Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Bekas Gigitan Ular Jangan Diikat

AF Ichsan Rasyid • Rabu, 7 Februari 2018 | 22:05 WIB
bekas-gigitan-ular-jangan-diikat
bekas-gigitan-ular-jangan-diikat



BANYUWANGI – Ular mungkin menjadi salah satu binatang  menakutkan bagi sebagian orang. Ragam kekhawatiran muncul karena rupa si ular hingga adanya senjata mematikan yang dimilikinya berupa racun. Ketakutan tersebut cukup beralasan, mengingat ular berbisa kerap menjadi momok usai menggigit bagian tubuh tertentu.


Jika tidak tertangani dengan baik, efek gigitan ular dapat berakibat fatal. Yang pasti, bila kena gigit dan terinfeksi bisa ular, ada baiknya untuk tidak panik. Pastikan gigitan ular yang ditinggalkan dari jenis beracun atau tidak. Ular berbisa biasanya meninggalkan bekas gigitan dengan lubang sedikit. Sedangkan ular tidak berbisa cenderung banyak titik. ”Berbisa atau tidak, ada baiknya segera mendapat pertolongan. Terutama yang berbisa harus segera mendapatkan penanganan segera,” ujar perawat Inti Bawono.


Gigitan ular berbisa, bisa jadi paling mengkhawatirkan. Racun yang menyertai gigitannya perlu mendapatkan penanganan segera. Pertama yang perlu dilakukan yakni dengan membuat korban gigitan ular tetap tenang. 


Usahakan jangan bergerak khususnya bagian yang digigit ular. Ini agar racun ular tidak menyebar lebih cepat. Usahakan posisi gigitan lebih rendah dari posisi jantung.  Kemudian bersihkan luka tapi jangan siram dengan air. Berikan sayatan kecil di sekitar bekas gigitan untuk menekan racun keluar. ”Terpenting juga bekas gigitan jangan diikat. Nanti efeknya bisa membusuk,” ujarnya.


Setelah pertolongan pertama diberikan, segera larikan korban ke rumah sakit atau puskesmas terdekat. Ini sebagai upaya pertolongan lanjutan agar bisa ular bisa dinetralisir  segera. (nic/bay/c1)

Editor : AF Ichsan Rasyid