Ethereum Siapkan Kontrak Deposit Tahan Ancaman Komputer Kuantum, Apa Dampaknya?

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:00 WIB
Ethereum mulai menyiapkan benteng menghadapi ancaman komputer kuantum yang suatu hari dapat membahayakan sistem kriptografi blockchain. (IST)
Ethereum mulai menyiapkan benteng menghadapi ancaman komputer kuantum yang suatu hari dapat membahayakan sistem kriptografi blockchain. (IST)

RADAR BANYUWANGI — Ethereum mulai menyiapkan benteng menghadapi ancaman komputer kuantum yang suatu hari dapat membahayakan sistem kriptografi blockchain. Proposal teknis yang dipublikasikan Selasa (25/8/2026) mengusulkan desain baru kontrak deposit validator yang memungkinkan Ethereum beralih dari tanda tangan BLS ke sistem kriptografi yang lebih tahan terhadap serangan kuantum tanpa harus menentukan satu algoritma baru sejak awal.

Proposal tersebut masih berupa draf dan belum menjadi perubahan resmi pada jaringan utama Ethereum. Namun, langkah ini menunjukkan pengembang mulai menyiapkan fondasi agar sistem staking Ethereum dapat beradaptasi jika risiko komputasi kuantum semakin nyata.

Dokumen itu mengusulkan perubahan mekanisme masuknya validator ke staking. Alur deposit berbasis Merkle tree akan digantikan dengan execution-request logs yang terhubung dengan EIP-7685.

Perubahan tersebut dirancang agar Ethereum dapat menggunakan berbagai skema kriptografi secara berdampingan.

Kenapa Ethereum Mulai Bersiap?

Ancaman komputer kuantum menjadi perhatian karena mesin kuantum yang cukup kuat secara teoritis dapat memecahkan sejumlah sistem kriptografi yang digunakan teknologi blockchain saat ini.

Ethereum saat ini menggunakan tanda tangan BLS dalam mekanisme konsensus Proof-of-Stake. Jika kemampuan komputer kuantum berkembang hingga mampu menyerang kriptografi tersebut, kunci validator berpotensi menghadapi risiko keamanan.

Karena itu, proposal terbaru tidak langsung memaksakan satu teknologi pengganti.

Sebaliknya, desain kontrak deposit baru dibuat lebih fleksibel sehingga dapat menerima kunci publik dengan panjang berbeda, data tanda tangan, dan metadata, sekaligus menggunakan pengenal skema (scheme identifier).

Pendekatan tersebut memungkinkan sistem Ethereum beradaptasi dengan perkembangan kriptografi tanpa harus mengunci pilihan pada satu algoritma post-quantum sejak sekarang.

BLS Tetap Dipakai pada Tahap Awal

Proposal tersebut tidak berarti Ethereum akan langsung meninggalkan BLS.

Dalam fase awal, deposit BLS yang digunakan saat ini tetap dipertahankan sebagai Scheme 0.

Namun, rancangan tersebut juga membuka kemungkinan adanya mekanisme yang nantinya dapat menghentikan pendaftaran deposit BLS baru secara permanen.

Persoalannya, validator yang sudah menggunakan kunci BLS tidak otomatis selesai hanya dengan menghentikan deposit baru.

Diperlukan aturan migrasi tersendiri untuk memindahkan validator dan kunci lama menuju sistem kriptografi yang lebih tahan terhadap ancaman komputer kuantum.

Dengan kata lain, proposal ini baru menyiapkan pintu keluar. Proses migrasi seluruh ekosistem akan menjadi persoalan teknis berikutnya.

Belum Siap Diterapkan di Mainnet

Penting dicatat, proposal kontrak deposit post-quantum tersebut belum menjadi bagian dari Ethereum mainnet.

Draf masih menjalani pembahasan dan peninjauan teknis. Sebelum dapat diterapkan, sejumlah pekerjaan masih harus diselesaikan, mulai dari penyusunan spesifikasi, implementasi pada klien Ethereum, analisis keamanan, hingga pemilihan proposal untuk hard fork mendatang.

Artinya, pengguna Ethereum belum perlu melakukan perubahan apa pun hanya karena munculnya proposal tersebut.

Langkah yang dilakukan pengembang lebih menyerupai persiapan jangka panjang: membangun infrastruktur yang memungkinkan Ethereum berganti sistem kriptografi ketika kondisi memang menuntut.

Bukan Berarti Komputer Kuantum Sudah Membobol Ethereum

Munculnya proposal ini juga tidak berarti jaringan Ethereum saat ini telah berhasil ditembus komputer kuantum.

Justru, desain tersebut merupakan bentuk mitigasi terhadap risiko di masa depan.

Komputer kuantum yang mampu memecahkan kriptografi blockchain dalam skala praktis masih menjadi tantangan teknologi. Namun, perubahan sistem kriptografi pada jaringan sebesar Ethereum tidak bisa dilakukan secara mendadak.

Diperlukan waktu untuk menyusun standar, menguji implementasi, memastikan kompatibilitas, dan memigrasikan aset serta validator.

Karena itu, persiapan lebih awal menjadi penting.

Ethereum Ingin Kriptografinya Bisa Beradaptasi

Salah satu poin menarik dari proposal ini adalah filosofi desainnya.

Ethereum tidak langsung memilih satu algoritma post-quantum sebagai pengganti BLS. Sebaliknya, kontrak deposit dirancang agar mampu mengenali berbagai skema kriptografi.

Model tersebut memberikan ruang bagi perkembangan teknologi.

Jika suatu algoritma post-quantum di kemudian hari dianggap lebih aman atau lebih efisien, Ethereum secara teoritis dapat mengadopsinya tanpa harus membangun ulang seluruh mekanisme deposit dari awal.

Bagi jaringan blockchain yang dirancang beroperasi selama puluhan tahun, fleksibilitas semacam ini menjadi bagian penting dari strategi keamanan.

Pasar Membaca Langkah Ini sebagai Sinyal Positif

Di tengah pembahasan teknis tersebut, sentimen pasar terhadap Ethereum dilaporkan ikut mendapat dorongan positif.

Proposal ketahanan terhadap ancaman kuantum dibaca sebagai sinyal bahwa pengembang Ethereum memikirkan keberlanjutan keamanan jaringan dalam jangka panjang. Sentimen itu muncul bersamaan dengan laporan pembelian melalui ETF spot serta tingginya posisi perdagangan pada hari yang sama.

Namun, perkembangan teknis tersebut sebaiknya tidak diterjemahkan sebagai sinyal harga jangka pendek.

Proposal masih berada pada tahap pengembangan. Jalan menuju implementasi di mainnet masih panjang dan bergantung pada hasil kajian keamanan, kesiapan klien, konsensus pengembang, serta keputusan terkait hard fork.

Intinya, Ethereum belum mengganti sistem tanda tangan BLS. Yang dilakukan sekarang adalah menyiapkan fondasi agar ketika era komputer kuantum benar-benar menghadirkan ancaman, jaringan tidak harus berlari dari nol. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Komputer kuantum Post-quantum Ethereum Kontrak deposit Validator Ethereum ethereum