Pasar Smartphone Lesu, Penjualan iPhone Tetap Tumbuh Ditopang Segmen Premium

Khanza Tania Amelia Setiawan • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:07 WIB
Program tukar tambah dan skema pembiayaan turut mendorong minat konsumen untuk melakukan pembaruan perangkat. (ChatGPT)
Program tukar tambah dan skema pembiayaan turut mendorong minat konsumen untuk melakukan pembaruan perangkat. (ChatGPT)

RADAR BANYUWANGI - Pasar ponsel cerdas global masih menghadapi tekanan dari melemahnya pengiriman perangkat secara keseluruhan.

Namun, kondisi tersebut tidak sepenuhnya berlaku pada segmen premium.

Apple justru mampu mempertahankan pertumbuhan penjualan iPhone, terutama melalui kuatnya permintaan terhadap perangkat kelas atas.

Kondisi ini menunjukkan adanya perbedaan perilaku konsumen di tengah tekanan ekonomi.

Ketika pembeli pada segmen entry-level hingga menengah semakin selektif dalam membelanjakan uang, produk premium masih memiliki daya tarik tersendiri.

iPhone menjadi salah satu merek yang dinilai mampu memanfaatkan perubahan tersebut.

Salah satu faktor pendorongnya adalah tren premiumisasi, yakni kecenderungan konsumen untuk memilih perangkat dengan spesifikasi dan fitur lebih tinggi meskipun harganya lebih mahal.

Bagi sebagian konsumen, ponsel kelas atas dipandang sebagai perangkat yang dapat digunakan dalam waktu lebih lama, sehingga pembelian dianggap memiliki nilai jangka panjang.

Analis industri yang ditemui di Jakarta pada Agustus 2026 menilai ketahanan segmen premium menjadi salah satu kunci di balik kinerja Apple.

"Di saat pasar segmen menengah tertekan oleh kondisi ekonomi makro, segmen premium terbukti jauh lebih resilien. Konsumen saat ini cenderung melihat smartphone kelas atas sebagai investasi jangka panjang yang lebih tahan lama," ungkap analis industri.

Selain daya beli konsumen premium yang relatif lebih bertahan, pola pembelian perangkat juga ikut berubah.

Kemudahan skema pembiayaan dan semakin agresifnya program tukar tambah membuat konsumen memiliki lebih banyak pilihan untuk mengganti perangkat tanpa harus menanggung seluruh beban harga secara langsung.

Strategi tersebut turut membuka ruang bagi Apple untuk mempertahankan momentum penjualan, khususnya melalui jajaran iPhone seri Pro.

Perangkat kelas atas menjadi bagian penting dalam strategi perusahaan untuk mengejar volume sekaligus menjaga nilai transaksi.

"Apple berhasil memanfaatkan tren premiumisasi ini dengan menggenjot penjualan jajaran iPhone seri Pro. Hal tersebut tidak hanya meningkatkan volume penjualan, tetapi juga mendongkrak harga jual rata-rata (ASP) serta margin keuntungan perusahaan di tengah lesunya industri ponsel secara umum," tambahnya.

Kinerja iPhone tersebut juga memiliki dampak yang lebih luas terhadap kegiatan ekonomi.

Di tingkat global, permintaan perangkat premium membantu menjaga aktivitas rantai pasok industri elektronik, termasuk manufaktur semikonduktor dan berbagai komponen yang digunakan dalam smartphone.

Dari sisi pasar ritel domestik, transaksi perangkat kelas atas berpotensi memberikan dorongan bagi perdagangan elektronik.

Perputaran transaksi juga berkaitan dengan penerimaan negara melalui pajak pertambahan nilai dan pajak impor, sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi yang bertumpu pada penggunaan perangkat digital.

Bagi masyarakat Banyuwangi, perkembangan tersebut mencerminkan perubahan pola konsumsi teknologi yang juga dapat terasa di pasar daerah.

Ketika konsumen semakin mempertimbangkan daya tahan, layanan purnajual, skema pembayaran, serta nilai jual kembali, persaingan pasar smartphone tidak lagi semata-mata ditentukan oleh harga.

Dengan demikian, pelemahan pasar smartphone global belum tentu berarti seluruh lini industri mengalami tekanan yang sama.

Segmen premium justru menunjukkan ketahanan yang dapat menjadi penopang bagi produsen besar seperti Apple ketika permintaan pada kelas menengah dan bawah cenderung melambat.

Editor : Lugas Rumpakaadi
pasar smartphone segmen premium iphone teknologi apple