Saham AMD Melejit, Bisnis AI Bawa Valuasi Tembus US$1 Triliun

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 20:00 WIB
AMD menembus valuasi US$1 triliun setelah saham melonjak dipicu bisnis AI. Pendapatan Data Center AMD naik 107 persen menjadi US$6,7 miliar. (amd.com)
AMD menembus valuasi US$1 triliun setelah saham melonjak dipicu bisnis AI. Pendapatan Data Center AMD naik 107 persen menjadi US$6,7 miliar. (amd.com)

RADAR BANYUWANGI - AMD akhirnya menembus valuasi US$1 triliun. Lonjakan saham perusahaan chip asal Amerika Serikat itu terjadi ketika investor semakin melihat kecerdasan buatan (AI) bukan lagi sekadar tren teknologi, melainkan mesin pertumbuhan baru AMD.

Pada perdagangan 21 September 2026, saham Advanced Micro Devices (AMD) melonjak sekitar 9,6 persen ke rekor US$613,31. Kenaikan tersebut membawa kapitalisasi pasar AMD melewati US$1 triliun untuk pertama kalinya. 

Pemicunya tidak datang dari satu produk saja. Kinerja bisnis pusat data, ekspansi chip AI, serta strategi AMD menjual sistem komputasi AI berskala rak ikut mengubah cara investor menilai perusahaan yang selama ini dikenal sebagai pesaing utama di pasar prosesor dan akselerator.

Pendapatan Data Center Meledak 107 Persen

Fondasi utama reli AMD terlihat dari kinerja bisnis Data Center.

Dalam laporan kuartal II 2026, AMD mencatat pendapatan US$11,5 miliar, naik 50 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, sorotan terbesar datang dari segmen Data Center yang menghasilkan US$6,7 miliar.

Angka itu melonjak 107 persen secara tahunan, didorong kuat oleh permintaan prosesor server AMD EPYC dan GPU AMD Instinct. 

Pertumbuhan tersebut membuat bisnis pusat data menjadi salah satu penopang utama ekspansi AMD di tengah perlombaan membangun infrastruktur AI.

Bagi investor, perubahan ini penting karena kebutuhan AI tidak hanya membutuhkan model kecerdasan buatan, tetapi juga pusat data, server, prosesor, GPU, jaringan, serta sistem komputasi yang mampu menjalankan beban kerja dalam skala besar.

AMD Tak Lagi Sekadar Jual Chip

Perubahan strategi AMD juga terlihat dari kehadiran AMD Helios, sistem AI berskala rak yang menggabungkan berbagai komponen komputasi untuk kebutuhan pusat data.

AMD memperkenalkan Helios sebagai bagian dari strategi untuk menyediakan infrastruktur AI secara lebih menyeluruh, bukan hanya menjual chip secara terpisah.

Perusahaan menyebut Helios mulai diproduksi untuk deployment berskala besar. Sejumlah perusahaan teknologi dan penyedia layanan komputasi, termasuk OpenAI, Anthropic, Meta, Microsoft, dan Oracle, tercatat dalam daftar perusahaan yang bekerja sama atau menggunakan solusi AMD untuk infrastruktur AI. 

Strategi ini menjadi bagian penting dari perubahan posisi AMD di tengah persaingan industri chip AI.

AMD juga memperluas portofolionya melalui GPU Instinct MI400 Series, prosesor server EPYC generasi keenam, serta perangkat jaringan untuk pusat data. 

OpenAI hingga Anthropic Masuk Ekosistem AMD

Hubungan dengan perusahaan pengembang AI menjadi salah satu faktor yang memperkuat cerita pertumbuhan AMD.

AMD dan OpenAI menjalin kerja sama untuk mengoptimalkan ekosistem komputasi AI, termasuk penggunaan GPU AMD Instinct dan sistem Helios. OpenAI menyatakan deployment Helios akan dimulai pada kuartal IV 2026 dan meningkat sepanjang 2027. 

Sementara itu, AMD dan Anthropic mengumumkan kerja sama strategis untuk deployment hingga 2 gigawatt GPU AMD Instinct MI450 Series dalam sistem Helios. Deployment gigawatt pertama dijadwalkan mulai pada paruh pertama 2027. 

Meta juga memiliki rencana deployment hingga 6 gigawatt GPU AMD, dengan tahap awal menggunakan GPU berbasis MI450.

Rangkaian kerja sama tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan AMD semakin terkait dengan pembangunan infrastruktur AI berskala besar.

Saham AMD Melaju Kencang

Pasar kemudian merespons perubahan tersebut dengan reli saham yang sangat kuat.

Reuters melaporkan saham AMD telah melonjak sekitar 185 persen sepanjang 2026 hingga momentum penembusan valuasi US$1 triliun tersebut. Pada saat yang sama, indeks Nasdaq juga mencatat rekor baru dan saham perusahaan semikonduktor lain ikut menguat. 

Kenaikan AMD juga ikut mengangkat sentimen di sektor chip. Intel dan sejumlah perusahaan semikonduktor lainnya mencatat penguatan ketika investor kembali memburu saham yang memiliki keterkaitan dengan pertumbuhan AI. 

Namun, valuasi besar tersebut juga membawa tantangan. AMD harus membuktikan bahwa lonjakan permintaan AI dapat diterjemahkan menjadi pengiriman produk, pendapatan, dan keuntungan secara berkelanjutan.

Tantangan Setelah Tembus US$1 Triliun

Menembus kapitalisasi pasar US$1 triliun bukan berarti perjalanan AMD selesai.

Perusahaan masih harus menjaga pasokan chip, meningkatkan kapasitas produksi, memastikan deployment sistem AI berjalan sesuai rencana, serta mengendalikan biaya produksi dan komponen seperti wafer serta memori.

Di sisi lain, persaingan industri AI juga terus berlangsung. Perusahaan-perusahaan chip besar berlomba menyediakan bukan hanya GPU, tetapi ekosistem lengkap yang mencakup prosesor, software, jaringan, dan sistem pusat data.

Dengan pendapatan Data Center yang sudah mencapai US$6,7 miliar pada kuartal II 2026 dan pertumbuhan tahunan 107 persen, bisnis AI kini menjadi bagian penting dari cerita pertumbuhan AMD. 

Penembusan valuasi US$1 triliun menjadi penanda bahwa pasar kini memberi perhatian besar pada transformasi AMD dari produsen chip menjadi salah satu pemasok infrastruktur AI. Tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa pertumbuhan tersebut mampu bertahan ketika skala deployment AI semakin besar. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Sumber : Advanced Micro Devices, Inc, Reuters
Chip AI AMD saham AMD AMD AI AMD Helios