YouTube Perketat Syarat Monetisasi Mulai 1 Februari, Kreator Baru Wajib Kumpulkan 8.000 Jam Tayang atau 20 Juta Views Shorts

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:57 WIB
YouTube memperketat persyaratan monetisasi bagi kreator baru mulai 1 Februari. Ambang tayangan dinaikkan untuk menyesuaikan dengan pertumbuhan konsumsi video, terutama konten Shorts. (Gemini AI)
YouTube memperketat persyaratan monetisasi bagi kreator baru mulai 1 Februari. Ambang tayangan dinaikkan untuk menyesuaikan dengan pertumbuhan konsumsi video, terutama konten Shorts. (Gemini AI)

RADAR BANYUWANGI - YouTube memperketat persyaratan bagi kreator konten baru yang ingin memperoleh penghasilan dari platform tersebut. Mulai 1 Februari, kreator harus memenuhi ambang tayangan yang lebih tinggi untuk mendapatkan akses monetisasi.

Berdasarkan informasi yang disampaikan YouTube dan dikutip TechCrunch pada Senin (10/8), kreator baru setidaknya harus mengumpulkan 8.000 jam tayang dalam kurun satu tahun terakhir. Alternatif lainnya adalah meraih 20 juta penayangan YouTube Shorts dalam 90 hari terakhir.

Ketentuan itu mengalami kenaikan cukup signifikan dibandingkan dengan syarat sebelumnya. Sebelumnya, kreator dapat mengajukan monetisasi dengan modal sedikitnya 1.000 subscriber dan 4.000 jam tayang dalam 12 bulan terakhir.

Untuk kreator Shorts, syarat sebelumnya berada di angka 1.000 subscriber serta 10 juta penayangan Shorts dalam jangka waktu 90 hari. Dengan aturan baru, fokus YouTube terhadap capaian tayangan menjadi semakin besar.

Meski demikian, perubahan tersebut tidak berlaku surut. YouTube memastikan kreator yang sudah menjadi bagian dari YouTube Partner Program tidak terdampak oleh kenaikan persyaratan bagi peserta baru.

Kebijakan berbeda diterapkan terhadap pendapatan melalui Shorts Creators Pool. Kreator perlu mempertahankan sedikitnya 10 juta penayangan Shorts dalam periode 90 hari agar tetap dapat menikmati pendapatan dari skema tersebut.

Kanal yang belum memenuhi ambang 10 juta penayangan masih memiliki peluang untuk memperoleh penghasilan melalui konten video berdurasi panjang. Pendapatan dari Shorts akan kembali tersedia setelah kanal mampu mencapai batas 10 juta penayangan dalam waktu 90 hari.

Perubahan ini dilakukan ketika konsumsi video pendek di YouTube terus berkembang. Platform tersebut mencatat lebih dari 200 miliar penayangan Shorts setiap hari. Di sisi lain, durasi menonton YouTube melalui televisi juga telah menembus lebih dari 1 miliar jam per hari.

Selain mengubah kebijakan monetisasi, YouTube juga memperluas layanan Premium Lite ke seluruh negara yang telah menyediakan YouTube Premium. Layanan tersebut menawarkan pengalaman menonton tanpa iklan pada sebagian besar video, sekaligus menyediakan fasilitas mengunduh video untuk ditonton secara luring dan pemutaran video di latar belakang.

Kehadiran pelanggan premium turut berkaitan dengan potensi pendapatan kreator. YouTube menyebut bahwa kreator memperoleh bagian dari pendapatan berdasarkan waktu menonton serta jumlah penayangan yang berasal dari pelanggan.

Untuk konten video berdurasi panjang, porsi pendapatan yang diberikan kepada kreator mencapai 55 persen. Sementara untuk Shorts, pembagiannya berada di angka 45 persen.

Menurut YouTube, bertambahnya pelanggan Premium dapat membuka peluang pendapatan yang lebih besar bagi kreator. Mitra disebut rata-rata memperoleh pendapatan lebih tinggi ketika penonton menggunakan layanan Premium dibandingkan saat mereka menonton video yang disertai iklan.

Bagi kreator baru, perubahan tersebut membuat persaingan menuju monetisasi semakin ketat. Kanal tidak hanya dituntut untuk membangun jumlah pelanggan, tetapi juga harus mampu menciptakan konten dengan daya jangkau dan waktu tonton yang tinggi secara konsisten.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
monetisasi YouTube syarat YouTube Partner Program YouTube Shorts youtube kreator konten