RADAR BANYUWANGI – Bayangkan memiliki asisten pribadi yang bukan hanya menjawab pertanyaan, tetapi juga bisa membuka aplikasi, mengirim email, membuat rencana, memesan perjalanan, hingga melakukan pembelian atas nama Anda. Konsep itu kini mulai diwujudkan Meta melalui Muse, agen kecerdasan buatan (AI) personal yang dirancang untuk mengerjakan tugas secara langsung.
Meta memperkenalkan Muse pada 8 September 2026 sebagai langkah menuju visi perusahaan menghadirkan agen AI personal yang dapat membantu aktivitas pengguna sehari-hari. Berbeda dari chatbot konvensional, Muse dirancang untuk mengambil tindakan berdasarkan instruksi dan tujuan yang diberikan pengguna.
Kehadiran Muse menjadi bagian penting dari strategi Meta mengembangkan AI. Perusahaan yang menaungi Facebook, Instagram, WhatsApp, dan Messenger itu tidak hanya mengembangkan model AI untuk menjawab pertanyaan, tetapi mulai mengarah pada teknologi yang mampu bertindak atas nama pengguna.
Muse AI Bisa Mengerjakan Tugas, Bukan Sekadar Menjawab
Meta menyebut Muse sebagai personal AI agent. Teknologi tersebut bekerja menggunakan Muse Spark, model AI Meta yang dikembangkan untuk pekerjaan berbasis agen.
Pengguna cukup memberi tahu apa yang ingin dilakukan. Muse kemudian dapat menyusun rencana, berinteraksi dengan aplikasi, membuka browser, mengisi formulir, hingga melanjutkan pekerjaan meski pengguna sudah menutup aplikasi.
Untuk tindakan sensitif, seperti mengirim email atau melakukan pembelian, Muse akan meminta persetujuan pengguna terlebih dahulu. Meta juga menyebut pengguna dapat menentukan aplikasi apa saja yang boleh diakses serta tingkat akses yang diberikan.
Kemampuan tersebut membuat Muse berbeda dari pola penggunaan chatbot AI yang selama ini lebih banyak menunggu pertanyaan kemudian memberikan jawaban.
Dengan agen AI, tugas dapat bergerak dari percakapan menuju eksekusi.
Misalnya, pengguna dapat meminta bantuan untuk mengatur perjalanan. Muse tidak hanya memberikan rekomendasi, tetapi dapat membantu menyusun rencana, membuka situs, mengisi formulir, dan melakukan langkah berikutnya sesuai izin yang diberikan.
Meta Siapkan Sistem Keamanan Khusus
Kemampuan Muse untuk bertindak atas nama pengguna sekaligus membawa persoalan besar: bagaimana memastikan agen AI tidak memiliki akses berlebihan terhadap data pribadi?
Meta mengatakan Muse dibangun menggunakan Muse Secure VM, sebuah lingkungan komputer virtual khusus yang menyimpan agen sekaligus data pengguna.
Sistem tersebut dilengkapi agen keamanan bernama Sentinel. Menurut Meta, Sentinel menjadi lapisan yang mengawasi tindakan Muse sebelum agen dapat mengakses internet. Muse juga tidak dapat melihat password atau informasi pembayaran pengguna secara langsung.
Pengguna dapat mengatur sendiri layanan yang terhubung dengan Muse. Akses tersebut juga dapat diubah atau diputus kapan saja.
Meta menyatakan Muse akan meminta persetujuan sebelum melakukan tindakan sensitif serta menyediakan jejak aktivitas yang menunjukkan apa yang telah dilakukan dan apa yang akan dilakukan.
Perusahaan juga mengatakan percakapan serta data di lingkungan virtual Muse tidak dibagikan kepada sistem iklan Meta.
Dari Email hingga Belanja Online
Kemampuan Muse dirancang untuk mencakup berbagai aktivitas sehari-hari.
Meta menyebut agen tersebut dapat membantu mengirim email, melakukan pemesanan perjalanan, menyusun rencana berdasarkan tujuan pengguna, hingga melakukan pembelian.
Untuk transaksi, Muse menggunakan Link dari Stripe. Sistem tersebut menyediakan kartu sekali pakai sehingga detail kartu pembayaran pengguna tidak perlu diberikan langsung kepada agen. Meta juga menyebut dukungan Shop Pay dan 1Password akan hadir kemudian.
Muse juga dirancang untuk mengingat informasi yang dianggap penting oleh pengguna.
Sebagai gambaran, Meta menyebut Muse dapat mengubah resep yang pernah disimpan di Instagram menjadi daftar belanja, menyusun menu acara makan, dan mempertimbangkan informasi seperti pantangan makanan teman ketika membantu membuat undangan.
Artinya, AI tidak hanya diharapkan memahami satu percakapan, tetapi juga konteks yang lebih panjang.
Meta Mulai Membuka Jalur Monetisasi AI
Di balik pengembangan agen AI tersebut terdapat pertanyaan bisnis yang tidak kalah penting: bagaimana Meta menghasilkan pendapatan dari investasi AI?
Selama ini, bisnis Meta sangat bertumpu pada iklan digital. Pada kuartal II 2026, Meta mencatat pendapatan USD60,801 miliar, naik 28 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Pada periode tersebut, perusahaan juga mengeluarkan USD31,08 miliar untuk belanja modal.
Untuk sepanjang 2026, Meta memperkirakan belanja modal berada pada kisaran USD130 miliar hingga USD145 miliar. Investasi tersebut mencakup kebutuhan infrastruktur yang menopang pengembangan dan pengoperasian AI.
Karena itu, layanan AI berbayar menjadi salah satu jalur yang sedang dibangun Meta.
Muse akan tersedia dengan layanan dasar gratis, sementara pengguna yang membutuhkan kemampuan lebih luas dapat menggunakan layanan berlangganan. Meta menyatakan Muse mulai diluncurkan di Amerika Serikat melalui iOS, Android, dan situs muse.ai, serta akan hadir di perangkat AI glasses.
Meta One Jadi Pelengkap Strategi AI
Langkah monetisasi tersebut semakin terlihat setelah Meta memperkenalkan Meta One pada 15 September 2026.
Meta One merupakan layanan berlangganan untuk Facebook, Instagram, WhatsApp, dan Meta AI. Paket tersebut memberikan penggunaan AI yang lebih besar, fitur ekspresi tambahan, serta berbagai perangkat untuk kreator dan bisnis.
Meta menyebut lebih dari 50 fitur telah diluncurkan dalam rangkaian Meta One, dengan jumlah langganan dan uji coba yang telah mencapai 15 juta.
Untuk pengguna individu, paket Meta One tersedia mulai dari USD2,99 per bulan untuk paket produk tunggal dan USD7,99 per bulan untuk paket Core. Paket Premium dibanderol USD19,99 per bulan. Harga dan ketersediaan dapat berbeda menurut wilayah dan akun.
Sementara untuk kreator dan bisnis, tersedia paket mulai dari USD14,99 hingga USD499 per bulan, tergantung tingkat layanan.
Meta menegaskan pengalaman dasar di aplikasi dan Meta AI tetap tersedia secara gratis. Langganan ditujukan untuk pengguna yang membutuhkan kemampuan tambahan dan penggunaan AI lebih luas.
Babak Baru Persaingan AI
Peluncuran Muse menunjukkan perubahan arah dalam pengembangan AI: dari teknologi yang memberikan jawaban menuju teknologi yang diharapkan mengerjakan tugas.
Bagi Meta, perubahan itu sekaligus membuka dua agenda. Pertama, menghadirkan AI yang dapat digunakan dalam aktivitas sehari-hari miliaran pengguna. Kedua, membangun sumber pendapatan baru dari layanan AI berlangganan di tengah besarnya investasi infrastruktur.
Meta menyebut Muse sebagai langkah awal menuju visi personal superintelligence. Untuk saat ini, tantangannya bukan lagi sekadar membuat AI semakin pintar menjawab pertanyaan, tetapi memastikan agen tersebut dapat bekerja secara aman, terkontrol, dan benar-benar berguna ketika diberi kewenangan untuk bertindak. (*)
Editor : Ali SodiqinSumber : About Facebook, Meta