Google Perkenalkan Pixel Tag, Perangkat Pelacak Barang Seharga Rp500 Ribuan dengan Dukungan UWB dan Bluetooth 6.0

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:43 WIB
Google Pixel Tag diperkenalkan sebagai perangkat pelacak barang baru untuk ekosistem Android dan menjadi penantang AirTag milik Apple. Perangkat ini mendukung UWB, Bluetooth Channel Sounding serta jaringan Find Hub. (Google Blog)
Google Pixel Tag diperkenalkan sebagai perangkat pelacak barang baru untuk ekosistem Android dan menjadi penantang AirTag milik Apple. Perangkat ini mendukung UWB, Bluetooth Channel Sounding serta jaringan Find Hub. (Google Blog)

RADAR BANYUWANGI - Google resmi masuk ke persaingan perangkat pelacak barang dengan memperkenalkan Pixel Tag dalam ajang Made by Google 2026. Perangkat mungil tersebut disiapkan sebagai alternatif AirTag milik Apple, dengan ekosistem yang lebih terintegrasi untuk pengguna Android.

Pixel Tag hadir dengan bentuk memanjang menyerupai pil. Desain tersebut membuatnya terlihat berbeda dari AirTag Apple yang berbentuk bulat maupun sejumlah perangkat pelacak lain di pasaran. Meski berukuran ringkas, Google membekali perangkat ini dengan sejumlah teknologi untuk membantu pengguna menemukan barang yang terselip atau hilang.

Perangkat tersebut dapat digunakan bersama ponsel Android yang menjalankan Android 9 atau versi lebih baru. Dukungan terhadap sistem operasi lawas ini membuat cakupan kompatibilitas Pixel Tag cukup luas, mengingat Android 9 pertama kali diperkenalkan pada 2018.

Pixel Tag terhubung dengan jaringan Find Hub milik Google. Teknologi tersebut memungkinkan lokasi tag dibantu oleh perangkat Android lain di sekitarnya ketika pengguna berusaha menemukan barang yang hilang.

Untuk kebutuhan pencarian dengan tingkat presisi lebih tinggi, Pixel Tag turut membawa teknologi Ultra Wideband (UWB). Fitur tersebut dapat membantu pengguna mengetahui jarak sekaligus arah menuju perangkat, tetapi ponsel yang digunakan harus mempunyai dukungan UWB.

Selain UWB, Google menyematkan Bluetooth Channel Sounding. Teknologi ini dirancang untuk mengukur jarak antara dua perangkat secara lebih akurat dibandingkan pengukuran Bluetooth konvensional.

Namun, kemampuan Channel Sounding memiliki persyaratan perangkat keras dan perangkat lunak yang lebih spesifik. Fitur tersebut membutuhkan Android 16 atau versi lebih baru serta perangkat yang mendukung Bluetooth 6.0. Sementara itu, pemanfaatan UWB juga bergantung pada kompatibilitas ponsel yang digunakan.

Dari aspek ketahanan, Pixel Tag mengantongi sertifikasi IP67. Artinya, perangkat mempunyai perlindungan terhadap debu dan air dalam kondisi tertentu. Google menyebut Pixel Tag dapat bertahan ketika terendam air hingga kedalaman satu meter selama 30 menit.

Sumber daya perangkat mengandalkan baterai koin CR2032 yang dapat diganti sendiri oleh pengguna. Dalam penggunaan normal, baterai tersebut diklaim mampu bertahan lebih dari satu tahun sebelum perlu diganti.

Dengan kombinasi jaringan Find Hub, UWB dan Bluetooth Channel Sounding, Pixel Tag tidak sekadar berfungsi sebagai penanda lokasi. Google juga ingin menjadikannya bagian dari ekosistem pelacakan Android yang dapat membantu pengguna menemukan barang sehari-hari secara lebih praktis.

Pixel Tag dibanderol mulai USD 29 atau sekitar Rp518 ribu. Google juga menyediakan paket empat unit dengan harga USD 99 atau sekitar Rp1,7 juta. Paket tersebut dapat menjadi pilihan bagi pengguna yang ingin memasang perangkat pelacak pada beberapa barang sekaligus, seperti tas, kunci, koper hingga perlengkapan lain.

Berbeda dengan sejumlah perangkat Pixel yang mulai dipasarkan pada Agustus, Pixel Tag dijadwalkan tersedia mulai 11 November 2026.

Kehadiran Pixel Tag memperluas ekosistem perangkat keras Google sekaligus memberi pengguna Android perangkat pelacak yang dikembangkan langsung oleh Google. Persaingan di kategori ini pun semakin menarik karena Apple telah lebih dahulu membangun ekosistem AirTag, sementara Samsung juga mempunyai Galaxy SmartTag.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
Google Pixel Tag Pixel Tag Android Google AirTag perangkat pelacak teknologi Google