Spotify Siapkan Label AI Persona, Kreator Musik Beridentitas AI Tak Lagi Masuk Rekomendasi Otomatis

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:45 WIB
Spotify menyiapkan label khusus ‘AI Persona’ bagi kreator yang identitasnya sepenuhnya dihasilkan oleh kecerdasan artifisial. Kebijakan tersebut mulai diterapkan pada pertengahan September 2026. (Gemini AI)
Spotify menyiapkan label khusus ‘AI Persona’ bagi kreator yang identitasnya sepenuhnya dihasilkan oleh kecerdasan artifisial. Kebijakan tersebut mulai diterapkan pada pertengahan September 2026. (Gemini AI)

RADAR BANYUWANGI - Spotify memperketat transparansi terhadap kehadiran kecerdasan artifisial (AI) di platformnya. Layanan streaming musik tersebut akan mulai memberikan penanda khusus bertuliskan “AI Persona” pada profil kreator yang identitasnya sepenuhnya dibuat menggunakan teknologi AI.

Kebijakan itu dijadwalkan mulai diterapkan pada pertengahan September 2026. Label tersebut ditujukan untuk membedakan profil yang menggambarkan sosok manusia nyata dengan identitas kreator yang sepenuhnya merupakan hasil rekayasa AI.

Bukan hanya sekadar penanda identitas, Spotify juga menerapkan perlakuan berbeda terhadap konten dari profil yang masuk kategori tersebut. Kreator berlabel “AI Persona” tidak akan secara otomatis mendapatkan dorongan melalui rekomendasi algoritmik maupun daftar putar editorial Spotify.

Musik dari kreator tersebut juga tidak akan dimasukkan ke rekomendasi personal pengguna. Pengecualian berlaku apabila pengguna sebelumnya sudah mengikuti kreator bersangkutan. Dengan mengikuti profil tersebut, pengguna dianggap memberikan sinyal secara sadar bahwa mereka memang ingin mendengarkan lebih banyak karya dari kreator AI tersebut.

Spotify tidak sepenuhnya mengandalkan pengakuan dari kreator untuk menentukan status AI Persona. Perusahaan akan melakukan peninjauan terhadap profil tertentu, terutama yang telah mencapai ambang batas jumlah audiens.

Dalam proses tersebut, Spotify akan memperhatikan sejumlah indikator, termasuk nama dan gambar profil yang terlihat merepresentasikan sosok manusia secara fotorealistik, tetapi sebenarnya dibuat menggunakan AI.

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa identitas sebuah profil sepenuhnya merupakan persona AI, label khusus akan ditampilkan pada sejumlah bagian layanan Spotify. Penanda itu antara lain muncul pada banner profil, bagian informasi profil, hasil pencarian, hingga baris lagu dalam berbagai playlist.

Kebijakan ini sekaligus menjadi kelanjutan dari langkah Spotify dalam menghadapi perkembangan teknologi AI di industri musik. Pada September 2025, perusahaan sebelumnya telah mengumumkan kebijakan untuk menindak kloning suara AI dan deepfake yang dibuat tanpa izin.

Spotify juga mengembangkan teknologi untuk mendeteksi serta memberikan penanda terhadap musik yang dibuat menggunakan AI dengan memanfaatkan pendekatan yang mengikuti standar industri.

Meski memperketat transparansi, Spotify tidak mengambil posisi untuk menolak seluruh penggunaan AI dalam ekosistemnya. Perusahaan justru telah mengembangkan sejumlah fitur berbasis teknologi tersebut, termasuk DJ AI dan fitur remix berbasis AI yang tengah dipersiapkan.

Spotify menegaskan bahwa label “AI Persona” bukanlah penilaian terhadap kualitas atau nilai artistik sebuah karya. Penanda tersebut secara khusus digunakan untuk menjelaskan karakteristik identitas profil kreatornya.

Perusahaan juga menyediakan mekanisme keberatan bagi kreator yang menilai label “AI Persona” diberikan secara keliru. Kreator dapat mengajukan banding agar status tersebut ditinjau kembali.

Sementara itu, kreator yang ingin menyatakan sendiri bahwa profilnya merupakan persona AI dapat melakukan pengungkapan melalui Spotify for Artists mulai 11 Agustus 2026.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
kecerdasan artifisial Spotify AI Persona Kreator musik AI Spotify 2026 Industri musik digital