Saham Alibaba Menguat 3 Persen, Tembus HK$112,60, Sinyal Rebound Belum Aman

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 18:30 WIB
Saham Alibaba naik 3,02 persen ke HK$112,60. Simak sinyal teknikal, level resistance, momentum AI, dan risiko pergerakannya. (SCMP)
Saham Alibaba naik 3,02 persen ke HK$112,60. Simak sinyal teknikal, level resistance, momentum AI, dan risiko pergerakannya. (SCMP)

RADAR BANYUWANGI – Saham Alibaba Group kembali menguat di bursa Hong Kong. Harga saham berkode 9988 ditutup di HK$112,60, naik 3,02 persen atau HK$3,30 dalam perdagangan 21 September 2026. Kenaikan tersebut memperkuat sinyal pemulihan jangka pendek, tetapi belum cukup untuk menghapus tekanan teknikal karena harga masih berada di bawah rata-rata 50 hari.

Pergerakan saham Alibaba menarik perhatian karena terjadi setelah saham teknologi China menghadapi tekanan cukup besar dalam beberapa pekan terakhir. Data perdagangan menunjukkan saham Alibaba sebelumnya berada di HK$109,30 pada 18 September, lalu naik menjadi HK$112,60 pada sesi berikutnya. 

Dengan posisi tersebut, Alibaba kini berada di atas SMA20 HK$110,09, tetapi masih di bawah SMA50 HK$115,46. Artinya, pasar mulai menunjukkan pemulihan jangka pendek, sementara tren yang lebih panjang belum sepenuhnya kembali menguat.

Harga Naik, tetapi Tembok HK$115 Masih Mengadang

Kenaikan 3,02 persen bukan satu-satunya sinyal yang perlu diperhatikan. Struktur pergerakan harga menunjukkan saham Alibaba masih bergerak dalam pola sideways.

Harga sudah meninggalkan area terendah jangka pendek di sekitar HK$105. Namun, area HK$115-HK$117 menjadi zona penting berikutnya.

SMA50 berada di HK$115,46, sementara resistance teknikal berada di sekitar HK$116,60. Upper Bollinger Band juga berada sangat dekat, yakni sekitar HK$116,69.

Pertemuan beberapa level teknikal tersebut membuat area tersebut menjadi ujian penting bagi Alibaba. Jika harga mampu melewatinya, struktur pemulihan akan terlihat lebih kuat. Sebaliknya, kegagalan menembus area itu dapat membuat saham kembali bergerak dalam rentang perdagangan sebelumnya.

Momentum Mulai Membaik, RSI Masih Netral

Indikator momentum memberikan gambaran yang beragam.

RSI 14 berada di level 52,1. Posisi tersebut masih tergolong netral. Artinya, saham belum masuk wilayah jenuh beli berdasarkan RSI.

Namun, indikator Stochastic menunjukkan kondisi berbeda. Stochastic %K berada di 98,8, sedangkan %D di 55,7. Angka tersebut menunjukkan momentum kenaikan jangka pendek sudah sangat tinggi.

Kondisi itu perlu dicermati karena kenaikan harga yang terlalu cepat bisa diikuti konsolidasi apabila pembeli tidak mampu mempertahankan tekanan beli.

Sementara itu, MACD berada di -2,152, masih di bawah garis nol. Meski demikian, histogram tercatat positif di 0,220, sedangkan garis MACD berada di atas signal line yang berada di -2,371.

Kombinasi tersebut menunjukkan momentum internal mulai membaik meski pembalikan tren belum terkonfirmasi sepenuhnya.

Volume Belum Mengikuti Lonjakan Harga

Ada satu catatan lain dari perdagangan Alibaba: volume.

Pada perdagangan yang menghasilkan kenaikan 3,02 persen tersebut, volume mencapai sekitar 54,73 juta saham. Angka itu lebih rendah dibandingkan rata-rata 20 hari yang disebut berada di kisaran 71,27 juta saham.

Data historis juga menunjukkan bahwa perdagangan 18 September mencapai sekitar 90,08 juta saham ketika saham Alibaba naik 4 persen.

Dengan demikian, kenaikan terbaru belum disertai lonjakan volume yang besar.

Bagi pembaca yang mengikuti analisis teknikal, kondisi tersebut berarti kenaikan harga memang terjadi, tetapi belum mendapat konfirmasi kuat dari aktivitas perdagangan.

Alibaba dan Dorongan Bisnis AI

Pergerakan saham Alibaba juga berlangsung di tengah agresivitas perusahaan mengembangkan bisnis kecerdasan buatan.

Pada 22 September 2026, Alibaba mengumumkan rencana mengembangkan model AI dengan 5 triliun hingga 10 triliun parameter, jauh lebih besar dibandingkan model Qwen 3.8 Max yang memiliki 2,4 triliun parameter.

CEO Alibaba Eddie Wu juga memperkenalkan chip AI Zhenwu V900 yang dikembangkan unit semikonduktor T-Head. Alibaba menyebut chip tersebut memiliki performa tiga kali lipat dibandingkan M890 dan ditargetkan masuk produksi massal pada awal 2027.

Perusahaan juga berencana memperluas kapasitas pusat data global hingga lebih dari 20 gigawatt pada 2032. Langkah tersebut menunjukkan bahwa AI menjadi bagian penting dari strategi investasi Alibaba dalam beberapa tahun mendatang. 

Namun, ekspansi AI juga berarti kebutuhan modal yang besar. Karena itu, pergerakan saham tidak hanya dipengaruhi oleh prospek pertumbuhan teknologi, tetapi juga kemampuan Alibaba mengubah investasi AI menjadi pertumbuhan bisnis dan pendapatan.

Level Penting Saham Alibaba

Dari sisi teknikal, HK$105,10 menjadi support terdekat yang perlu diperhatikan. Level tersebut juga merupakan harga penutupan pada 17 September sebelum saham Alibaba mencatat penguatan dalam dua sesi berikutnya. 

Jika support tersebut bertahan, fokus berikutnya berada pada HK$116,60-HK$116,69.

Sebaliknya, apabila harga kembali turun dan menembus HK$105,10, area sekitar HK$103,50 menjadi level berikutnya yang patut diperhatikan berdasarkan lower Bollinger Band.

Dalam rentang tiga bulan, Alibaba sebelumnya sempat mencapai sekitar HK$130,30, sementara titik terendah berada di HK$88,65 berdasarkan data teknikal yang digunakan dalam analisis.

Dengan harga HK$112,60, saham masih berada cukup jauh dari puncak tiga bulan tersebut.

Apa Artinya bagi Investor?

Secara sederhana, grafik Alibaba saat ini memperlihatkan pemulihan yang mulai terbentuk, tetapi belum menjadi pembalikan tren yang terkonfirmasi.

Harga sudah berada di atas SMA20 dan momentum MACD membaik. Namun, harga masih di bawah SMA50, Stochastic sudah berada di area tinggi, dan volume perdagangan belum memberikan konfirmasi kuat.

Karena itu, area HK$115-HK$117 menjadi zona penting untuk melihat apakah kenaikan Alibaba berlanjut atau kembali memasuki fase konsolidasi.

Perlu dicatat, level-level tersebut merupakan indikator analisis teknikal, bukan kepastian arah harga. Pergerakan saham dapat berubah mengikuti sentimen pasar, kondisi ekonomi, kinerja perusahaan, serta perkembangan bisnis AI Alibaba.

Data perdagangan: harga penutupan HK$112,60 pada 21 September 2026. Data historis menunjukkan kenaikan 3,02 persen dengan volume sekitar 54,73 juta saham. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Sumber : StockAnalysis.com, Reuters
Saham Alibaba Alibaba 9988 Harga saham Alibaba Saham China Alibaba AI