Pasar HP Lipat Masih Kecil, Apple Taruhan Besar lewat iPhone Duo

Khanza Tania Amelia Setiawan • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 10:45 WIB
iPhone Duo memiliki layar utama 7,6 inci dan layar luar 5,4 inci. Ponsel lipat pertama Apple itu dibanderol mulai USD 1.999 di Amerika Serikat. (Apple)
iPhone Duo memiliki layar utama 7,6 inci dan layar luar 5,4 inci. Ponsel lipat pertama Apple itu dibanderol mulai USD 1.999 di Amerika Serikat. (Apple)

RADAR BANYUWANGI - Pasar smartphone lipat masih kecil. IDC memperkirakan pangsa perangkat tersebut belum mencapai 3 persen dari pasar smartphone global pada 2026.

Namun, Apple justru masuk ke segmen itu lewat iPhone Duo. Ponsel lipat pertama Apple tersebut dibanderol mulai USD 1.999.

Harga itu langsung menempatkan iPhone Duo di kelas premium. Apple tidak memilih mengejar pasar massal. Perusahaan justru menawarkan layar lebih besar, kemampuan multitasking, gim, hiburan, hingga fitur berbasis kecerdasan buatan kepada konsumen kelas atas.

Apple memperkenalkan iPhone Duo di Cupertino, California, pada 9 September 2026. Dalam pengumuman resminya, Apple menyebut perangkat tersebut memiliki layar luar Super Retina XDR 5,4 inci dan layar utama 7,6 inci.

Menurut Apple, layar bagian dalam iPhone Duo 50 persen lebih luas dibandingkan iPhone 18 Pro Max. Sementara itu, layar luarnya memiliki sekitar 90 persen area layar iPhone 18 Pro.

iPhone Duo ditenagai chip A20 Pro. Apple juga membekalinya dengan sistem pendingin vapor chamber dan konfigurasi dua baterai.

Sistem operasi iOS 27.1 dioptimalkan untuk penggunaan dua layar. Apple menonjolkan kemampuan multitasking, bermain gim, menikmati konten, serta menjalankan fitur berbasis kecerdasan buatan.

CEO Apple John Ternus menyebut iPhone Duo sebagai perubahan besar dalam perjalanan iPhone.

“iPhone Duo merupakan perubahan paling transformatif pada iPhone sejak iPhone pertama,” kata Ternus dalam pengumuman resmi Apple.

Saat tertutup, perangkat tersebut menggunakan layar 5,4 inci. Ketika dibuka, pengguna mendapat layar 7,6 inci yang memberi ruang lebih luas untuk menjalankan aplikasi, bekerja, maupun menikmati konten.

Persoalannya, siapa yang bersedia membayar hampir USD 2.000 untuk sebuah iPhone lipat?

Harga Tinggi di Pasar yang Masih Kecil

Apple menetapkan harga iPhone Duo di Amerika Serikat mulai USD 1.999 untuk kapasitas penyimpanan 256 GB.

Perusahaan juga menawarkan kapasitas 512 GB, 1 TB, dan 2 TB. Berdasarkan jadwal resmi Apple, pemesanan awal dibuka pada 16 Oktober 2026. Penjualan dimulai pada 23 Oktober di lebih dari 70 negara dan wilayah.

Harga tinggi itu menjadi perhatian analis.

Carolina Milanesi dari Creative Strategies menilai Apple belum menjelaskan secara tegas konsumen yang menjadi sasaran iPhone Duo.

“Apple biasanya tidak menentukan secara khusus siapa pembelinya. Namun, dalam kasus ini, mereka benar-benar menghindari pembahasan tersebut,” ujar Milanesi kepada Reuters.

Reuters melaporkan Apple menunjukkan beragam skenario penggunaan iPhone Duo saat peluncuran. Mulai bekerja melalui Zoom dan Slack, menonton Netflix, membuat konten, hingga menggunakan fitur kecerdasan buatan.

Namun, beragam fungsi itu sekaligus membuat posisi utama iPhone Duo belum sederhana. Perangkat tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk bekerja ataupun hiburan.

Tantangannya makin terlihat jika dibandingkan dengan ukuran pasar.

IDC, sebagaimana dikutip Reuters, memperkirakan smartphone lipat masih menyumbang kurang dari 3 persen pasar smartphone global pada 2026. Pangsa itu juga diperkirakan belum berubah drastis pada 2027 meski Apple sudah masuk ke segmen tersebut.

Artinya, Apple belum membidik pasar massal melalui Duo. Sasaran awalnya lebih mungkin konsumen premium dengan daya beli tinggi, termasuk pengguna iPhone yang selama ini menginginkan perangkat lipat tanpa berpindah ekosistem.

Foldable Bergerak ke Kelas Premium

Meski pangsanya kecil, pasar smartphone lipat sedang bergerak ke segmen harga yang semakin tinggi.

Counterpoint Research memperkirakan rata-rata harga grosir smartphone lipat secara global meningkat 18 persen pada 2026. Lembaga riset itu menyebut kenaikan tersebut salah satunya didorong semakin banyak perangkat model buku dengan layar besar dan produk yang masuk kategori superpremium.

Menurut Counterpoint, sekitar sepertiga smartphone lipat pada 2025 berada di kisaran harga grosir di atas USD 1.600.

Pada 2026, porsinya diperkirakan melonjak menjadi sekitar 60 persen dari total pengiriman smartphone lipat.

Counterpoint juga memperkirakan pangsa perangkat lipat model buku meningkat dari 52 persen pada 2025 menjadi 76 persen pada 2026.

Associate Director Counterpoint Research Liz Lee menilai karakter konsumen perangkat lipat berbeda dengan pembeli smartphone pada umumnya.

“Perangkat ini menarik pengguna awal yang tidak terlalu sensitif terhadap harga serta konsumen premium yang bersedia membayar lebih untuk produktivitas, efisiensi, dan pengalaman seluler yang lebih baik,” kata Lee.

Kondisi tersebut membantu menjelaskan strategi Apple.

Harga USD 1.999 tidak menunjukkan upaya Apple membawa perangkat lipat ke pasar massal. Duo justru dapat ditempatkan sebagai produk di atas lini iPhone Pro untuk konsumen dengan toleransi harga lebih tinggi.

Counterpoint juga menilai layar besar semakin relevan ketika produsen smartphone mendorong penggunaan kecerdasan buatan untuk menjalankan berbagai tugas.

Menurut lembaga riset tersebut, layar yang luas memudahkan pengguna membandingkan informasi, memantau beberapa pekerjaan, serta berpindah antara surel, kalender, dan pesan tanpa kehilangan konteks.

Berhadapan dengan Samsung

Apple bukan pemain pertama di pasar smartphone lipat.

Samsung telah menjual perangkat foldable sejak 2019. Berdasarkan data Counterpoint yang dikutip Reuters, perusahaan asal Korea Selatan tersebut masih menguasai sekitar 40 persen pasar smartphone lipat global pada 2026.

Pengalaman selama beberapa generasi memberi Samsung waktu lebih panjang untuk menyempurnakan desain, engsel, ketahanan layar, bobot, hingga perangkat lunak.

Samsung menyebut Galaxy Z Fold8 menggunakan layar utama 7,6 inci. Perangkat tersebut memiliki bobot 201 gram dengan ketebalan 4,5 milimeter ketika dibuka.

Samsung juga menegaskan bahwa pengembangan perangkat lipat tidak hanya mengejar bodi yang semakin tipis.

“Bagi Samsung, membuat perangkat lipat semakin tipis bukanlah tujuan akhir,” ujar MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia Ilham Indrawan dalam keterangan resmi perusahaan.

Samsung menyatakan fokus pengembangan berikutnya juga mencakup kenyamanan penggunaan, produktivitas, serta pemanfaatan layar lebar bersama fitur Galaxy AI.

Persaingan Apple dan Samsung menjadi menarik karena keduanya tidak hanya berhadapan sebagai produsen smartphone.

Reuters melaporkan Samsung Display juga menjadi bagian dari rantai pasok layar iPhone Duo. Dengan demikian, kenaikan penjualan ponsel lipat Apple berpotensi ikut menguntungkan bisnis komponen Samsung.

Bisa Terjual 6 Juta Unit

Counterpoint memperkirakan Apple dapat menjual hampir 6 juta unit iPhone Duo hingga akhir 2026.

Reuters melaporkan permintaan itu diperkirakan datang antara lain dari pengguna iPhone yang selama ini menunggu perangkat lipat buatan Apple.

Jika proyeksi tersebut tercapai, Counterpoint memperkirakan Apple dapat langsung meraih sekitar seperempat pasar smartphone lipat global.

Enam juta unit memang kecil jika dibandingkan dengan keseluruhan pasar smartphone. Namun, angka itu cukup besar untuk kategori foldable.

Omdia memperkirakan pengiriman smartphone lipat global mencapai sekitar 22,3 juta unit pada 2026. Dengan demikian, penjualan beberapa juta unit dari satu model saja berpotensi mengubah komposisi pasar.

Apple juga memiliki basis pengguna besar yang selama ini tidak memiliki pilihan smartphone lipat di dalam ekosistem iOS.

Namun, harga tetap menjadi tantangan. Duo kemungkinan masih akan banyak dibeli pengguna awal, konsumen premium, dan pelanggan loyal Apple.

Bagaimana dengan Indonesia?

Tanda-tanda kehadiran iPhone Duo di Indonesia sudah terlihat.

Berdasarkan data sertifikasi yang dipantau detikINET, iPhone Duo dengan nomor model A3720 memperoleh sertifikat Postel Kementerian Komunikasi dan Digital pada 17 September 2026.

detikINET juga melaporkan perangkat tersebut sebelumnya telah memperoleh sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dengan nilai 40 persen.

Sertifikasi Postel dan TKDN menjadi bagian dari tahapan yang harus dilalui perangkat telekomunikasi sebelum dipasarkan di Indonesia.

Namun, berdasarkan laporan detikINET hingga 20 September 2026, Apple belum mengumumkan secara resmi harga maupun jadwal penjualan iPhone Duo di Indonesia.

Sejumlah perkiraan harga dan jadwal peluncuran memang sudah beredar. Namun, angka tersebut masih berupa bocoran.

Karena itu, harga resmi USD 1.999 di Amerika Serikat masih menjadi acuan paling pasti.

Taruhan Apple di Pasar Premium

Masuknya Apple belum tentu langsung membuat smartphone lipat menjadi produk massal.

Sebaliknya, harga mulai USD 1.999 menunjukkan bahwa Apple memilih masuk dari segmen dengan daya beli tinggi.

Data Counterpoint menunjukkan arah pasar yang mendukung strategi tersebut. Perangkat lipat berharga di atas USD 1.600 semakin dominan. Model buku juga terus mengambil porsi lebih besar.

Namun, tantangan Apple tidak kecil.

Samsung sudah memiliki pengalaman bertahun-tahun. Di sisi lain, analis masih mempertanyakan siapa pembeli utama iPhone Duo dan kebutuhan apa yang cukup kuat untuk membenarkan harga hampir USD 2.000.

Karena itu, keberhasilan iPhone Duo tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya volume penjualan.

Jika Apple mampu menarik jutaan pengguna ke kategori foldable, Duo sudah cukup untuk mengubah peta persaingan di pasar yang selama ini relatif kecil.

Pertanyaan akhirnya sederhana: apakah layar 7,6 inci, ekosistem iPhone, dan kemampuan multitasking cukup menarik untuk membuat konsumen membayar USD 1.999?

Jawabannya mulai terlihat ketika iPhone Duo resmi dijual pada Oktober 2026.

Editor : Lugas Rumpakaadi
iPhone lipat iPhone Duo Apple foldable smartphone lipat Samsung Galaxy Z Fold