RADAR BANYUWANGI - Xiaomi 18 Fold langsung mendapat sambutan kuat di pasar China. Ponsel lipat terbaru Xiaomi tersebut mencatat penjualan perdana 310 persen lebih tinggi dibandingkan dengan generasi sebelumnya, sekaligus memperkuat persaingan di segmen foldable berlayar besar.
Perangkat ini mulai dijual secara resmi pada 10 September 2026 setelah Xiaomi membuka pemesanan tahap awal. Tingginya minat konsumen menjadi sinyal bahwa format ponsel lipat dengan layar luas masih memiliki daya tarik di pasar premium.
Wang Xiaoyan, Wakil Presiden Senior Xiaomi Group sekaligus Presiden Xiaomi China, mengonfirmasi capaian penjualan tersebut.
“Penjualan perdana Xiaomi 18 Fold mencapai 310 persen lebih tinggi secara tahunan dibandingkan ponsel lipat besar generasi sebelumnya,” ujarnya.
Pernyataan tersebut diperkuat Xu Fei, Wakil Presiden Xiaomi Group sekaligus CMO Xiaomi. Menurutnya, respons konsumen terhadap perangkat baru tersebut sangat kuat.
“Penjualan ponsel tersebut menunjukkan respons yang sangat kuat dari konsumen,” imbuhnya.
Lonjakan penjualan itu menjadi menarik karena Xiaomi tidak sekadar memperbarui spesifikasi. Perusahaan juga membawa pendekatan berbeda pada desain ponsel lipatnya melalui bentuk yang lebih pendek dan lebar.
Ketika dilipat, Xiaomi 18 Fold memiliki bentuk menyerupai paspor. Namun setelah dibuka, perangkat tersebut berubah menjadi perangkat berlayar 7,58 inci yang mendekati ukuran tablet mini.
Dibuat Ringkas Saat Dilipat, Lebar Saat Dibuka
Xiaomi 18 Fold menggunakan konsep wide foldable atau ponsel lipat dengan bodi yang lebih lebar dibandingkan desain foldable model buku yang umumnya tinggi dan sempit.
Dimensi perangkat saat dilipat mencapai 117,8 x 83,6 x 10,68 milimeter dengan bobot 219 gram. Ketika dibuka, ketebalannya menyusut menjadi sekitar 5,02 milimeter.
Layar luar berukuran 5,38 inci, sedangkan layar utama memiliki bentang 7,58 inci. Kedua panel menggunakan teknologi LTPO AMOLED dengan refresh rate dinamis 1-120Hz dan tingkat kecerahan puncak hingga 4.000 nits.
Xiaomi juga menggunakan rasio √2:1 sebagai salah satu pendekatan desain. Proporsi tersebut menyerupai ukuran kertas A4 sehingga tampilan foto, video, dokumen, dan aplikasi dapat memanfaatkan bidang layar secara lebih optimal.
Untuk kebutuhan multitasking, HyperOS telah dioptimalkan agar layar besar dapat digunakan untuk menjalankan beberapa aplikasi sekaligus. Pengguna dapat membagi layar menjadi dua maupun tiga bagian sesuai kebutuhan.
Dari sisi konstruksi, Xiaomi menggunakan rangka aluminium 7000-series serta engsel Dragon Bone berbahan titanium. Layar dan bagian luar perangkat juga mendapatkan perlindungan kaca generasi baru.
Struktur layar lipatnya dibuat dengan dua lapisan kaca ultra-tipis, sedangkan perlindungan pada bagian luar menggunakan Xiaomi Shield Glass 3.0. Xiaomi mengklaim konstruksi tersebut meningkatkan ketahanan terhadap benturan dan dapat bertahan dari jatuh hingga ketinggian 1,2 meter.
XRING O3 Jadi Andalan Baru Xiaomi
Salah satu perubahan terbesar pada Xiaomi 18 Fold berada di sektor performa. Perangkat ini tidak menggunakan prosesor flagship dari produsen chipset pihak ketiga, melainkan XRING O3, chip generasi kedua yang dirancang Xiaomi sendiri.
Chip tersebut dibuat menggunakan fabrikasi 3 nanometer dan memiliki CPU 10-core yang terdiri atas dua core Ultra, empat core Premium, dan empat core Pro.
Xiaomi mengklaim performanya meningkat hingga 60 persen, sementara konsumsi daya dapat ditekan hingga 25 persen dibandingkan generasi sebelumnya.
Peningkatan juga diarahkan ke sektor grafis. XRING O3 mengintegrasikan GPU G2-Ultra NX 16-core yang diklaim meningkatkan performa grafis hingga 85 persen dengan konsumsi daya lebih rendah.
Teknologi pemrosesan grafis berbasis kecerdasan buatan menjadi bagian penting dari pengembangan tersebut. Teknologi ini ditujukan untuk membantu perangkat mempertahankan performa ketika digunakan untuk aktivitas berat, termasuk bermain gim dalam waktu lama.
Chris Bergey, Executive Vice President of Edge AI Arm, mengatakan teknologi tersebut tidak hanya diarahkan untuk satu perangkat.
“Ini bukan overclocking, ini mainstream. Ini tentang AI menggantikan rendering tradisional; di mana pun kamu bisa menggunakannya, kamu akan menggunakannya,” katanya.
Menurut Bergey, pendekatan tersebut dapat membantu perangkat mempertahankan frame rate tinggi dalam waktu lebih panjang sekaligus mengurangi panas dan konsumsi daya.
“Mungkin seperti, ‘hei, kamu sekarang bisa bermain 1080p, 60 frame per detik selama tiga jam.’ Di masa lalu, hanya 30 menit,” ujarnya.
XRING O3 juga mendukung RAM LPDDR6 dengan bandwidth hingga 113,8 GB per detik. Kapasitas RAM yang tersedia mencapai 16 GB, sedangkan penyimpanan internal mencapai 1 TB.
Perangkat menjalankan HyperOS 4 berbasis Android 17.
Kamera Leica 200 MP Jadi Daya Tarik Lain
Selain layar dan prosesor, Xiaomi mengandalkan sektor fotografi untuk menarik konsumen. Xiaomi 18 Fold membawa sistem tiga kamera belakang hasil kolaborasi dengan Leica.
Kamera utama menggunakan sensor 200 MP berukuran 1/1,56 inci. Kamera tersebut dirancang untuk menghasilkan detail tinggi sekaligus menyediakan kemampuan zoom berbasis sensor.
Kamera kedua merupakan telefoto periskop 50 MP dengan focal length 80 milimeter dan optical zoom 3,5x. Kemampuan zoom dari dalam sensor membuat jangkauan pengambilan gambar dapat diperluas hingga setara focal length 160 milimeter.
Sementara itu, kamera ultrawide 50 MP melengkapi sistem fotografi belakang.
Xiaomi juga menempatkan dua kamera depan 16 MP, masing-masing pada layar luar dan layar utama.
Kombinasi tersebut menunjukkan bahwa Xiaomi tidak memosisikan 18 Fold hanya sebagai perangkat untuk multitasking. Kamera Leica menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menjadikan ponsel lipat ini sebagai perangkat flagship serbaguna.
Baterai 6.000 mAh untuk Menopang Layar Besar
Ukuran layar dan kemampuan pemrosesan tinggi membutuhkan sumber daya yang memadai. Karena itu, Xiaomi membekali 18 Fold dengan baterai silikon-karbon berkapasitas 6.000 mAh.
Pengisian daya melalui kabel mendukung daya 67W, sedangkan pengisian nirkabel mencapai 50W.
Kapasitas tersebut menjadi salah satu keunggulan yang ditawarkan Xiaomi, terutama bagi pengguna yang memanfaatkan layar besar untuk bekerja, menonton video, menjalankan beberapa aplikasi, atau bermain gim.
Pendekatan ini sekaligus memperlihatkan prioritas Xiaomi pada kombinasi performa dan daya tahan, bukan hanya mengejar bodi tipis.
Harga Xiaomi 18 Fold Mulai Rp28 Jutaan
Di pasar China, Xiaomi menawarkan 18 Fold dalam beberapa konfigurasi RAM dan penyimpanan.
| Varian | Harga China | Perkiraan Rupiah |
| 12 GB + 256 GB | 10.999 yuan | Rp28,9 juta |
| 12 GB + 512 GB | 11.999 yuan | Rp 31,5 juta |
| 16 GB + 512 GB | 12.999 yuan | Rp34,1 juta |
| 16 GB + 1 TB | 14.999 yuan | Rp39,4 juta |
| Ceramic 16 GB + 1 TB | 15.999 yuan | Rp42 juta |
*Kurs dan konversi rupiah merupakan perkiraan dan dapat berubah.
Xiaomi juga menawarkan Ceramic Special Edition yang menggunakan material silicon nitride ceramic pada bagian belakang. Varian tersebut hadir dalam konfigurasi 16 GB + 1 TB dan diproduksi secara terbatas.
Dengan harga awal 10.999 yuan, Xiaomi 18 Fold ditempatkan di kelas premium. Namun, perangkat ini menawarkan kombinasi layar besar, kamera 200 MP, baterai 6.000 mAh, dan chip buatan sendiri yang menjadi daya tarik utama.
Xiaomi 18 Fold dan iPhone Duo Sama-Sama Bergaya Paspor
Persaingan ponsel lipat menjadi semakin menarik setelah Apple memperkenalkan iPhone Duo pada 9 September 2026.
Sehari sebelumnya, Xiaomi telah memperkenalkan 18 Fold dengan konsep yang serupa. Keduanya sama-sama menggunakan desain foldable model buku dengan bodi pendek dan lebar ketika ditutup.
Xiaomi 18 Fold memiliki layar luar 5,38 inci dan layar dalam 7,58 inci. Sementara iPhone Duo menggunakan layar luar 5,4 inci dan layar utama 7,6 inci.
Namun, kemiripan bentuk tidak membuat keduanya memiliki pendekatan produk yang sama.
Xiaomi lebih agresif pada spesifikasi hardware dengan baterai 6.000 mAh, kamera utama 200 MP, RAM hingga 16 GB, penyimpanan 1 TB, serta prosesor XRING O3.
Apple mengambil pendekatan berbeda melalui integrasi A20 Pro, iOS 27, Apple Intelligence, multitasking, dan dukungan Apple Pencil.
Perbedaan juga terlihat dari harga. Xiaomi 18 Fold dibanderol mulai 10.999 yuan di China, sedangkan iPhone Duo memiliki harga awal 1.999 dolar AS untuk kapasitas 256 GB.
Dengan demikian, persamaan keduanya terutama berada pada desain dan proporsi layar. Di balik bodinya, Xiaomi dan Apple menawarkan filosofi produk yang berbeda.
Kapan Xiaomi 18 Fold Masuk Indonesia?
Bagi calon pembeli di Indonesia, termasuk pembaca di Banyuwangi, pertanyaan yang paling relevan saat ini adalah apakah Xiaomi 18 Fold akan dipasarkan secara resmi di Tanah Air.
Hingga artikel ini disusun, belum ada pengumuman resmi mengenai jadwal penjualan Xiaomi 18 Fold di Indonesia. Penjualan perangkat masih berfokus pada pasar China.
Karena itu, konsumen yang tertarik sebaiknya menunggu informasi dari kanal resmi Xiaomi Indonesia sebelum membeli melalui jalur distribusi tidak resmi.
Jika nantinya masuk ke Indonesia, harga perangkat tentu dapat berbeda dari harga di China karena faktor pajak, distribusi, nilai tukar, dan kebijakan penjualan lokal.
Untuk saat ini, Xiaomi 18 Fold lebih tepat dilihat sebagai salah satu penanda semakin ketatnya persaingan ponsel lipat premium. Lonjakan penjualan perdana sebesar 310 persen menunjukkan bahwa pendekatan layar besar dalam bodi yang relatif ringkas masih mendapat perhatian konsumen.
Dengan layar utama 7,58 inci, bobot 219 gram, kamera Leica 200 MP, baterai 6.000 mAh, dan XRING O3 buatan Xiaomi sendiri, perusahaan asal China tersebut mencoba membuktikan bahwa ponsel lipat tidak harus mengorbankan performa maupun kemampuan fotografi demi desain yang tipis.
Editor : Lugas Rumpakaadi