Bluesky Hadapi Penurunan Pengguna Aktif, Proyek Baru dan Dukungan Data Privat Disiapkan untuk Menarik Pengguna

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:59 WIB
Aktivitas pengguna aplikasi Bluesky dilaporkan menurun dalam setahun terakhir. Di tengah tren tersebut, perusahaan terus mengembangkan AT Proto dan sejumlah layanan baru untuk memperluas ekosistem jejaring sosialnya. (Gemini AI)
Aktivitas pengguna aplikasi Bluesky dilaporkan menurun dalam setahun terakhir. Di tengah tren tersebut, perusahaan terus mengembangkan AT Proto dan sejumlah layanan baru untuk memperluas ekosistem jejaring sosialnya. (Gemini AI)

RADAR BANYUWANGI - Jejaring sosial terdesentralisasi Bluesky menghadapi tantangan dari sisi penggunaan aplikasi. Jumlah pengguna aktif bulanan pada perangkat seluler tercatat turun cukup tajam dalam setahun terakhir.

Mengutip data Similarweb, TechCrunch melaporkan pada Selasa (11/8) bahwa aplikasi seluler Bluesky memiliki sekitar 10,4 juta pengguna aktif bulanan secara global pada Juni 2026. Angka tersebut menyusut 27,2 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Tren serupa terlihat pada pengguna aktif harian. Data Similarweb mencatat sekitar tiga juta pengguna aktif harian melalui perangkat seluler pada Juli 2026. Jumlah itu turun 25,6 persen secara tahunan.

Penurunan tersebut menjadi perhatian karena jumlah akun Bluesky yang terdaftar masih terus bertambah. Kondisi itu menunjukkan adanya jarak antara pertumbuhan jumlah akun dan tingkat penggunaan aplikasi secara rutin.

Jika dibandingkan dengan masa puncaknya, penurunan tersebut terlihat lebih signifikan. Rata-rata pengguna aktif bulanan aplikasi Bluesky mencapai sekitar 22,1 juta pada kuartal IV 2024. Pada kuartal II 2026, jumlahnya turun menjadi sekitar 10,7 juta.

Artinya, dalam kurun sekitar satu setengah tahun, jumlah pengguna aktif bulanan aplikasi telah berkurang lebih dari separuh.

Namun, kondisi tersebut belum tentu menjadi persoalan utama bagi Bluesky. Perusahaan tidak hanya membangun satu aplikasi media sosial, tetapi juga berupaya mengembangkan protokol dasar yang dapat menjadi fondasi bagi berbagai layanan digital.

Protokol tersebut dikenal sebagai AT Protocol atau AT Proto. Teknologi ini dikembangkan agar dapat mendukung lebih banyak aplikasi, layanan, serta komunitas sosial yang tidak bergantung sepenuhnya pada satu platform.

Sejumlah proyek baru pun mulai dikembangkan di dalam ekosistem tersebut. Di antaranya BlackSky dan Eurosky. Pada saat yang sama, aplikasi berbasis AT Proto seperti Skylight yang mengusung fokus pada konten video mulai mendapatkan respons awal yang positif.

Bluesky juga memperluas pengembangan di luar fungsi jejaring sosial konvensional. Perusahaan telah meluncurkan Attie, alat riset berbasis kecerdasan buatan, serta mengembangkan dukungan untuk data privat di dalam platform.

Pengembangan fitur data privat berpotensi membuka ruang pertumbuhan baru. Selama ini, karakter jejaring sosial terbuka bisa saja kurang menarik bagi pengguna yang lebih nyaman berinteraksi dalam jaringan terbatas atau komunitas privat.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
Bluesky AT Proto jejaring sosial media sosial teknologi digital