Anthropic Siapkan Watermark untuk Teks Buatan AI, Tanda Khusus Claude Bakal Tetap Mengikuti Konten Saat Disalin

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:52 WIB
Anthropic menyiapkan teknologi watermark untuk menandai teks dan file yang dihasilkan AI, termasuk melalui layanan Claude, sebagai bagian dari pemenuhan aturan transparansi Uni Eropa. (Gemini AI)
Anthropic menyiapkan teknologi watermark untuk menandai teks dan file yang dihasilkan oleh AI, termasuk melalui layanan Claude, sebagai bagian dari pemenuhan aturan transparansi Uni Eropa. (Gemini AI)

RADAR BANYUWANGI - Anthropic menyiapkan teknologi watermark atau tanda khusus pada teks yang dihasilkan model kecerdasan artifisial (AI), termasuk Claude. Langkah tersebut dilakukan untuk memenuhi ketentuan transparansi yang mulai berlaku di Uni Eropa.

Konfirmasi mengenai penandaan konten AI itu muncul di halaman dukungan Anthropic yang telah diperbarui. Kebijakan tersebut berkaitan dengan aturan dalam UU AI Uni Eropa yang mulai berlaku pada 2 Agustus 2026.

Aturan itu mewajibkan perusahaan AI untuk memberikan tanda pada konten yang dibuat maupun diedit menggunakan AI. Penandaan harus dapat dikenali oleh sistem lain sehingga asal-usul konten dapat diketahui secara lebih mudah.

Anthropic menyatakan seluruh model yang dirilis setelah 2 Agustus 2026 akan dilengkapi dengan teknologi untuk memberikan tanda khusus pada teks yang dihasilkan komputer. Teknologi serupa juga diterapkan pada file dengan menggunakan standar terbuka Coalition for Content Provenance and Authenticity (C2PA).

Tidak berhenti pada model baru, Anthropic berencana memperluas teknologi tersebut ke model AI yang lebih lama. Untuk teks, tanda yang disematkan juga dirancang untuk tetap mengikuti konten ketika pengguna menyalin dan menempelkannya ke tempat lain.

Anthropic menjelaskan, watermark menjadi bagian dari teks sehingga dapat ikut berpindah ketika konten disalin dan ditempel. Tanda tersebut bahkan berpotensi tetap terdeteksi meski teks telah mengalami sejumlah penyuntingan.

Penerapan teknologi ini mencakup berbagai layanan Anthropic, antara lain API platform Claude, Claude, Claude Code, Claude Cowork, dan Claude Tag.

Langkah Anthropic muncul ketika semakin banyak platform AI berupaya meningkatkan transparansi konten buatan mesin. Penandaan menjadi salah satu cara untuk membedakan konten yang dibuat manusia dan materi yang melibatkan teknologi AI.

Di sektor musik, platform AI Suno juga disebut berencana memberikan tanda pada lagu yang dibuat menggunakan layanannya. Kebijakan tersebut muncul setelah platform musik berbasis AI itu menghadapi sejumlah tantangan hukum.

Sementara itu, layanan buletin Substack pada Juli 2026 bekerja sama dengan Pangram untuk menandai konten yang dihasilkan AI. CEO Substack Chris Best juga mengkritik praktik yang disebut sebagai "Claudefishing", yakni penggunaan AI untuk menghasilkan konten.

Komitmen terhadap aturan AI Uni Eropa juga datang dari sejumlah perusahaan teknologi lainnya. Black Forest Labs, Google, Meta, Microsoft, OpenAI, dan Synthesia disebut telah menyatakan komitmen untuk mematuhi kode etik Uni Eropa.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
Anthropic Claude AI Watermark AI UU AI Uni Eropa Teknologi kecerdasan artifisial