Jepang Punya Ambulans Khusus Robot Humanoid, Bukan untuk Pasien tetapi Memperbaiki Robot yang Rusak

Khanza Tania Amelia Setiawan • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 15:04 WIB
GMO Humanoid Ambulance merupakan kendaraan khusus yang disiapkan GMO AI & Robotics untuk melakukan pemeliharaan dan perbaikan robot humanoid di lokasi. (Engadget)
GMO Humanoid Ambulance merupakan kendaraan khusus yang disiapkan GMO AI & Robotics untuk melakukan pemeliharaan dan perbaikan robot humanoid di lokasi. (Engadget)

RADAR BANYUWANGI - Jepang mulai mengoperasikan kendaraan khusus untuk menangani robot humanoid yang mengalami kerusakan atau gangguan saat bekerja.

Dijuluki GMO Humanoid Ambulance, kendaraan ini membawa teknisi, perangkat diagnosis, suku cadang, peralatan perbaikan, hingga robot pengganti ke lokasi robot yang bermasalah.

Layanan tersebut dikembangkan oleh GMO AI & Robotics Corporation (GMO AIR), bagian dari GMO Internet Group.

Perusahaan mengumumkan kendaraan tersebut pada 8 September 2026 dan menyatakan akan mulai menggunakannya pada September 2026.

GMO AIR menyebut kendaraan itu sebagai kendaraan khusus pemeliharaan humanoid pertama di Jepang berdasarkan penelusuran web yang dilakukan perusahaan pada September 2026.

Yang perlu digarisbawahi, kendaraan ini bukan ambulans medis dan tidak digunakan untuk mengangkut atau menangani pasien manusia.

Istilah "ambulans" digunakan untuk menggambarkan fungsi kendaraan yang datang ke lokasi ketika robot humanoid mengalami masalah.

Membawa Teknisi dan Perangkat Perbaikan

GMO Humanoid Ambulance dirancang sebagai unit pemeliharaan bergerak.

Di dalam kendaraan terdapat perangkat diagnosis, komponen utama, serta peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan pemeriksaan dan perbaikan robot humanoid di lokasi.

GMO AIR juga menempatkan teknisi humanoid di dalam kendaraan.

Para teknisi berasal dari tim yang mengembangkan dan melakukan pengembangan lanjutan robot di GMO Humanoid Lab Shibuya Showroom, pusat pengembangan physical AI milik grup GMO di Tokyo.

Dengan membawa teknisi yang sehari-hari menangani robot humanoid, perusahaan menargetkan proses diagnosis dan perbaikan dapat dilakukan langsung di lokasi ketika terjadi kerusakan.

Jika perbaikan tidak memungkinkan dilakukan di tempat, robot yang bermasalah dapat diganti dengan unit pengganti yang dibawa kendaraan tersebut.

Robot yang rusak kemudian dibawa ke fasilitas perbaikan.

Skema tersebut dirancang untuk mengurangi waktu ketika robot tidak dapat beroperasi.

Bagi perusahaan yang menggunakan robot humanoid dalam pekerjaan, kerusakan mesin bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga dapat menyebabkan terhentinya aktivitas yang sebelumnya dilakukan robot.

Saat Ini Masih untuk Robot yang Ditangani GMO AIR

GMO AIR menjelaskan bahwa kendaraan tersebut digunakan untuk memelihara robot humanoid yang pengadaannya ditangani oleh perusahaan.

Keputusan untuk mengirim kendaraan dilakukan secara individual berdasarkan kondisi robot dan kapasitas operasional GMO AIR.

Artinya, kendaraan tersebut belum merupakan layanan darurat publik yang dapat dipanggil oleh pemilik robot humanoid mana pun.

Pada tahap awal, GMO mengoperasikan satu kendaraan.

Pengoperasian awal difokuskan di wilayah Tokyo, sementara pengembangan jaringan ke wilayah lain direncanakan seiring dengan pertumbuhan kebutuhan.

Mengapa Robot Membutuhkan "Ambulans"?

Kemunculan kendaraan ini menunjukkan bahwa tantangan pengembangan robot humanoid tidak berhenti pada kemampuan robot berjalan, mengangkat benda, atau menjalankan tugas tertentu.

Ketika robot mulai digunakan di lingkungan kerja, perusahaan juga membutuhkan sistem pendukung setelah robot diterjunkan.

Perbaikan, penggantian komponen, pembaruan perangkat lunak, dan dukungan teknis menjadi bagian dari infrastruktur yang diperlukan agar robot dapat terus beroperasi.

GMO AIR menyatakan bahwa keberadaan sistem pemeliharaan menjadi bagian dari upaya membangun infrastruktur untuk penggunaan humanoid secara lebih luas.

Perusahaan ingin mengembangkan layanan yang mencakup tahap setelah robot dibeli, mulai dari pengoperasian hingga perawatan dan peningkatan kemampuan.

GMO sebelumnya juga telah mengembangkan layanan untuk penerapan robot humanoid di berbagai sektor.

Pada April 2025, misalnya, perusahaan meluncurkan layanan penyediaan humanoid berbasis Labor as a Service, dengan dukungan pemrograman gerakan dan teknisi.

GMO menyatakan bahwa penggunaan humanoid ke depan dapat diperluas ke sektor jasa, manufaktur, hingga dukungan rumah tangga dan perawatan.

Jepang Juga Mengembangkan Robot untuk Penanganan Bencana

Pengembangan robot untuk kondisi berbahaya memang bukan hal baru di Jepang.

Namun, hal tersebut merupakan proyek yang berbeda dari GMO Humanoid Ambulance.

Badan Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Jepang atau FDMA melalui National Research Institute of Fire and Disaster (NRIFD) telah melakukan penelitian mengenai sistem robot pemadam kebakaran untuk menghadapi bencana berskala besar dan khusus.

Salah satu tujuan riset tersebut adalah memungkinkan robot bekerja di lingkungan yang terlalu berbahaya bagi petugas manusia.

FDMA menjelaskan bahwa sistem tersebut dikembangkan dengan teknologi otonom dan koordinasi beberapa robot, termasuk kemampuan beroperasi dari lokasi yang relatif aman.

Fokusnya antara lain menghadapi kondisi seperti kebakaran besar di fasilitas industri dan lingkungan yang memiliki risiko tinggi bagi petugas pemadam.

Karena itu, pengembangan robot untuk bencana oleh FDMA tidak boleh dicampuradukkan dengan GMO Humanoid Ambulance.

Kendaraan GMO berfungsi sebagai infrastruktur pemeliharaan robot, sedangkan riset FDMA merupakan bagian dari pengembangan teknologi robot untuk operasi kebencanaan.

Infrastruktur Menjadi Tantangan Berikutnya bagi Robot Humanoid

Robot humanoid selama ini banyak diberitakan dari sisi kemampuan fisik dan kecerdasan buatan. 

Namun, semakin luas penggunaan robot, semakin penting pula infrastruktur yang memastikan mesin tersebut tetap beroperasi.

GMO AIR mencoba membangun salah satu bagian dari ekosistem tersebut melalui kendaraan pemeliharaan bergerak.

Konsepnya sederhana, ketika robot berhenti bekerja, teknisi tidak selalu harus menunggu mesin dibawa kembali ke fasilitas perbaikan.

Teknisi dan peralatan dapat datang ke lokasi, melakukan diagnosis, memperbaiki robot jika memungkinkan, atau menggantinya dengan unit cadangan.

Robot yang rusak kemudian dapat dibawa ke fasilitas perbaikan untuk ditangani lebih lanjut.

GMO AIR menyatakan akan memperluas layanan pendukung humanoid lainnya sehingga bisnisnya tidak hanya berfokus pada penyediaan robot, tetapi juga pada implementasi, pengoperasian, peningkatan kemampuan, dan pemeliharaan.

Dengan demikian, "ambulans robot" di Jepang bukanlah robot medis yang turun ke lokasi bencana untuk menyelamatkan korban.

Kendaraan tersebut merupakan bengkel berjalan untuk robot humanoid, sebuah infrastruktur baru yang muncul seiring dengan mulai berkembangnya penggunaan robot humanoid di dunia nyata.

Editor : Lugas Rumpakaadi
robot humanoid Jepang GMO Humanoid Ambulance teknologi robot Jepang GMO AI & Robotics perawatan robot humanoid