakan motor saat mudik.
Tapi apa daya, mudik tetap mudik. Bila tetap mudik menggunakan sepeda motor ada baiknya memperhatikan beberapa hal berikut agar mudik aman dan nyaman.
Pertama, pastikan kondisi sepeda motor dalam kondisi laik jalan. Periksa pengereman, oli, lampu, ban, bahan bakar, serta komponen motor lainnya. Pastikan semua dalam kondisi siap pakai.
Kedua, Gunakan kelengkapan keselamatan yang memadai dan terstandar. Pakai helm, jaket, jas hujan, sarung tangan, kacamata, serta sepatu yang nyaman perjalanan. Pilih jaket dengan warna terang agar meningkatkan daya visibilitas atau pandangan pengendara lain.
Ketiga, siapkan fisik dan mental. Mudik membutuhkan kesehatan fisik dan mental. Istirahat yang cukup sebelum berangkat mudik. Konsumsi makanan yang sehat, serta hindari terlalu banyak makan atau yang mengandung gula. Selain itu jaga emosi agar tidak mudah tersulut selama perjalanan.
Keempat, siapkan rute perjalanan. Hindari berkendara dengan tidak mengenali medan jalan yang akan ditempuh. Kenali karakteristik jalan seperti kondisi jalanan yang buruk, kurang cahaya penerangan, atau daerah sepi yang sudah terkenal dengan kejahatannya.
Kelima, manfaatkan rest area untuk beristirahat. Mudik dengan motor itu mudah lelah dan pegal. Beristirahatlah secara berkala bisa menjadi peregangan agar fisik kembali seperti sediakala.
Keenam, hindari membawa beban yang terlalu berat. Ini berpengaruh terhadap keseimbangan dan keselamatan selama berkendara.
Ketujuh, hindari berkendara saat malam hari. Usahakan pilih mudik di waktu terang. Ini bisa menekan resiko terjadinya kecelakaan dan kejadian lain selama perjalanan.
Kedelapan, patuhi peraturan dan himbauan petugas polisi selama mengatur lalu lintas Tidak berkendara melebihi batas kecepatan bisa membantu keselamatan selama di jalan raya. Bila bingung di jalan bisa menanyakan kejelasan rute kepada petugas kepolisian.
Sembilan, jangan menggunakan ponsel saat berkendara. Saat ingin berkomunikasi sebaiknya berhenti dan menepi terlebih dahulu.
Ada baiknya juga sebelum mudik lengkapi diri dengan dokumen kelengkapan seperti SIM dan STNK. Sebelum memulai perjalan ada baiknya berdoa terlebih dahulu agar diberi kelancaran dan keselamatan selama perjalanan. (*)
Editor : Niklaas Andries